Geliat Bisnis BizNet : Jangan Terlena Pola Pasar IT

Posted: Desember 16, 2011 in Bisnis Dan Industri Telekomunikasi

Oleh : H.Gempar Ikka Wijaya

Biznet melakukan perluasan kapasitas jaringan dan layanan IT nya. Pembangunan fiber optik belasan ribu kilometer, kemudian melakukan pembangunan Data center di ring luar Jakarta, untuk mendukung layanan bagi pelanggan IT Telconya. Langkah strategis yang luar biasa dilakukan oleh Biznet. Sasaran investasi yang dilakukan oleh Biznet terlihat sangat bagus dari sisi penetrasi bisnis. Dan jika kemudian dihubungan dengan hukum investasi di pasar bursa saham, apa yang dilakukan oleh Biznet ini akan memberikan efek yang bagus di pasar bursa, terutama kepada seluruh link bisnis yang dilayani dan terhubung dengan Biznet.

Akan tetapi seperti yang dilakukan oleh para pendahulunya Biznet masih belum terlihat memiliki roadmap yang jelas terhadap keseluruhan pengelolaan sumber daya pasar IT essensial di Indonesia. Pola sasaran yang diarah oleh Biznet hanyalah pasar di lingkungan segitiga emas Jakarta dan daerah yang sebenarnya menjadi lokasi sekunder sumber daya yang besar di Indonesia.

Langkah yang dilakukan dalam pengembangan data centre di lingkar luar Jakarta memang memberikan potensi perkembangan yang cepat bagi bisnis data di lingkungan Jakarta, akan tetapi ridak akan berhasil menyentuh aspek mendasar pola Bisnis yang ada di Indonesia. Langkah yang sama yang hanya akan memberikan kontribusi kecil pada pola transformasi bisnis dan pengelolaan sumber daya Indonesia.

Biznet perlu melakukan proses peninjauan dan re-analisis kembali Pola pasar sasaran untuk memperkuat keikutsertaannya dalam pembentukan pola pasar IT di Indonesia dan proses restrukturisasi dan transformasi pasar berbasis IT di Indonesia

Langkah yang dilakukan untuk berkoneksi dengan institusi pendidikan seperti Universitas Bina Nusantara, merupakan sebiah langkah yang strategis yang dilakukan oleh Biznet. Dan ini adalah langkah yang mendukung proses transformasi bisnis yang lebih besar, akan tetapi langkah itu harus juga dibarengi dengan investasi yang lebih terarah pada sumber pasar sekunder yang saat ini memang berkembang dan sengaja dikembangkan di area sentrum Jakarta (GIW)

——————

CUPLIKAN BERITA

——————-

http://tekno.kompas.com/read/2011/12/16/1641494/2012..Biznet.Bangun.Jaringan.Serat.Optik.10.000.Km

2012, Biznet Bangun Jaringan Serat Optik 10.000 Km
Didik Purwanto | Wicaksono Surya Hidayat | Jumat, 16 Desember 2011 | 16:41 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — PT Supra Primatama Nusantara, perusahaan jasa internet yang lebih dikenal dengan brand Biznet Networks, akan membangun jaringan internet kabel serat optik sepanjang 10.000 kilometer di 2012. Jaringan baru itu untuk menambah jumlah kantong kota digital di Indonesia.

Presiden Direktur Biznet Networks Adi Kusma menjelaskan, jaringan baru ini akan dibangun sekitar 70 persen di area Jakarta dan sisanya di Pulau Jawa serta Bali. Hingga akhir tahun ini, diharapkan bisa membangun 2.500 km.

“Tahun depan kami akan jor-joran untuk investasi kabel serat optik. Investasinya sekitar Rp 500-Rp 700 miliar,” kata Adi di Jakarta, Jumat (16/12/2011).

Adi mengaku, potensi pertumbuhan pengguna internet di masa depan akan semakin berkembang. Sebagai perusahaan penyedia jaringan, Biznet tentu akan berinvestasi besar untuk meningkatkan kapasitas jaringannya.

