Adakah sinergi positif antara Telkom dan para penyedia layanan internet (ISP) ?

Posted: Desember 8, 2011 in Telekomunikasi Indonesia Di Kisaran Tahun 2000-an

Oleh : H. Gempar Ikka Wijaya

ANALISA BERITA (April 7th, 2003)
Adakah sinergi positif antara Telkom dan para penyedia layanan internet (ISP) ?

CUPLIKAN BERITA
禅elkomNet Instan bukan untuk saingi PJI・Bisnis Indonesia, 7 April 2003)

DESKRIPSI SINGKAT

Manajemen PT Telkom menyatakan layanan akses Internet tanpa mendaftar TelkomNet Instan tidak ditujukan untuk berhadapan secara langsung dengan bisnis Penyelenggara Jasa Internet (PJI) pada umumnya.

Direktur Utama Telkom Kristiono menegaskan TelkomNet Instan sejak semula dibangun tidak untuk dibenturkan dengan penyelenggara jasa internet lainnya. 葱ebanyakan PJI atau ISP itu kan bermain di kota relatif besar, sedangkan TelkomNet Instan itu kan beroperasi di seluruh Indonesia. Jadi sebenarnya Instan ini lebih banyak digunakan untuk melengkapi layanan para PJI,・ujarnya disela-sela penjelasan mengenai kinerja keuangan Telkom akhir pekan lalu.

Kristiono menyatakan Segmen yang dibidik oleh Telkom berbeda dengan garapan para PJI, sebab TelkomNet Instan melakukan penjualan secarta ritel berbasis pulsa dengan sasaran para pengguna pemula. 鍍arif TelkomNet Instan hanya kompetitif untuk penggunaan sekitar delapan jam hingga sembilan jam. Jika lebih dari itu lebih murah menggunakan akses Internet berlangganan. Sementara Telkom sendiri tidak punya layanan Internet belangganan,・tambahnya.

Menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, Telkom melalui Divisi Multimedia merupakan pemain terbesar dalam bisnis Internet Indonesia. Divisi Multimedia Telkom melalui Telkomnet Instan dan Astinet menguasai sekitar 57% pasar internet Indonesia. Pelanggan Internet Indonesia hingga akhir 2002 diperkirakan mencapai 685.000 orang.

TelkomNet Instan yang dikelola oleh Divisi Multimedia Telkom dan saat ini menjangkau sekitar 4,7 juta SST pelanggan Telkom. Divisi Multimedia Telkom tahun lalu menjalin kerja sama dengan SingNet, anak perusahaan Singapore Telecommunications (SingTel), untuk optimalisasi jaringan atau peering.

TelkomNet Instan yang maksimal berkecepatan 56 kbps saat ini sudah menjangkau lebih 187 kode area yang seperlimanya berada di kawasan Indonesia Timur.

DISKUSI ANALISA

Dengan penguasaan 57% pasar internet Indonesia dapat dikatakan Telkom merupakan pemain besar dalam bisnis Internet Indonesia, penguasaan pasar tersebut mungkin akan semakin meningkat jika jangkauan layanan TelkomNet Instan yang dikelola oleh Telkom juga meningkat hingga menjangkau seluruh kapasitas SST yang telah dimilikinya.

Hal ini lebih sangat mungkin terealisasi karena Telkom sudah menjalin kerjasama dengan Sing Tel melalui SingNet dalam hal optimalisasi jaringan atau peering.

Jika optimalisasi jaringan untuk layanan TelkomNet Instan sudah dapat menjangkau semua pelanggan Telkom yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia maka secara otomatis prosentase penguasaan Telkom terhadap jasa internet akan meningkat pula baik dari segi jumlah pelanggan maupun dari segi pendapatan. Hal ini tentunya sesuai dengan strategi bisnis Telkom di bidang layanan jasa internet yaitu melakukan penjualan secara ritel berbasis pulsa dengan sasaran para pengguna pemula dan berdasarkan sumber daya yang dimiliki oleh Telkom dapat beroperasi di seluruh Indonesia.

Dengan kondisi riil seperti diatas dimana Telkom lebih menguasai pasar jasa internet Indonesia jika dibandingkan dengan PJI atau ISP yang beroperasi di kota-kota besar saja dan menggunakan metode layanan yang berbeda yaitu dengan akses internet berlangganan, dapat dikatakan layanan yang diberikan oleh kedua belah pihak tersebut saling melengkapi atau bersifat komplementer.

Namun dengan penguasaan pasar yang semakin meningkat oleh Telkom dari waktu ke waktu mestinya kondisi ini harus membuat PJI atau ISP mawas diri. Memang tidak semua pangsa pasar baik di tingkat corporate maupun individu yang selama ini dilayani oleh para ISP akan tersedot oleh Telkom tetapi setidaknya para ISP juga harus memperhatikan tingkat penetrasinya terhadap segmen pelanggan corporate maupun individu jika tidak ingin mengalami stagnasi dalam pertumbuhan pendapatannya.

