Inspirasi Bagi Pemerintah (BRTI dan Menkominfo) : Bagaimana Mengendalikan Kenakalan RIM

Posted: Desember 15, 2011 in Regulasi Telekomunikasi

Oleh : H. Gempar Ikka Wijaya

Dalam beberapa hari ini sengketa RIM dan Pemerintah (Baca : Menkominfo dan BRTI) berada di titik puncaknya. Setelah berbagai cara dilakukan pemerintah Indonesia, RIM masih juga belum mau berkehendak melakukan apa yang menurut pemerintah Indonesia telah dijanjikan oleh RIM.

Apa yang terjadi di pasar bursa saham terhadap RIM adalah sebuah contoh bagus bagaimana mengendalikan RIM secara lebih efektif, lebih dari sekedar perang pendapat dan pola saling merasa mampu memberikan sanksi. Pukulan yang cukup tajam terhadap saham RIM di bursa saham membuat RIM akan menganalisis dengan serius penyebab turunnya value perusahaan mereka.

Pendekatan seperti ini jauh lebih elegant dilakukan dalam mengendalikan RIM dibandingkan dengan cara-cara memberikan sanksi yang pernah diungkapkan oleh BRTI atau personal BRTI beberapa waktu yang lalu.

Pemerintah melalui BRTI dan juga Menkominfo harus mulai mempelajari bagaimana pressure dilakukan terhadap para pelaku usaha global ataupun nasional yang nakal dan kemudian melakukan proses penentangan regulasi, apalagi jika kemudian dianalisis merugikan bangsa dan negara.

Aktivitas melempar opini dan ancaman bukanlah merupakan cermin sebuah fungsi negara yang kuat, akan tetapi malah menunjukkan betapa lemahnya fungsi negara sebagai regulator dalam proses manejemen aktivitas negara. Pemerintah (Baca : BRTI Dan Menkominfo) harus belajar berkomunikasi dengan lebih tegas yang berujung pada sebuah sanksi yang nyata, dibandingkan dengan sebuah permainan retorika, yang dalam dunia bisnis seperti yang dijalankan oleh RIM, tidak memiliki dampak apapun. Upaya sistematis untuk menggoyang saham dan kepentingan bisnis RIM secara lebih serius harus dipelajari kembali oleh Menkominfo dan BRTI agar tidak lagi dipermainkan oleh perusahaan kecil sekelas RIM.  Atau sebuah upaya yang serupa dengn mengikutsertakan konsumen RIM untuk memaksa RIM sendiri merealisasikan janji-janjinya di Indonesia. Mengendalikan RIM dengan kekuatan pasar yang dia miliki sendiri adalah sebuah contoh implementasi demokrasi yang nyata dalam dunia bisnis teknologi ICT global.  (GIW)

CUPLIKAN BERITA :

http://www.detikinet.com/read/2011/12/16/104047/1792596/319/blackberry-playbook-tak-laku-laba-rim-anjlok-71

Jumat, 16/12/2011 11:00 WIB

BlackBerry PlayBook Tak Laku, Laba RIM Anjlok 71%
Fino Yurio Kristo – detikinet

Toronto – Research in Motion (RIM) mengumumkan laporan keuangannya untuk Q3 2011. Vendor BlackBerry asal Kanada ini membukukan pendapatan lumayan meski meleset dari proyeksi awal dan menurun dibandingkan tahun lalu.

RIM melaporkan pendapatannya mencapai USD 5,2 miliar di kuartal tersebut, meleset dari target USD 5,6 miliar. Jumlah itu juga menurun dari pendapatan RIM dalam periode yang sama tahun lalu sebanyak USD 5,5 miliar.

Dari total pendapatan di atas, profit RIM terhitung mencapai USD 265 juta dengan penjualan total sebanyak 14,1 juta unit BlackBerry. RIM juga mengklaim jumlah pelanggannya mencapai 75 juta, naik 35% dari tahun lalu.

Jumlah profit tersebut merupakan penurunan cukup drastis dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD 911 juta. Persentase penurunan profit mencapai 71%.

Dikutip detikINET dari Engadget, Jumat (16/12/2011), faktor utama melesetnya target pendapatan RIM adalah buruknya penjualan komputer tablet BlackBerry PlayBook. Dalam Q3 2011, penjualan PlayBook hanya mencapai 150 ribu unit sehingga banyak stok menumpuk di gudang dan menimbulkan kerugian sangat besar mencapai USD 485 juta.