Saat ini, Biznet sedang menggarap kantong pengguna internet di sekitar kampus, baik di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, maupun Malang. Selain itu, jaringan kabel serat optik ini juga akan dibangun di Cilegon, Bekasi, Karawang, hingga Purwakarta.

“Kebanyakan jaringan di sana untuk menghubungkan kantor-kantor yang ada dengan kantor pusat baik di Jepang maupun Korea,” katanya.

Kini, sudah ada sekitar 70 pelanggan Biznet dari kalangan korporasi, terutama perusahaan finansial dan online game. Sementara pelanggan ritelnya mencapai 15.000 pelanggan.

———————-
Data Center “Hijau” di Bogor Siap Beroperasi Awal 2012
Didik Purwanto | Wicaksono Surya Hidayat | Jumat, 16 Desember 2011 | 14:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Biznet Networks akan mengoperasikan Biznet TechnoVillage pada Februari 2012 mendatang. Tempat tersebut merupakan lokasi data center baru bagi Biznet ke depan.

President Direktur Biznet Networks Adi Kusma menjelaskan Biznet TechnoVillage ini dibangun pada lahan seluas 15.000 meter persegi di area sekitar Gunung Putri Bogor, sekitar 30 km dari Jakarta. Sekitar 6.000 meter persegi akan digunakan untuk gedung perkantoran.

“Sisanya sekitar 9.000 meter persegi digunakan untuk lokasi data center. Di sana akan dapat menampung 2.000 rak data center,” kata Adi di sela-sela konferensi pers Boost Conference di Hotel Intercontinental, Jakarta, Jumat (16/12/2011).

Adi mengklaim bahwa Biznet TechnoVillage dibangun dengan konsep green building. Meski masih mendapat suplai tenaga listrik dari PLN sekitar 20 MW.

Gedung data center ini bakal dilengkapi dengan genset kinetik berteknologi Diesel rotary uninterruptible power supply (DRUPS) yang memungkinkan sambungan listrik, setelah listrik utama padam, tersedia hanya dalam waktu dua detik.

Adi mengaku teknologi tersebut langsung diimpor dari Belgia. Teknologi ini juga tidak perlu memakai baterai sebagai penyimpanan listrik saat listrik padam. Sehingga lebih hemat energi.

“Bayangkan saja jika dengan teknologi biasa, satu meter data center bisa menghabiskan listrik sama dengan 10 meter ruang perkantoran,” jelasnya.

Adi mengaku investasi untuk membangun data center ini mendekati Rp 500 miliar. Data center baru ini akan menjadi pelengkap data center Biznet di Jakarta.

 

Biznet Bangun TechnoVillage di Gunung Putri
wah | Selasa, 19 Januari 2010 | 15:52 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Seiring kembali bergairahnya bisnis teknologi informasi pascakrisis mulai awal tahun ini disambut rencana Biznet untuk memperluas layanannya. Tidak hanya fokus menjadi penyedia akses internet kecepatan tinggi berbasis serat optik, Biznet juga akan memperluas service atau layanannya dengan mendirikan kompleks perkantoran berbasis teknologi informasi yang disebut Biznet Technovillage.

“Di situ akan ada data center dan gedung perkantoran. Kami hanya menawarkan untuk perusahaan yang terkait dengan teknologi informasi seperti ISP, perbankan, atau portal media dan banyak lagi,” kata Endra Leonardy, VP Marketing Strategy and Support PT Supra Primatama Nusantara (Biznet) kepada Kompas.com di Jakarta, Selasa (19/1/2010).

Endra mengatakan di kompleks tersebut akan dibangun tiga lantai data center yang dilengkapi sistem keamanan berlapis 24 jam, kartu akses RFID dan PIN, serta CCTV. Data center tersebut menempati area seluas 6000 meter persegi. Data center ini bisa dimanfaatkan sebagai data center utama maupun back up.

