Sukses BB Di Indonesia, Tantangan Berat Bagi Regulator

Posted: April 24, 2012 in Regulasi Telekomunikasi

Oleh : Gempar Ikka Wijaya

Rilis keberhasilan RIM dalam menguasai pasar Indonesia ini harus menjadi catatan penting bagi regulator telekomunikasi di Indonesia. Aspek timbal balik dalam investasi, keberhasilan penguasaan pasar, serta penghargaan pada regulasi dan kebijakan Telekomunikasi harus kembali diperhatikan oleh RIM.

Beberapa waktu sebelumnya Kementerian Kominfo menyoroti sikap pengembang handset BlackBerry itu yang melanggar janji mereka untuk membangun server di Indonesia. Bukan hanya batal membangun server, RIM malah membangun router dan menempatkannya bukan di Indonesia melainkan di Singapura. Ini menyalahi janji RIM yang sejak awal tahun ini telah menyanggupi akan membangun sebuah Regional Network Aggregator. Kementerian Kominfo dan BRTI bahkan sempat menyampaikan kekecewaan terhadap RIM karena kebijakan yang telah dilakukan tersebut. Diharapkan di Indonesia dibangun setingkat network aggregator.

Sebelumnya Pembangunan server ini merupakan satu dari empat komitmen yang dijanjikan RIM akan dilakukan di Indonesia termasuk soal filter pornografi, penyadapan untuk penegakan hukum, serta penyediaan pusat reparasi dan layanan purna jual. Regional Network Aggregator diyakini akan mengurangi biaya para operator telekomunikasi di Indonesia secara signifikan sehingga bisa dialihkan untuk meningkatkan kinerja layanan bagi pengguna BlackBerry.

Kontrol masyarakat dengan memberikan masukan yang lebih baik kepada RIM terhadap layanan mereka di Indonesia harus menjadi salah satu catatan yang harus dilakukan.

Berbeda dengan layanan lain. RIM dengan produk BB nya memberikan fasilitas layanan internet yang telah terimplant di dalam perangkat handset yang mereka jual. Jaringan yang harus dikembangkan oleh RIM hanyalah jaringan internet back bone yang khusus mengarah kepada server yang dimilikinya. Meski sederhana akan tetapi dalam implementasinya penambahan kapasitas jaringan ini bukanlah hal yang sederhana. Dibutuhkan investasi yang sangat mahal jika akan membangun intenal di dalam negeri Indonesia. Akibatnya Singapura lah yang menjadi pilihan RIM. Dari Singapura penambahan kapasitas jaringan ini jauh lebih sederhana. Karena  RIM tidak akan perlu melakukan pembangunan yang kompleks mengikuti peta jaringan internal Indonesia sendiri yang sangatlah kompleks. Dengan membangun sebuah node di Singapura, maka secara teknis permasalahan kapasitas jaringan yang dimiliki oleh RIM akan selesai.

Aspek lain yang mungkin menjadi pertimbangan RIM adalah aspek rumitnya regulasi yangharus dihadapi oleh RIM di Indonesia. Regulasi yang tidak jelas, tumpang tindih, dan sedemikian banyak regulasi  “dadakan” yang bisa saja membuat pertimbangan bisnis menjadi hal kedua yang harus disingkirkan.

RIM : BLACK BERRY PALING LAKU DI INDONESIA
Achmad Rouzni Noor II – detikinet
Selasa, 24/04/2012 16:23 WIB

Jakarta – Research In Motion (RIM) menyanjung Indonesia sebagai pasar yang cerdas karena memilih BlackBerry sebagai smartphone pilihan utama ketimbang merek ponsel lain.Dalam presentasinya di X2, Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (24/4/2012), Hasting Singh, Managing Director RIM Asia Selatan, mengatakan bahwa BlackBerry telah menjadi brand nomor satu di Indonesia.

“Pengguna BlackBerry sudah lebih dari 77 juta di seluruh dunia. Di Indonesia, BlackBerry jadi brand nomor satu. Begitupun di Inggris, Timur Tengah, Afrika Selatan, dan Amerika Latin,” katanya.

Mengutip riset dari penelitian GfK, Hasting bilang, BlackBerry mencatatkan penjualan ponsel tertinggi di Indonesia. Ia juga mengatakan, berdasarkan badan riset Roy Morgan di kuartal ketiga 2011, level kepuasan pengguna BlackBerry di Indonesia tertinggi dibandingkan merek ponsel ternama lainnya.

“Masyarakat Indonesia cerdas karena memilih BlackBerry sebagai smartphone mereka,” kata Eka Anwar, Marketing Director RIM Indonesia.

Dari 77 juta pengguna BlackBerry di seluruh dunia, Indonesia diperkirakan memberi kontribusi sekitar 15% dengan jumlah pengguna hampir 10 juta. RIM bermitra dengan tujuh operator, Telkomsel, Indosat, XL Axiata, Axis, Hutchison Tri, Smart Telecom, dan Bakrie Telecom.

( rou / ash ) 

PR BlackBerry: Kualitas Jaringan Ditingkatkan, Harga Diturunkan
Ardhi Suryadhi
 – detikinet
Selasa, 24/04/2012 13:51 WIB

Jakarta – BlackBerry boleh saja masih punya tempat di hati pengguna ponsel Indonesia. Namun hal itu jangan lantas membuat Research In Motion (RIM) — selaku pembesut BlackBerry — terlena. Sebab masih banyak ‘pekerjaan rumah’ yang harus mereka selesaikan.Menurut Turina Farouk, VP Corporate Communication XL Axiata, salah satu hal yang harus ditingkatkan oleh RIM adalah terkait kualitas jaringan dan infrastruktur BlackBerry itu sendiri.

Sebab akses data di BlackBerry sedikit berbeda dengan ponsel lainnya, dimana ketika tersambung ke internet pengguna BlackBerry memiliki ‘jalan tol’ sendiri yang dioperasikan oleh RIM.

Faktor lainnya adalah terkait harga. Dimana vendor asal Kanada itu juga dituntut untuk dapat menawarkan handset baru dengan harga terjangkau sehingga perangkat tersebut jadi lebih ‘merakyat’.

“Namun tentunya memasarkan handset BlackBerry baru dengan harga yang terjangkau dengan tetap mengutamakan kualitas dari handset itu sendiri,” kata Turina.

Harga yang lebih miring ini penting karena pasar BlackBerry sudah semakin luas, tidak hanya di kota-kota besar saja.

Sebelumnya, Turina tak menampik jika di Amerika Serikat dan Eropa, pamor BlackBerry mulai menurun. Namun untuk negara-negara Asia, XL melihat jika BlackBerry masih berpotensi untuk berkembang.

“Seperti contoh di Indonesia, Thailand, India dan negara lainnya, BlackBerry masih diminati,” ujarnya kepadadetikINET.

Pelanggan BlackBerry yang menggunakan jaringan XL sendiri saat ini sudah lebih dari 2,5 juta. “Dimana data yang kami dapatkan terakhir market share kami sekitar 30-35%,” lanjut Turina.

Dan XL pun percaya bahwa BlackBerry belum habis di Indonesia. Apalagi, pembesut BlackBerry — Research In Motion (RIM) pun telah menyadari akan potensi ini.

“Tentunya selama masih ada potensi untuk berkembang, RIM akan terus mengembangkan layanan BlackBerry dan menambah penetrasi distribusi BlackBerry melalui partner-partner resmi mereka serta tentunya dengan operator sebagai penyedia layanan BlackBerry di Indonesia,” Turina menandaskan.

( ash / rns ) 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s