Meski performa keuangan RIM tidak terlalu buruk, pasar memandang miring prospek masa depan perusahaan ini. Terbukti dengan terus merosotnya nilai saham. Menurut MarketWatch, nilai saham mereka kini berada di titik terendah sejak pertengahan 2004.

Akibat nilai saham yang terus merosot, dua bos Research in Motion (RIM) memangkas gaji mereka menjadi USD 1 atau sekitar Rp 9.000 per tahun. Hal ini berlaku selama performa bisnis produsen BlackBerry itu belum membaik.

“Beberapa tahun terakhir adalah masa yang paling berat untuk perusahaan ini,” kata Jim Balsillie, co-CEO RIM saat membahas laba per kuartal dengan para analis.

RIM berjanji akan berupaya sekeras mungkin untuk memulihkan kondisi perusahaan. Salah satunya dengan memproduksi BlackBerry yang memakai OS BlackBerry 10, kemungkinan dirilis tahun depan.

( fyk / ash )

CUPLIKAN BERITA

http://www.detikinet.com/read/2011/12/15/091057/1791620/319/blackberry-lesu-saham-rim-tumbang-di-titik-terendah?i991101105

Kamis, 15/12/2011 09:10 WIB
BlackBerry Lesu, Saham RIM Tumbang di Titik Terendah
Ardhi Suryadhi – detikinet

Jakarta – Performa Research In Motion (RIM) di lantai bursa tengah goyah. Bahkan dalam perdagangan Rabu kemarin, saham produsen BlackBerry itu turun 2,5% sehingga kini harganya berada di angka USD 15 per lembar saham.

Kondisi RIM ini tentu saja terbilang memprihatinkan. Pasalnya, menurut MarketWatch, nilai saham mereka kini berada di titik terendah sejak pertengahan 2004 lalu.

Dikutip detikINET dari Zdnet, Kamis (15/12/2011), para analis menilai bahwa performa negatif saham vendor asal Kanada itu tak lepas dari lesunya penjualan BlackBerry secara keseluruhan.

Memang, di beberapa negara — seperti Indonesia — BlackBerry masih jadi salah satu gadget populer. Namun jika berbicara global, lambat laun handset yang terkenal dengan fitur BBM-nya itu dikatakan kalah pamor dari iPhone dan perangkat Android.

Kondisi itu diperparah dengan anjloknya penjualan BlackBerry PlayBook yang jauh dari harapan lantaran kalah bersaing dengan iPad cs. Akibatnya, RIM pun dilaporkan harus menanggung kerugian USD 485 juta atau sekitar Rp 4,3 triliun dari produk tablet PC-nya itu.

Penyebabnya adalah, PlayBook yang diproduksi jauh lebih banyak dibanding jumlah unit yang terjual. Sehingga stok tablet perdana RIM itu masih menumpuk.

RIM sendiri belum memberikan responsnya secara resmi terkait hal ini. Namun Alex Saunders, Vice President Developer Relations & Ecosystem Development RIM sebelumnya pernah berkilah bahwa kabar peminat BlackBerry yang melempem hanyalah sebuah mitos. Sebab berdasarkan data yang dimiliki RIM, jumlah pengguna BlackBerry terus meningkat tiap tahunnya.

“Pengguna BlackBerry menurun? Itu hanya mitos. Ada 70 juta pengguna BlackBerry yang saat ini aktif, 20 juta lebih banyak dari tahun sebelumnya,” klaim Saunders, di sela ajang BlackBerry DevCon Asia 2011 yang berlangsung di Singapura, beberapa waktu lalu.

( ash / ash )

————–

Jumat, 16/12/2011 10:10 WIB

Saham Anjlok, Bos BlackBerry Digaji USD 1
Trisno Heriyanto – detikinet

http://www.detikinet.com/read/2011/12/16/095847/1792552/319/saham-anjlok-bos-blackberry-digaji-usd-1

Jakarta – Akibat nilai saham yang terus merosot, dua bos Research in Motion (RIM) memangkas gaji mereka menjadi USD 1 atau sekitar Rp 9.000 per tahun. Hal ini berlaku selama performa bisnis produsen BlackBerry itu belum membaik.

“Beberapa tahun terakhir adalah masa yang paling berat untuk perusahaan ini,” kata Jim Balsillie, co-CEO RIM saat membahas laba per kuartal dengan para analis.