Sementara areal lainnya akan digunakan untuk gedung perkantoran yang menempati area seluas 9000 meter persegi. Dengan gedung yang dekat dengan fasilitas data center dan infrastruktur internet berbasis serat optik, kompleks ini cocok untuk operasional back office, call center, digital studio, disaster recovery office, atau R&D Lab.

“Kita juga mendesainnya sebagai green village. Sekitar 30 persen kawasan merupakan ruang terbuka hijau,” jelas Riska Apricia, Corporate Communication Manager Biznet. Ia mengatakan di antara ruang terbuka hijau itu akan dibangun fasilitas pertemuan sehingga pertemuan bisnis bisa dilakukan lebih nyaman. Kawasan tersebut juga berada di bibir danau alami sehingga suasana sekitar semakin segar.

Kompleks tersebut akan dibangun di lokasi pinggiran kota yang cocok sebagai pusat data center namun mudah diakses. Biznet Technovillage akan menempati area seluas 3 hektare di kawasan Gunung Putri, Jawa Barat tepatnya dekat Riverside Golf & Country Club, Cibubur, Jawa Barat yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Jakarta dan 3 km dari tol Jakarta Outer Ring Road (JORR). Pembangunannya akan dimulai awal tahun ini dan rencananya mulai digunakan Oktober mendatang.

————-
Boost Coba Sambungkan Silicon Valley dan Indonesia
Didik Purwanto | Wicaksono Surya Hidayat | Jumat, 16 Desember 2011 | 13:27 WIB
—————–
JAKARTA, KOMPAS.com – Boost Conference adalah konferensi yang mempertemukan startup di Indonesia dengan pembicara dari Silicon Valley dan Jepang secara gratis. Harapannya, banyak tercipta pengusaha lokal yang mampu go international.

Boost Asia diselenggarakan oleh sebuah tim organizer. Salah satunya, CEO Biznet Networks Adi Kusma. Menurut Adi, pengembangan startup lokal di tanah air masih tertinggal jauh dibanding India dan China.

“Sangat sulit untuk mendapatkan mentor dan dukungan dana untuk memperbesar startup lokal. Sehingga kami (berupaya) menghadirkan pengusaha startup dari Silicon Valley dan Jepang ke sini,” kata Adi di dalam konferensi pers Boost Asia di Intercontinental, Jakarta, Jumat (16/12/2011).

Konferensi ini akan diadakan pada 16 Januari 2012 di Universitas Bina Nusantara Jakarta dan pada 17-18 Januari 2012 di Hotel Intercontinental Jakarta. Pengusaha yang akan hadir adalah Brent Hurley (salah satu pendiri Youtube), Tetsuya Mizuguchi (eks-produser Sega Rally), Aki Sano (pendiri Cockpad), Jameson Hsu (Mochi Media), Jia Shen (RockYou Asia) dan Ian McFarland (Digital Garage).

Selama konferensi nanti, pengusaha startup lokal akan mendapat peluang atau akses pendanaan, inkubasi start up hingga berbagi pengalaman dengan mentor tersebut. Startup yang dimaksud adalah mereka yang baru memulai usaha yang bergerak di bidang digital / web.

“Di Indonesia sudah ada sekitar 300 startup lokal, tapi masih ada startup lokal yang dimiliki oleh individu atau hanya dua orang pelaku yang ada di daerah. Inilah sebenarnya sasaran kita, agar start up mereka berpeluang membesar,” kata Adi.

Organizer lainnya, CEO dan Co Founder RUMA Aldi Haryopratomo, menambahkan startup lokal yang dibidik ini setidaknya usahanya sudah berjalan dan sudah punya pendapatan, walau sedikit. Namun tidak menutup kemungkinan bagi mahasiswa dan umum untuk menghadiri konferensi tersebut.

“Ini adalah kegiatan pertama kali bagi Boost, namun ke depan kami akan menyelenggarakan setiap tahun. Harapannya mereka yang ingin bergerak di bidang startup mau belajar dari acara seperti ini,” Aldi menjelaskan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s