SPY WAR TELKOM DAN INDOSAT ?

Posted: Desember 8, 2011 in Telekomunikasi Indonesia Di Kisaran Tahun 2000-an

Oleh : H. Gempar Ikka Wijaya

ANALISA BERITA (May 20th, 2003)
SPY WAR TELKOM DAN INDOSAT ?

CUPLIKAN BERITA

1.Telkom Medan Tuding Indosat Mem-bypass Jaringan Miliknya (www.detik.com, 19 Mei 2003)

2.METRO TV “running text” (20.45-21.00 BBWI, 19 Mei 2003)

DESKRIPSI SINGKAT

Indosat dituding menabrak Undang-Undang No.36 Tahun 1999 tentang telekomunikasi dan beberapa Keputusan Menteri. Pelanggaran yang dilakukan adalah melakukan penyaluran trafik langsung dari dan ke pelanggan dengan mem-by pass jaringan Telkom. Padahal sampai saat ini Indosat belum memiliki lisensi untuk itu.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Wartel & Interkoneksi Telkom Divisi Regional I Sumatra, Johni Girsang didampingi Kepala Public Relations Maruasi Sinaga, Senin (19/5/2003)

Akibat pelanggaran yang dilakukan Indosat itu, Telkom Divisi Regional I Sumatra melakukan protes dan akan menyampaikan kasus pelanggaran ini kepada pihak regulator.
Kecurangan yang dilakukan Indosat itu, demikian dijelaskan Girsang, telah lama dideteksi Telkom yakni sejak awal tahun 2003 lalu. Telkom menemukan kecurangan dalam bentuk penyaluran trafik SLJJ dan SLI dengan mem-by-pass jaringan Telkom. Kecurangan Indosat itu tentu saja merugikan Telkom sebagai pemegang lisensi layanan lokal dan SLJJ.

Untuk kecurangan itu, pihak Telkom telah mengundang manajemen Indosat untuk membicarakan kecurangan yang terjadi sekaligus menunjukkan bukti-bukti yang dimiliki Telkom. Ketika itu pihak Indosat berjanji tidak akan mengulangi penyimpangan trafik yang mereka lakukan. “Tapi nyatanya, sampai saat ini Indosat terus melakukan kecurangan itu,” tegas Johni Girsang.

Menjawab pertanyaan tentang pelanggaran UU No,36 Tahun 1999 tentang telekomunikasi, dijelaskan Girsang bahwa pada pasal 22 undang-undang itu disebutkan; “setiap orang dilarang melakukan perbuatan tanpa hak, tidak sah, atau memanipulasi (a) akses ke jaringan telekomunikasi, dan atau (b) akses ke jasa telekomunikasi, dan atau (c) akses ke jaringan telekomunikasi khusus. Menurut Girsang, ini adalah pelanggaran serius yang dilakukan Indosat dengan melakukan perbuatan menyalurkan trafik tanpa hak.
Lebih rinci lagi, Johni Girsang mengatakan, perbuatan curang Indosat itu dilakukan dengan menarik langsung dari switching Indosat ke perangkat PABX pelanggan. Memang diakui bahwa Indosat sudah mendapat lisensi untuk lokal sejak April 2003, namun kecurangan itu, kata Girsang sudah dimulai jauh sebelum bulan April 2003, sedangkan lisensi SLJJ baru akan diperoleh Indosat pada Agustus 2003 mendatang.
Dengan demikian, sebut Girsang, menyalurkan trafik jasa SLJJ melalui Indosat Route, adalah pelanggaran terhadap Kepmen nomor 20/2001 pasal 2 ayat 2 yang menyatakan bahwa “penyelenggara jaringan telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 wajib mendapat ijin”. Ijin (lisensi) inilah yang belum diperoleh Indosat.
Dari hasil pemantauan di lapangan, pelanggan Telkom di beberapa kota di Sumatra, seperti Medan dan Batam, telah dipasangi alat yang dapat langsung terhubung ke Indosat. Walaupun pelanggan memutar kode akses di luar kode akses Indosat, akan tetapi kode akses tersebut dapat dimanipulasi sehingga tetap melalui jaringan Indosat tanpa diketahui pelanggan.

Girsang menambahkan, kecurangan yang dilakukan Indosat ini terpantau oleh Telkom karena naiknya jumlah penggunaan panggilan lokal dari Indosat. Telkom Kandatel Riau Daratan menemukan kecurangan yang dilakukan Indosat di dua perusahaan. Ketika ditanya, lokasi dan jumlah perusahaan di mana Indosat melakukan kecurangannya, Johni mengatakan di Medan ada 34 perusahaan, di Batam ada 5 perusahaan dan 3 warung seluler (warsel) milik Indosat, di Pekanbaru ada 2 perusahaan.

DISKUSI ANALISA

Pertentangan yang muncul antara Indosat dan Telkom memang masih terus berlangsung. Menjelang liberalisasi Telekomunikasi banyak sekali cara-cara teknis yang dipakai untuk mempertahankan transaksi pelanggan masing-masing operator.

Cara by pass yang dilakukan oleh Indosat seperti yang dituduhkan oleh Telkom sebenarnya juga pernah dipermasalahkan oleh Indosat. Sebelumnya Indosat juga pernah merasa di by pass pada saat lisensi layanan tertentu belum diberikan resmi oleh pemerintah.

Tidak adanya badan independen di luar pemerintah, regulator, operator dan oihak-pihak yang merasa berkepentingan dengan pemberian layanan kedua operator ini menjadi salah satu sumber persaingan kurang sehat yang muncul di lapangan.

Ditambah dengan lemahnya penegakan hukum yang dilakukan oleh pemerintah terhadap pihak yang mencoba-coba melanggar lisensi yang diberikan oleh pemerintah.

Pihak-pihak pemantau seperti KPU (komisi Persaingan Usaha) juga mengalami kesulitan untuk memahami apa yang sebenernya terjadi di lingkungan telekomunikasi, karena rumitnya masalah teknis yang menjadi latar belakang layanan yang diberikan oleh operator.

Mencari pihak independen yang kompeten yang menguasai bidang ini juga sangat susah. Sementara jika mengambil inisiatif dari kalangan akademis, yang terjadi adalah ketidak mampuan dunia akademis menyerap perkembangan teknologi yang jauh lebih cepat dari yang didapat di perguruan tinggi Indonesia.

REKOMENDASI

Regulator
Dirjen Postel sebagai juri dalam proses liberalisasi telekomunikasi harus segera berinisiatif untuk menyelesaikan masalah ini. Karena jika hal ini tidak dilakukan maka yang akan terjadi adalah brutalisme dan premanisme layanan kepada pelanggan melalui teknologi.

Operator
Hendaknya operator mengedepankan kejujuran dalam beroperasi.

User
Hendaknya ikut pro aktif melakukan proses check dan recheck perangkat yang dipasang oleh operator kepada pesawat teleponnya agar tidak dirugikan oleh operator

Analis [ Gempar Ikka Wijaya ]  http://www.systemicgroup.com

Iklan
Komentar
  1. Andi Aryatno berkata:

    Follow blog’ku ya, ntar pasti aku follback, ini blog’ku http://andiweb3.wordpress.com atau lebih singkatnya http://www.andiweb.co.nr
    🙂

  2. pasarbarubandung berkata:

    Bagus juga ini tulisan-tulisan Telco lama ya jadi ingin tahu lebioh banyak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s