Balsillie mengatakan bahwa ia dan Mike Lazaridis selaku co-CEO RIM lainnya hanya akan menerima gaji sebanyak USD 1 sampai mereka bisa mengembalikan kondisi perusahaan.

Kondisi RIM saat ini memang memprihatinkan. Pasalnya, menurut MarketWatch, nilai saham mereka kini berada di titik terendah sejak pertengahan 2004 lalu. Para analis menilai bahwa performa negatif saham vendor asal Kanada itu tak lepas dari lesunya penjualan BlackBerry secara keseluruhan.

“Kami juga yakin para pemegang saham merasa kami (RIM-red) sedang jatuh,” tambah Balsillie, seperti dikutip detikINET dari AFP, Jumat (16/12/2011).

( eno / ash )

—————-

Kamis, 08/09/2011 10:06 WIB

Investor Usulkan RIM Dijual
Rachmatunisa – detikinet

http://www.detikinet.com/read/2011/09/08/100609/1717959/319/investor-usulkan-rim-dijual

Jakarta – Para investor Research In Motion (RIM) mengusulkan agar pembesut BlackBerry tersebut menjual perusahaannya atau melakukan spin off terhadap paten mereka guna menenangkan para pemegang saham.

CEO Jaguar Financial Corp. Vic Alboini, salah satu pemegang saham RIM, kepada Bloomberg menyebutkan bahwa RIM juga harus membentuk komite empat dari lima direktur independen untuk mempertimbangkan opsi ini.

Dilansir Bloomberg dan dikutip detikINET, Kamis (8/9/2011), Alboini menolak menyebutkan berapa porsi saham yang dimiliki Jaguar di RIM. Namun dia mengatakan, usulan tersebut didukung oleh pemegang saham utama yang secara kolektif memiliki saham RIM kurang dari 5 persen.

Ini bukanlah pertama kalinya para investor RIM mencoba mengambil peran lebih aktif. Juni silam, miliuner Stephen Jarislowsky meminta RIM untuk membagi peran Chairman dan CEO.

Seperti diketahui, RIM saat ini memiliki dua nakhoda, yakni Jim Balsillie dan Mike Lazaridis. Keduanya juga sama-sama bertindak sebagai co-chairman. Namun saran Jarislowsky tersebut sejauh ini masih diabaikan.

Hingga sekarang, RIM belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut. Saran ini bisa jadi tantangan terbaru bagi RIM yang harga sahamnya turun sekitar 35 persen di tahun lalu. Saham RIM untuk pangsa pasar smartphone jatuh dari 25,7 persen menjadi 21,7 persen pada April hingga Juli.
( rns / ash )

——

CUPLIKAN BERITA :

———

http://www.detikinet.com/read/2011/12/09/181757/1787608/328/rim-tak-kooperatif-brti-ancam-pasung-blackberry

Jumat, 09/12/2011 18:17 WIB
RIM Tak Kooperatif, BRTI Ancam ‘Pasung’ BlackBerry
Achmad Rouzni Noor II – detikinet

Jakarta – Meski Research In Motion (RIM) mengaku sudah berkomitmen terhadap janji-janjinya terhadap Indonesia, namun Badan Regulator Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menolak mentah-mentah klaim sepihak produsen BlackBerry tersebut.

Terlebih soal pembangunan Network Aggregator yang nyatanya cuma dibangun router, itu pun ditempatkan di Singapura. BRTI menilai RIM tidak menghargai pemerintah dan regulator sama sekali.

Menurut anggota komite BRTI Heru Sutadi, pemerintah sejatinya sudah menyampaikan rasa kekecewaannya itu. “Kita sudah tahu lama mereka (mau) bangun (network aggregator) di Singapura, tapi saat ketemu September lalu, mereka masih muter-muter belum mau buka,” tukasnya kepada detikINET, Jumat (9/12/2011).

Hingga kemudian, desakan pemerintah pun dilanjutkan agar RIM harus mengurus izin penyelenggara jasa internet. Sebab jika tidak, kata Heru, layanan internet BlackBerry dinilai ilegal, baik itu layanan BlackBerry Internet Services (BIS) maupun BlackBerry Messenger (BBM).

“Karena RIM tidak kooperatif, bukan tidak mungkin segera kita akan hentikan BIS dan BBM mereka, jadi BlackBerry akan sama dengan ponsel lain saja,” tegas Heru.

