Regulasi Dengan Mengikutkan Industri ICT

Posted: Desember 8, 2011 in Telekomunikasi Indonesia Di Kisaran Tahun 2000-an

Oleh : H. Gempar Ikka Wijaya

ANALISA BERITA (May 13th, 2003)
Regulasi Dengan Mengikutkan Industri ICT

CUPLIKAN BERITA
Giri Suseno: Regulasi Minimal Tumbuhkan Industri Telekomunikasi (www.detik.com :Selasa, 13 Mei 2003)

DESKRIPSI SINGKAT

Perkembangan di bidang Teknologi Komunikasi dan Informasi (ICT) sering terjadi tanpa diduga-duga. Pemerintah sebagai pembuat peraturan sebaiknya menerapkan regulasi minimal agar mendorong tumbuhnya Industri Telekomunikasi.
Hal tersebut disarankan oleh Giri Suseno, mantan Menteri Perhubungan yang kini menjabat Ketua Umum Masyarakat Telematika (Mastel), dalam Ceramah Ilmiah 鄭lternatif Komunikasi Melalui Internet Teleponi untuk Keperluan Publik (ITKP)・yang diadakan di Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Perhubungan, Jakarta, Selasa, (13/05/2003).
Menurut Giri, pemerintah sebagai pembuat regulasi perlu memprediksi peta perkembangan teknologi. 釘ila peta teknologinya belum dapat diprediksi, sebaiknya menganut rezim less regulated supaya teknologi dibiarkan berkembang dan menemukan jenis-jenis layanannya yang spesifik,・kata Giri.
Giri memperingatkan bahwa di masa depan, konvergensi antara teknologi telekomunikasi dan teknologi informasi (seperti jaringan Internet) akan semakin mengaburkan jarak antara keduanya. 泥i masa depan, trend yang terjadi, jaringan akan berubah menuju jaringan berdasarkan internet protocol (IP),・imbuh Giri.
Seperti diketahui ITKP adalah pengembangan dari teknologi VoIP, yaitu pengiriman data suara melalui jaringan internet. 的TKP menghubungkan antara jaringan IP dengan PSTN, sehingga masyarakat luas dapat menggunakan (VoIP) melalui pesawat telepon biasa,・kata Taufik Hasan, peneliti dari Risti (Pusat Riset Telekomunikasi Indonesia) PT.Telkom dalam acara yang sama.
Mengenai regulasi di bidang ITKP yang antara lain diatur oleh pemerintah melalui Keputusan Menteri (KM) No.23 Tahun 2002, Giri menyayangkan beberapa hal dalam implementasinya. 鉄alah satu masalah utama adalah, proses pemberian ijin (untuk 叢ilot project・ yang tidak transparan,盃jarnya.
Seperti diketahui, melalui KM No.23 Tahun 2002 telah ditetapkan lima perusahaan yang diperbolehkan menjadi penyedia ITKP dan 12 perusahaan sebagai reseller. Keputusan pemerintah tersebut dipandang Giri sebagai hal yang menyulitkan karena berdasarkan KM No.21 Tahun 2001, jumlah penyelenggara VoIP tidak dibatasi. ・KM 21) menyatakan bahwa ITKP termasuk jasa multimedia,・kata Giri.
Berdasarkan pengalamannya sebagai pejabat di Departemen Perhubungan, Giri menekankan pentingnya transparansi dalam setiap proses perijinan serta dilakukannya perumusan kebijakan yang disertai peran serta masyarakat. 適enapa mereka protes? Karena tidak terlibat dalam proses pengambilan keputusan,・Giri memaparkan

DISKUSI ANALISA

Memposisikan regulasi ICT di sebuah negara yang tidak memiliki kemampuan pengembangan ICT memang sangat menyulitkan. Selayaknya sebuah regulasi dibuat dengan mempertimbangkan kemungkinan berkembangnya teknologi ini di masa depan. Akan tetapi jika yang membuat regulasi tidak mengerti peta dan arah perkembangan teknologi informasi empat lima tahun ke depan atau bahkan dua puluh tahun ke depan, maka regulasi yang dibuatpun akan menjadi regulasi yang semakin membuat ketidakjelasan aturan main teknologi itu sendiri. Usulan yang diungkapkan oleh Ketua Mastel memang cukup masuk akal.

Akan tetapi membuat sebuah industri yang dikembangkan dengan beragam standar teknis yang detil berkembang sendirian tanpa aturan jauh lebih berbahaya lagi. Membuat industri ICT yang memiliki aturan sangat sedikit malah berpotensi membuat kekacauan operasional teknologi informasi itu sendiri.

Dalam kondisi regulasi dan regulator seperti di Indonesia memang less regulated bisa memberikan jalan keluar sementara. Akan tetapi dalam jangka menengah akan muncul kekacau balauan operasional teknis. Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan jika akan membuat sebuah kondisi yang less regulated. Karena dalam kenyataannya semua perangkat yang digunakan untuk mendukung ICT sendiri harus menggunakan standar sangat detil yang untuk membuat standar inipun diperlukan banyak perjanjian internasional untuk membangunnya. Kecuali jika less regulated ini difokuskan hanya pada lingkungan penerapan atau lingkungan bisnis. Model bisnis/cara layanan yang sama sekali tidak tergantung pada teknologi.

Salah satu solusi yang paling tepat sebenarnya adalah dengan membentuk Badan regulasi mandiri yang memasukkan unsur-unsur regulator lama dan unsur industri baru dalam badan regulasi mandiri ini. Ini adalah salah satu pemecahan utama ketika sebuah regulasi akan disusun. Unsur pembentuk regulator lama harus dalam hal ini Dirjen Postel harus diikutsertakan karena unsur ini yang selama ini memegang kendali pembentukan regulasi.

Satu unsur lain yang harus masuk adalah unsur professional/praktisi, dan unsur akademis. Dua unsur inilah yang akan ikut mampu memprediksi perkembangan teknologi ke depan. Dua pilar ini bisa menjadi solusi ketika sebuah perkembangan teknologi tidak mampu dijangkau oleh regulator.

REKOMENDASI

Bukan merupakan tindakan bijaksana membuat sebuah regulasi minimal di sebuah negara yang menjadi konsumen dari produk ICT. Karena posisi negara seperti ini berpotensi menjadi muara dari berbagai macam standar teknologi yang ada di seluruh dunia. Justru regulasi yang ada di Indonesia harus maksimal. Dengan syarat utama mengikut sertakan lingkungan yang tepat dalam menyusun regulasi tersebut.

Less regulated hanya tepat dipakai untuk mengatur tata cara bisnis, dan tidak akan bagus jika digunakan di luar aturan atau tata cara lingkup bisnis yang berkait erat dengan kembangan teknologi.

Analis [ Gempar Ikka Wijaya ] http://www.systemicgroup.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s