Oleh : 

Gempar Ikka Wijaya

 

kartun-berkelahi-kekerasan

Kasus Indosat-IM2 dan Kejaksaan Agung yang menyoroti  penyalahgunaan frekuensi 3G milik pemerintah yang dilelang dan dibeli oleh Indosat menjadi cukup rumit. Beberapa pengamat memandang langkah kejaksaan Agung adalah langkah yang tepat, yang lain mamandang keberaan Kominfo menjadi tidak jelas di mata Undang-Undang Telekomunikasi.

Sebenarnya fungsi yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung adalah sebuah amanah yang bermuara dari azas trias politika dalam bidang Hukum Telekomunikasi. Dalam Azas trias politika dikenal adanya unsur legislative, yudikatif, dan eksekutif. DPR memerankan fungsi legislasi, sementara pemerintah menjalankan fungsi eksekutor, dan Lembaga Kejaksaan Agung menjalankan fungsi Yudikatit.

Dalam ranah telekomunikasi peran Kominfo menjadi lembaga super body Telekomunikasi telah diketahui oleh semua pemain telekomunikasi. Legislatif aturan diproduksi oleh Kominfo, demikian juga proses eksekutor dilakukan sendiri, bahkan fungsi yudikatif pun dilakukan pada beberapa kasus hukum. BRTI (badan regulator independen Telekomunikasi) yang menjadi salah satu badan pembuat regulasi (fungsi legislative) pun di ketuai oleh salah satu Dirjen di Kominfo.

Sebagai ranah hukum khusus, peran super yang diperankan oleh Kominfo di bidang telekomunikasi, seperti tiba-tiba diserobot oleh Kejaksaan Agung dalam kasus pemakaian frekuensi Indosat oleh anak perusahaannya sendiri IM2.

Akan tetapi acungan jempol malah sebaliknya diberikan kepada Kejaksaan Agung. Karena keberaniannya melakukan proses hukum ke ranah hukum telekomunikasi yang notabene adalah ranah hukum teknis yang jauh dari pemahaman hukum Kejaksaan Agung.

Kasus Indosat dan IM2 dalam memanfaatkan frekuensi 3 G ini sebenarnya dapat dilihat dengan sederhana. Dalam hukum Negara, mereka yang menyewa frekuensi, maka merekalah yang harus mengoperasikan di lapangan. Jika hal ini tidak dilakukan maka secara sederhana dapat langsung terbukti bahwa telah terjadi kesalahan dalam implementasi hukum.

Negara hanya mengenal Indosat sebagai penyewa frekuensi, maka jika ada perusahaan lain yang beroperasi di lapangan, maka operasionalisasi perusahaan tersebut adalah illegal. Penyelenggara jaringan telekomunikasi (Indosat) harus membangun seluruh jaringan telekomunisi yang direalisasian dari frekuensi yang disewanya. Jika hal ini tidak dilakukan maka telah terjadi sebuah proses pelanggaran hukum.

Dalam persidangan akan dibuktikan apakah IM2 terbukti menggelar jaringan atau hanya memberikan jasa semata. Jika terbukti  IM2 menggelar jaringan maka gugurlah sudah alasa yang selama ini diungkapkan oleh IM2 bahwa mereka hanya menyewa jaringan dari Indosat.

Demikian juga 280 ISP lain yang ada di Indonesia akan mengalami ancaman hukuman yang sama. Kuncinya hanya satu apakah penyelenggara jasa hanya menyeenggarakan jasa saja tanpa menggelar jaringan, jika gelar jaringan dilakukan, maka penyelenggara jasa akan terkena dampak wajah ganda UU No.36/1999 tentang Telekomunikasi.

Dalam kenyataannya hamper tidak ada penyelenggara jasa yang tidak menggelar jaringannya sendiri. Ketika mereka menyewa frekuensi dari penyelenggara jaringan telekomunikasi, maka dalam realitasnya mereka juga melakukan proses gelar jaringan. Sementara dalam UU.N0.36/1999 tentang telekomunikasi telah dipisahkan dengan tegas penyelenggara jaringan dan penyelenggara jasa.