Masyarakat pun diminta untuk berhati-hati jika menggunakan perangkat BlackBerry dengan kondisi seperti ini. Sebab data yang dipertukarkan tidak aman atau tidak dapat dijamin keamanannya.

“Ya datanya kan ke Kanada. Siapa jamin di sana tidak dibuka-buka seperti data Twitter, Facebook dan lainnya,” Heru menandaskan.

Sebelumnya, RIM sudah menegaskan jika disebut cuma bisa berjualan di Indonesia. Namun fakta berbicara, RIM lebih memilih bangun pabrik BlackBerry di Malaysia, tempatkan router di Singapura, dan memasarkan produknya secara besar-besaran di Indonesia.

“Tidak benar jika kami hanya berjualan di Indonesia. Contohnya, kami sudah membuat program akademik yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan penjualan produk,” kilah Gregory Wade, RIM Regional Managing Director.

( ash / ash )

——————-

Cuplikan berita

———————–

http://www.detikinet.com/read/2011/12/14/151757/1791165/328/rim-lebih-peduli-terhadap-developer-dibanding-platform-lain?

Rabu, 14/12/2011 15:17 WIB
BlackBerry Diancam Dipasung
‘RIM Lebih Peduli Terhadap Developer Dibanding Platform Lain’
Ardhi Suryadhi – detikinet

Jakarta – Posisi Research In Motion (RIM) kini tengah digoyang dengan aturan dari regulator di Indonesia. Kritikan dan tuntutan mengalir deras kepada produsen BlackBerry itu. Pun demikian, tak semuanya berupa cercaan.

Seperti yang disampaikan Deddy Avianto, Ketua IdBerry — komunitas pembuat themes BlackBerry pertama di dunia. Vendor asal Kanada itu dinilai sudah cukup banyak memberi dukungan kepada komunitas pengguna, meski hal itu belum optimal dilakukan.

Dukungan itu mulai dari acara BlackBerry Developer Conference yang berlangsung di Bali, Devday di Jakarta, Surabaya, Bandung hingga Hackathon. Dukungan yang mengalir juga sampai ke kalangan kampus.

“Ada juga ajang networking antar developer setiap bulan: Mobile Monday, also sponsored by RIM. Tanggal 5-6 Desember kemarin ada workshop training for trainers di Singapore, dari situ sudah lahir 1st batch certified trainers di Asia Pacifik. Mayoritas dari Indonesia,” beber Deddy kepada detikINET, Rabu (14/12/2011).

Hingga pada akhirnya, komunitas BlackBerry Tanah Air memborong 8 Blackberry Jammy Award pada saat BlackBerry DevCon kemarin, 6 untuk developer dan 2 untuk komunitas.

“Mulai tahun 2012, RIM juga sudah committed untuk menggelar casual meetup/workshop di berbagai kota,” imbuh Deddy.

“Jadi bukan cuma lumayan, dibanding platform lain, RIM sangat serius membantu perkembangan para developer. Terutama untuk para mahasiswa/pemula,” pungkasnya.

Ya, seperti diketahui, salah satu investasi yang dijanjikan RIM untuk terus dijalankan di Indonesia adalah dari sisi pengembangan para developer. Hal ini sejatinya sah-sah saja, mengingat peran developer begitu penting untuk memperluas ekosistem dan dukungan terhadap platform BlackBerry.

Hal ini pun sudah ditegaskan oleh Gregory Wade, Regional Managing Director RIM beberapa waktu lalu dalam sesi perbincangan via sambungan telepon dengan detikINET.

Dimana investasi RIM untuk Indonesia tidak harus dalam bentuk pabrik seperti yang dilakukan di Malaysia. “Untuk di Indonesia banyak model investasi yang telah kami siapkan, seperti menggandeng developer untuk membangun platform BlackBerry, learning center dan lainnya,” kata Greg.

“Pengembangan aplikasi ini juga bisa berefek ke banyak hal, seperti pembukaan lapangan kerja, kreativitas, inovasi, serta lainnya. Dan jangan lupa, kami juga telah membangun semacam Learning Center bekerja sama dengan ITB (Institut Teknologi Bandung),” ia menandaskan.

Ya, komunitas boleh bersuara. Namun ketika terkait aturan pemerintah terkait penyedia layanan telekomunikasi, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) jadi pihak yang menentukan.

Dimana belakangan, muncul ancaman untuk memasung layanan BlackBerry Internet Services (BIS) oleh regulator. Hal itu lantaran RIM dinilai kurang menghargai pemerintah dengan enggan membangun server di Indonesia yang menjadi salah satu basis pelanggan BlackBerry terbesar di dunia.

