Implementasi Teknologi 3G di Indonesia : Antara Cita-Cita Dan Realitas

Posted: Desember 8, 2011 in Telekomunikasi Indonesia Di Kisaran Tahun 2000-an

Oleh : H. Gempar Ikka Wijaya

ANALISA BERITA (October 8th, 2003)
Implementasi Teknologi 3G di Indonesia : Antara Cita-Cita Dan Realitas

CUPLIKAN BERITA
PT Cyber Access Communication Menang Tender 3G (www.detik.com, 8 Oktober 2003)

DESKRIPSI SINGKAT

Dirjen Postel menentukan pemenang tender pengadaan layanan 3G di Indonesia kepada PT CAC yang menyisihkan 5 pesaing tender yang lain.

PT Global Media Selluler, PT Astratel Nusantara, PT Catur Surya Lestari, PT Surya Waringin Mas, PT Tira Austenite mendapatkan penilaian tender yang lebih rendah dari PT CAC.

Menurut Djamhari Sirat proses penilaian tender didasaarkan kepada adanya kemampuan finansial terbaik, mitra afiliasi yang berbobot, rencana teknis dan usaha yang matang, rencana riset dan pengembangan, rencana pengadaan SDM, penggunaan sumber daya dalam negeri, serta adanya pengalaman dan tanggung jawab tinggi dari perusahaan.

Proses tender ini dimulai pada tanggal 30 Juniyang lalu yang dimulai dari pendaftaran peserta tender yang tercatat 11 perusahaan, kemudian proses penentuan kelayakan pengambilan dokumen yang hanya diijinkan untuk 10 perusahaan, serta proses pengambilan dokumen yang ternyata hanya diikuti oleh 6 perusahaan.

PT Cyber Access Communication sendiri menurut sumber detik adalah bagian dari PT Charoen Phokphan Indonesia yang bermitra dengan Telecom Asia Orange. Sedangakan TA Orange sendiri merupakan perusahaan yang dibangun oleh Charoen Phokphan Group dengan Verizon Commmunication (Merger Bell Atlantic dengan GTE), operator telekomunikasi wireline dan wireless dari Amerika Serikat.

TA Orange dengan demikian telah mengungguli Hutchinson, Telecom Malaysia, Korean Telecom, China Unicom, dan Telecom Italia yang disebut-sebut sebagai mitra peserta tender yang lain.

DISKUSI ANALISA

Tender 3 G di Indonesia termasuk kegiatan yang cukup tertinggal dibandingkan dengan kegiatan serupa yang dilakukan di beberapa lokasi negara dunia.

Kegiatan tender pengadaan 3G ini sempat booming di pertengahan tahun 2000 sampai mendekati awal tahun 2002 yang lalu.

Layanan 3G menjadi salah satu layanan yang potensial menjadi layanan multimedia bergerak yang menjanjikan di masa mendatang.

Akan tetapi kegiatan tender yang dilakukan di beberapa lokasi negara di dunia sempat mengalami penurunan peminat, bahkan sampai akhir tahun 2003 ini peminatan terhadap implementasi layanan ini terus turun.

Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah belum adanya contoh implementasi teknologi berbasis 3G yang benar-benar sukses di dunia. Implementasi teknologi sekelas 3G yang paling sukses dilakukan saat ini baru berhasil dilakukan oleh Jepang dengan NTT Do Co Mo-nya. Itupun teknologinya tidak memakai platform 3G yang berbasis GSM.

Kesiapan pasar yang masih belum dewasa di Indonesia juga kendala lain yang potensial munculk di Indonesia. Implementasi teknologi antara 2,5G atau 2G yang menyusul teknologi generasi pertama GSM (1G) juga masih dalam tahap penjajagan pasar. Belum ada pasar yang cukup besar yang menggunakan teknologi antara generasi kedua atau 2.5G di lingkup GSM. Kekurangan ini ditopang oleh kondisi geografis Indonesia yang sangat tersebar luas membuat lingkup pasar potensial yang dapat menerima layanan 3G juga akan sangat terbatas di beberapa lokasi kota di Indonesia saja. Bahkan bisa jadi layanan ini hanya potensial di terima di kota Jakarta, Surabaya, Bandung, Malang, Yogyakarta, Medan, dan beberapa kota lain secara terpencar. Di dalam kota-kota itupun hanya ada beberapa lokasi yang akan potensial bisa menerima layanan 3G.

Biaya pengadaan teknlogi yang mahal dan kondisi pasar yang belum mendukung cukup potensial menjadi kendala implementasi teknologi ini. Belum lagi ditambah semakin banyaknya teknologi yang mulai bermain di pasar telco. Teknologi CDMA yang mulai ditawarkan dalam mode mobile wireless oleh Telkom, Indosat, dan beberapa pemain potensial lain bisa menjadi batu sandungan lain yang patut diperhatikan.

REKOMENDASI

Layanan 3 G masih potensial dikembangkan di Indonesia. Akan tetapi dibutuhkan studi pasar yang sangat detil untuk mencegah gagalnya layanan ini pasar. Pasar dengan level menengah ke atas dan level pasar penggunan professional dan generasi muda menjadi pasar potensial yang bisa digarap dengan baik pada saat implementasi.

Analis [ Gempar Ikka Wijaya ] (www.systemicgroup.com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s