Perlunya Standard Back Up Keamanan Dokumen Negara

Posted: Desember 15, 2011 in Telekomunikasi Indonesia Di Kisaran Tahun 2000-an

Oleh : H. Gempar Ikka Wijaya

ANALISA BERITA (March 15th, 2003)
Perlunya Standard Back Up Keamanan Dokumen Negara

CUPLIKAN BERITA
Gedung Departemen Keuangan Diduga Sengaja Dibakar (Koran Tempo, 14 Maret 2003)

DESKRIPSI SINGKAT

Markas Besar Polisi menduga ada unsur kesengajaan dalam peristiwa kebakaran gedung pusat analisa informasi keuangan, Departemen Keuangan. Dugaan itu bersumber dari temuan instrumen gas hidrokarbon yang berasal dari bahan minyak tanah di lantai enam gedung.

Kebakatan menghanguskan lantai 6 dan sebagian lantai 7. Nyaris semua dokumen inventaris negara yang tersimpan ludes terbakar. Data-data yang musnah mencakup seluruh data inventarisasi milik pemerintah di seluruh wilayah Indonesia. Seorang pegawai menyatakan dokumen yang musnah berupa data tertulis dan yangtersimpan di komputer.・Semuanya terbakar habis,・katanya.

Kepala Badan Akutansi Keuangan Negara Departemen Keuangan Mukya Nasution mengungkatkan bahwa menurut dia arsip yang terbakar adalah salinan atau berkas laporan tahunan dan triwulan mengenai aset negara dari departemen, lembaga non departemen, dan instansi pemerintah.

DISKUSI ANALISA

Dalam beberapa kasus kebakaran yang selama ini terjadi di Indonesia perhitungan kerugian yang dilakukan masih berkisar pada perhitungan kerugian fisik. Hasil perhitungan yang ditampilkan selalu berujung pada analisis kerugian yang berdampak langsung akibat hilangnya aset fisik. Beberapa analisis memang telah mulai mengarah pada dampak kerugian non fisik, akan tetapi belum menjadi tradisi melakukan perhitungan non fisik pada dampak pasca kebakaran.

Kebakaran terakhir yang terjadi di Gedung Departemen Keuangan adalah salah satu bentuk kebakaran baru yang mengancam lebih banyak aset non fisik dibandingkan dengan kejadian kebakaran yang terjadi sebelumnya. Deretan dokumen yang terbakar mengancam hilangnya data-data dalam dokumen secara permanen. Secara fisik kerugian yang muncul memang tidak begitu besar, akan tetapi kegian non fisik justru bisa menjadi titik terbesar yang muncul dalam kebakaran seperti yang terjadi di Gedung Keuangan. Berapa banyaknya data negara yang hilang akan berpengaruh pada proses kerja negara yang berpotensi berujung pada kekacauan proses kerja aparat negara.

Belum lagi jika dihitung information loss yang sangat mungkin hilang dari hancurnya data-data mentah dalam dokumen negara. Hilangnya informasi yang bisa digali dari data mentah yang musnah akan sangat susah diperhitungkan nilainya.

Sementara itu di lingkungan pemerintah dan lembaga negara belum ada ketentuan yang pasti tentang standar back up dokumen untuk keamanan dari ancaman bahaya serupa. Proses digitalisasi data melalui komputer memang akan memberikan back up awal dari data mentah berbentuk kertas seperti yang sedang dilakukan di lokasi gedung yang terbakar. Akan tetapi back up untuk data digital juga perlu dilakukan beberapa level lagi.

REKOMENDASI

Perlunya pemerintah membuat sebuah standar dokumen untuk proses back up data yang ada di lingkungan mereka dengan segera. Proses pembuatan standar ini sebaiknya dilakukan secara Nasional, di lingkungan pemerintah Pusat dan Daerah.

Pusat back up data ini bisa dilokasikan di beberapa lokasi yang terpisah dari lokasi awal dokumen yang akan dibackup. Hal ini untuk mengantisipasi rusaknya lokasi penyimpanan yang berakibat juga pada kerusakan data di lokasi tersebut.

Analis [ Gempar Ikka Wijaya ]
 www.systemicgroup.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s