( ash / rns )

CUPLIKAN BERITA

http://www.detikinet.com/read/2011/09/22/155348/1728372/319/dituding-persulit-bangun-pabrik-kominfo-tantang-rim

Kamis, 22/09/2011 15:53 WIB

Dituding Persulit Bangun Pabrik, Kominfo Tantang RIM
Ardhi Suryadhi – detikinet

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika menolak dituding jadi penyebab gagalnya rencana pembangunan pabrik BlackBerry di Indonesia. Jika merasa dipersulit, Research In Motion (RIM) ditantang kementerian yang dipimpin Tifatul Sembiring itu untuk menyebutkan, syarat apa yang dimaksud.

Menurut Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Kominfo, Gatot S. Dewa Broto, pihaknya selama ini belum pernah melakukan pertemuan khusus dengan RIM untuk membahas soal pembangunan pabrik BlackBerry di Indonesia.

“Pada 2009 kami lebih berbicara soal layanan purna jual, 2010 terkait filtering konten pornografi, dan Januari 2011 soal 4 poin yang dijanjikan RIM. Semuanya tak ada yang khusus membahas pabrik BlackBerry,” tukas Gatot kepada detikINET, Kamis (22/9/2011).

“Nah, jika dibilang kita mempersulit RIM bangun pabrik BlackBerry, mempersulit yang mana dulu?” tukasnya.

Gatot memperkirakan, syarat yang dianggap enggan dijalankan vendor ponsel asal Kanada itu adalah soal pembangunan data center. Namun jikapun hal ini, RIM ketika pertemuan dengan Kominfo pada 17 Januari 2011 lalu sudah menyanggupi permintaan tersebut.

“Kalau dia mempersoalkan datacenter, toh mereka (RIM-red.) saja menyanggupi kok, kenapa dipersoalkan kembali? Meskipun hingga sekarang belum ada kejelasan datacenter tersebut akan dibangun di mana,” lanjutnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian MS Hidayat memaparkan latar belakang mengapa RIM akhirnya memilih Malaysia untuk menjadi tempat produksi BlackBerry secara outsource.

Menurut Hidayat pihak Indonesia melalui Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan sudah dua kali bertemu pimpinan RIM di kantor pusat RIM di Kanada. Kemudian dilanjutkan dengan pertemuan di Indonesia, sampai akhirnya tak menemui titik temu terkait syarat yang disodorkan oleh menteri komunikasi dan informasi (menkominfo).

“Mereka kesulitan menghadapi persyaratan menkominfo, ada berapa persyaratan yang tak jelas,” kata Hidayat kepada detikFinance, Kamis (22/9/2011).

Hidayat mengatakan setelah tak menemukan titik temu soal persyaratan tersebut, pihak RIM mendadak secara sepihak akhirnya memutuskan meng-outsource produksi BlackBerry mereka di Penang Malaysia. Padahal menurut Hidayat pihak RIM sudah menyiapkan rencana investasi skala besar mereka dengan nilai jutaan dolar AS.

Ia menjelaskan dalam tahap awal RIM mengedepankan produksi BlackBerry dengan pola outsource terlebih dahulu seperti yang dilakukan mereka di Penang saat ini. Kemudian dalam jangka panjang akan membangun pabrik dengan investasi skala besar.

“Yang dimaksud Pak Gita, nanti investasi besar mungkin mereka memulai dari sistem outsource dahulu,” katanya.

Hidayat menambahkan apa yang ia lakukan bersama Gita Wirjawan adalah demi mendorong perusahaan multinasional yang memiliki pasar besar di Indonesia untuk membuat proses produksi di dalam negeri. Ia tak rela jika Indonesia hanya akan menjadi pasar saja, apalagi pada tahun 2015 nanti Indonesia masuk dalam masyarakat ekonomi ASEAN atau satu pasar ASEAN.

“Kita mencegah jangan market kita digunakan untuk investasi di negara tetangga,” katanya.

Beberapa waktu lalu, Gita Wirjawan juga sempat mengatakan RIM ragu membangun pabriknya di Indonesia adalah karena permintaan pembangunan data center oleh pemerintah Indonesia.

Tak pelak, dengan dua komentar pejabat di atas, posisi Menkominfo Tifatul Sembiring seakan tersudut. Pun demikian, Gatot menegaskan jika Kominfo coba bersikap positif atas dua ‘serangan’ yang menyudutkan kementeriannya itu.