Apalagi jika lebih dimengerti lagi kondisi teknis lain yang saat ini sangat menghantui layanan yang diberikan ISP kepada para pelanggannya. Keterbatasan pemilikan jaringan oleh ISP adalah masalah lain yang selama ini mendominasi semua permasalahan persaingan antara telkomnet dengan ISP lain. Hampir 100 persen jaringan saat ini dimiliki oleh PT Telkom, dan hampir 100 persen ISP mendeliver layanan kepada para pelanggannyanya melalui jaringan yang dimiliki oleh PT Telkom. Akan mudah dihitung bahwa seberapa bagusnya layanan ISP akan dengan mudah disaingi oleh Telkom. Latar belakang ini juga yang membawa komunitas ISP Indonesia membawa masalah ini ke KPU (Komisi Persaingan Usaha), mereka menuduh Telkom telah melakukan monopoli dalam layanan internet. Beberapa ISP memang berupaya membangun backbone jaringan di luar jaringan milik PT Telkom, akan tetapi membangun sebuah jaringan bukanlah sebuah hal yang sederhana. Ancaman Investasi yang besar menghadang langkah mereka. Belum lagi rintangan dari regulasi yang membatasi para penyedia jasa telekomunikasi dengan para penyedia jaringan telekomunikasi. Ijin ISP di pemerintah bukanlah ijin penyedia jaringan telekomunikasi, akan tetapi ijin yang mereka dapat adalah ijin penyedia jasa. Pembangunan jaringan oleh mereka sendiri berpotensi menyeret ISP ke kancah masalah regulasi baru. Meski beberapa inovasi regulasi saat ini telah dilakukan oleh pemerintah. Ijin memakai frekuensi 2,4 Ghz untuk WLAN (Keputusan Dirjen Postel No.241/2000) adalah salah satu pintu keluar. Meski belum sepenuhnya tuntas.

ISP sebaiknya merumuskan strategi yang jitu dalam upaya meningkatkan penetrasi pasar terutama untuk segmen pelanggan individu, karena pelanggan dari segmen ini masih cukup potensial untuk dikembangkan baik di kota-kota besar dimana para ISP telah beroperasi selama ini maupun di kota-kota lainnya.

Ada beberapa faktor lain yang perlu diperhatikan oleh para ISP untuk bisa menarik atau mempertahankan pelanggan sektor individu ini yaitu faktor teknis dimana pelanggan pada umumnya lebih menyukai teknik instalasi yang mudah dan sederhana, kecapatan akses yang tinggi juga menjadi salah satu catatan penting yang akan mendukung faktor teknis ini. Kemudian faktor harga yang mana para ISP harus bisa meyakinkan pelanggan bahwa ditinjau dari perhitungan ekonomi maka dengan akses internet berlangganan ini biaya yang dikeluarkan oleh pelanggan akan lebih efisien juga dalam hal fitur yaitu sampai sejauh mana kelebihan yang ditawarkan oleh para ISP dibandingkan dengan layanan yang diberikan oleh Telkom.

REKOMENDASI

PJI atau ISP
—————
Para ISP masih memiliki peluang untuk meningkatkan pertumbuhannya melalui strategi pemasaran yang intensif baik di kota-kota besar maupun di kota-kota lain. Dengan upaya-upaya pemasaran yang serius dari para ISP akan membuat calon pelanggan memiliki pilihan dalam koneksi internetnya, apakah menggunakan layanan dari Telkom atau melalui ISP tertentu dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Pembangunan jaringan baru khusus untuk pelanggan mereka juga salah satu opsi yang dipilih. Beberapa teknologi baru bisa menjadi pilihan oleh para penyedia jasa layanan ini. Bahkan beberapa teknologi yang muncul memberikan jaminan adanya pembebasan dari regulasi Indonesia. Belum ada satu regulasipun yang membahas teknologi backbone baru ini. Akan tetapi langkah yangsama juga potensial mampu dilakukan oleh telkomnet.

REGULATOR
——————
Bisnis pelayanan jasa internet yang dilakukan oleh Telkom dan para ISP yang sifatnya komplementer ini idealnya bisa berdampak baik bagi perkembangan internet di tanah air dimana dengan metode pelayanan yang berbeda apabila masing-masing provider mengalami peningkatan dalam pertumbuhan pelanggannya maka akan semakin meluas pula pula penggunaan internet ini di seluruh lapisan masyarakat. Akan tetapi dalam realisasinya di Indonesia hal sifat komplementer ini tidak terjadi dengan baik.

Regulator hendaknya bisa memberikan dorongan atau intensif tertentu bagi para ISP yang bersedia turun untuk melayani akses internet masyarakat sampai ke seluruh kota-kota di tanah air. Dimana pada akhirnya seluruh layanan akses internet yang diberikan oleh Telkom maupun para ISP dapat bersinergi positif dan memberikan dampak yang menguntungkan bagi semua pihak. Bertindak lebih netral adalah salah satu hal yang dapat dilakukan oleh regulator yang selama ini dianggap selalu berat sebelah ke arah para incumbent.

Analis [ Gempar Ikka Wijaya ] http://www.systemicgroup.com

Iklan
Komentar
  1. Andi Aryatno berkata:

    Follow blog’ku ya, ntar pasti aku follback, ini blog’ku http://andiweb3.wordpress.com atau lebih singkatnya http://www.andiweb.co.nr
    🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s