Secara Teknis : Tidak Bisa Mencegah Bisnis ISP Illegal Di Indonesia

Posted: Desember 8, 2011 in Telekomunikasi Indonesia Di Kisaran Tahun 2000-an

Oleh : H. Gempar Ikka Wijaya

ANALISA BERITA (May 23rd, 2003)
Secara Teknis : Tidak Bisa Mencegah Bisnis ISP Illegal Di Indonesia

CUPLIKAN BERITA
Bisnis ISP Jangan Gelap-gelapan! (www.detik.com, 22 Mei 2003)

DESKRIPSI SINGKAT

Persaingan bisnis penyedia jasa internet (ISP) di Indonesia berlangsung cukup ketat. Di daerah, kondisi ini diperburuk oleh adanya ISP yang beroperasi tanpa lisensi.
Awalnya, keberadaan ISP gelap ini diketahui dari laporan-laporan ISP yang beroperasi di daerah-daerah, termasuk ISP di Jakarta yang memiliki cabang ke daerah. Hal tersebut diungkapkan Heru Nugroho, Sekjen APJII, Rabu (21/05/2003).
鉄ekarang ini di lapangan, banyak tumbuh institusi-institusi yang beraktifitas seperti ISP, tapi tidak berlisensi,・ungkap Heru. Menurutnya, hal tersebut menjadikan kondisi kompetisi bisnis ISP tidak sehat karena ISP 組elap・itu tidak memiliki kewajiban untuk membayar pajak ataupun pengeluaran formal lainnya.
Setidaknya ada 10 ISP gelap yang telah diketahui keberadaannya oleh APJII, tiga diantaranya di Surabaya, dua di Makassar dan lima di Yogyakarta. ISP gelap ini meresahkan karena mereka, layaknya ISP resmi, berjualan akses internet untuk kantor-kantor, warung internet maupun layanan secara dial-up.
Menurut Heru, sebenarnya para pengelola ISP maupun APJII tidak berkeberatan dengan adanya persaingan, asalkan secara jujur dan adil. 適ita tidak menyarankan mereka ditertibkan, tetapi beri kesempatan untuk mendapatkan lisensi (dijadikan formal),・kata Heru.
Ada kemungkinan ISP gelap ini tidak ingin dijadikan bisnis formal, karena menikmati kondisinya sekarang yang tanpa kewajiban pajak atau yang lainnya. 笛angan bisnis ISP kalau hanya mau merusak tatanan industri,・tegas Heru menyikapi kemungkinan tersebut.
APJII akan menjadikan permasalahan ini salah satu fokus perhatian dalam Rapat Kerja Nasional APJII yang akan diselenggarakan Rabu (28/05/2003).

DISKUSI ANALISA

APJI memang bukan satu-satunya asosiasi yang boleh menyuarakan tentang ISP di Indonesia. Ada juga ISP berlisensi yang beroperasi di Indonesia yang tidak masuk dalam Asosiasi ini.
Akan tetapi apa yang disuarakan APJII adalah hal yang harus diperhatikan oleh para penegak regulasi IT di Indonesia. Jika konsisten meregulasi dunia IT maka kegiatan-kegiatan di luar pagar regulasi seperti ini harus bisa diselesaikan oleh regulator.
Dari sisi teknis apa yang dilakukan oleh beberapa ISP illegal yang disebut-sebut oleh APJII adalah kejadian yang sama sekali tidak bisa dibendung. Dengan adanya pasokan modal yang cukup, untuk mendapatkan akses internet atau bahkan menjual kembali layanan akses internet bukanlah monopoli asosiasi seperti APJII saja. Jika Indonesia memiliki IIX yang menjadi gerbang internet Indonesia, dari sisi teknis sebenarnya tidak ada sama sekali batasan apa saja yang membuat pengelola jasa internet harus terhubung ke IIX misalnya.
Dari sisi regulasipun sebenarnya proses pembatasan yang sedang dan akan dilakukan sangat sulit. Sebagai contoh ketika membahas open sky policy yang berkaitan dengan sinyal satelit. Kebijakan ini adalah salah satu lobang regulasi yang sama sekali tidak bisa ditutup oleh regulator di Indonesia. Para pemberi layanan ISP via satelit dari satelit asing yang ada di GSO di atas Indonesia bisa menjual layanan ke Indonesia tanpa sama sekali bisa disentuh oleh hukum yang dibuat oleh regulator di Indonesia. Bukan hanya layanannya akan tetapi bahkan usahanyapun tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun. Apalagi jika kemudian layanan yang diberikan ini diberi embel-embel close user gorup.
Di sisi lain layanan 堵round・ISP di Indonesia saat ini memang menjadi sebuah usaha yang harus mendapatkan lisensi resmi dari Dirjen Postel.
Menjadi sebuah hal yang sangat tidak efektif jika sebuah layanan yang bisa dilakukan dan dibangun di mana saja oleh siapa saja yang mampu, dipusatkan lisensinya pada satu lembaga regulasi seperti Dirjen Postel.
Pola pemberian lisensi seperti ini memberikan efek yang kurang sehat untuk meningkatkan penetrasi internet di Indonesia. Demikian juga pola-pola peng-uni-polar-an profesionalisme internet pada satu dua lembaga assosiasi yang menjadikan dirinya sebagai wakil resmi komunitas internet Indonesia, misalnya.
Kebutuhan akses internet yang muncul serempak di seluruh Indonesia tidak akan mampu dipenuhi oleh asosiasi-asosiasiseperti ini yang kebanyakan hanya menumpukkan kegiatan di Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia. Demikian juga jika lisensi kemudian hanya dipusatkan di sebuah lembaga pusat Dirjen Postel yang praktis selama ini mengurus segala hal yang berkaitan dengan telekomunikasi dan sama sekali tidak punya pengalaman dan kompetensi dalam mengurus bidang-bidang teknologi informasi yang jauh berbeda denganbidang telekomunikasi.
Kebutuhan yang besar pada akses internet sebenarnya adalah motif utama munculnya layanan-layanan illegal seperti ini. Kebutuhan yang besar ini dihambat oleh beratnya mendapatkan lisensi sebagai penyedia jasa internet. Ditambah dengan proteksi kuat yang dilakukan oleh komunitas internet Indonesia.
Mencari solusi dengan melihat sebab-sebab seperti ini hendaknya dilakukan oleh para pengambil keputusan di lingkungan komunitas internet Indonesia

REKOMENDASI

Dirjen Postel
Direkomendasikan untuk melepas birokrasi yang berbelit berkaitan dengan ijin lisensi layanan penyedia jasa internet ini.
Skenario kedua yang sangat memungkinkan untuk dipakai adalah dengan menghidupkan kembali konsep pelimpahan peran kepada daerah (kabupaten/kota/propinsi) sebagai pemberi lisensi di daerah seperti yang diamanatkan oleh UU No.36/1999 tentang Telekomunikasi.

Analis [ Gempar Ikka Wijaya ] (www.systemicgroup.com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s