“Kami coba menanggapi positif saja, tunjukkan regulasi mana yang dimaksud RIM. Kominfo tidak mau selalu menjadi pihak yang disalahkan ketika ada investor asing yang batal masuk Indonesia,” pungkasnya.

( ash / wsh )

————

CUPLIKAN BERITA

——————-

Jumat, 16/12/2011 14:27 WIB

Server RIM di Indonesia, Devisa Hemat Rp 2 Miliar/Bulan
Ardhi Suryadhi – detikinet

http://www.detikinet.com/read/2011/12/16/142757/1792869/328/server-rim-di-indonesia-devisa-hemat-rp-2-miliar-bulan

 

Jakarta – Jika Research In Moton (RIM) benar-benar mau membangun server BlackBerry di Indonesia, maka devisa negara diyakini bisa dihemat sangat besar. Jumlahnya bahkan sampai di kisaran Rp 2 miliar per bulan.

Irvan Nasrun, Ketua Bidang Indonesia Internet Exchange & Data Center Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) berasumsi, taruh lah pengguna Blackberry di Indonesia sudah mencapai angka 4 juta lebih.

Nah, dengan rata-rata penggunaan bandwidth per user sekitar 0,65 kbps maka total bandwidth pengguna BlackBerry di Indonesia sekitar 2,6 Gbps.

“Jadi operator seluler di Indonesia minimal telah mengeluarkan biaya sekitar Rp 2,6 miliar/bulan untuk membeli bandwidth internasional (dengan asumsi harga bandwidth internasional per Mbps sebesar Rp 1 juta),” tukas Irvan kepada detikINET, Jumat (16/12/2011).

Asumsi lainnya adalah, jika penggunaan bandwidth BlackBerry tak terlalu boros. Seperti hanya untuk layanan BBM, chatting, bertukar file, serta untuk mengakses konten-konten lokal, maka penggunaan bandwidthnya diperkirakan lebih rendah, yakni sekitar 1,95 Gbps.

Dengan asumsi harga bandwidth internet 1 Mbps sebesar Rp 1 juta maka biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 1,95 miliar/bulan.

“Jadi dengan adanya server RIM di Indonesia maka akan terjadi penghematan devisa sebesar Rp 1,95 miliar atau hampir Rp 2 miliar per bulan,” Irvan menandaskan.

( ash / rns )

Iklan
Komentar
  1. Syarif Jalal berkata:

    By tyo, okezone.com, Updated: 23/12/2011
    Aksi Lempar BlackBerry Siap Dilaksanakan

    JAKARTA – Meskipun banyak komentar miring, Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI), tetap melanjutkan rencana aksi lempar BlackBerry di depan Kedubes Kanada. Aksi LPPMI ini dilatarbelakangi dengan sikap RIM, yang tetap bertahan tidak membangun data center di Indonesia.

    Saat dihubungi okezone, Jumat (23/12/2011), Kamilov Sagala, Direktur Eksekutif LPPMI mengatakan dengan pasti mengenai keseriusan aksi lempar BlackBerry yang direncanakan di Kedutaan Besar Kanada.

    “Kita mendekati Natal, karena Natal memerlukan keamanan maka aparat keamanan meminta aksi tersebut setelah Natal. Karena mereka kan juga melakukan pengamanan untuk Natal dan Tahun Baru,” jelas Kamilov.

    Di mana setelah Natal nanti, pihaknya akan bertemu dengan aparat keamanan untuk memastikan kapan aksi tersebut akan digelar. “Karena, Kedubes ini merupakan objek vital oleh kemananan. Jadi harus di awasi oleh pihak kemanan juga,” ujarnya.

    Dalam aksi ini, menurutnya pihak keamanan yang menjadi acuan. “Orang-orang sudah siap, sudah final di tingkat pengurus,” ucap Kamilov pasti.

    Menurut Kamilov, aksi pelemparan BlackBerry ternyata mendapatkan dukungan yang besar. “Tidak hanya dari pribadi yang mendukung, bahkan operator pun juga banyak yang memberikan dukungan,” kata Kamilov.

    Kamilov juga menyatakan, aksi ini tidak di sponsori oleh pihak manapun, “Aksi ini murni berdiri di kaki sendiri.”

    http://berita.plasa.msn.com/teknologi/okezone/article.aspx?cp-documentid=5687310

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s