Sementara Kominfo sendiri akan menghadapi masalah serius ketika tafsir Undang-Undang yang dipercaya oleh mereka (termasuk dipercaya oleh Mastel, dan BRTI) ternyata harus berhadapan dengan tafsir lain yang jauh lebih lugas. Akan terdapat banyak aktivitas operasional yang selama ini didukung oleh Kominfo, Mastel, dan BRTI yang berhadapan dengan ranah hukum.

Ketika tafsir hukum Kejaksaan Agung terhadap UU Telekomunikasi memenangkan keadilan hukum di persidangan, maka akan ada rentetan keruntuhan besar dalam tafsir Undang-Undang Telekomunikasi yang selama ini telah dipatenkan di lembaga super body Telekomunikasi sekelas Kominfo.  Fungsi trias politica Telekomunikasi yang selama ini ditejemahkan, dipegang, dan dioperasikan  secara tunggal oleh Kominfo akan menghadapi sebuah prinsip trias politika Negara yang jauh lebih terbuka lagi.

 

PETIKAN BERITA :

 

Kasus Indosat-IM2

Indosat Minta Kejagung Pertimbangkan Surat Menkominfo

Susetyo Dwi Prihadi – detikinet

Senin, 03/12/2012 16:40 WIB

 

http://inet.detik.com/read/2012/12/03/161021/2108013/328/indosat-minta-kejagung-pertimbangkan-surat-menkominfo?id771108bcj

 

Jakarta – Kejaksaan Agung menetapkan satu nama lagi dari kasus frekuensi 3G di 2,1 GHz antara Indosat dan Indosat Mega Media (IM2). Apa tanggapan Indosat dengan munculnya nama tersangka baru yang berinisial JS ini?

“Kami tetap berkomitmen menghormati dan patuh kepada hukum dan perundang-undangan yang berlaku,” kata Adrian Prasanto, Division Head Public Relations Indosat, saat dihubungi detikINET, Senin (3/12/2012).

Walaupun mengaku menghormati, Indosat tetap meminta Kejagung agar tetap mempertimbangkan surat dari Menkominfo Tifatul Sembiring yang menjelaskan bahwa kerjasama tersebut tidak ada indikasi pelanggaran undang-undang telekomunikasi.

Apalagi, surat dengan nomor T-684/M.KOMINFO/KU.O4.01/11/2012 tersebut juga ditembuskan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono, Menko Polhukam, Menko Perekonomian, Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

“Patut pula dipertimbangkan, merujuk pada pernyataan regulator dan pelaku industri, bahwa kerjasama antara Indosat dan anak usaha IM2 sudah sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku,” kata Pras lagi.

Sebelum JS, Kejagung telah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan No.PRINT-04/F.2/Fd.1/01/2012 tertanggal 18 Januari 2012. Dalam surat perintah penyidikan itu disebutkan pula tersangka kasus penyalahgunaan jaringan frekuensi 2,1 GHz milik Indosat berinisial IA.

Ia diduga melakukan penyalahgunaan jaringan bergerak seluler frekuensi 2,1 GHz/3G milik Indosat yang diakui sebagai produk IM2. Padahal, IM2 yang dipimpin IA dianggap tidak pernah mengikuti seleksi pelelangan pita jaringan bergerak seluler frekuensi 2,1 GHz/3G.

IM2 sendiri menyelenggarakan jaringan itu melalui kerja sama yang dibuat antara Indosat dengan IM2 — yang notabene adalah anak perusahaan dari Indosat sendiri. Meski demikian, menurut Kejagung, IM2 tetap dianggap telah menyelenggarakan jasa telekomunikasi jaringan bergerak seluler frekuensi 3G tanpa izin pemerintah.

Kasus ini bermula ketika LSM Konsumen Telekomunikasi Indonesia (KTI) yang dipimpin oleh Denny AK melaporkan dugaan penyalahgunaan jaringan bergerak seluler frekuensi 2,1 GHz/3G yang dilakukan Indosat dan IM2 ke Kejati Jawa Barat. Namun, karena locus delicti-nya tidak hanya di Jawa Barat, penyelidikan kasus ini pun diambil alih oleh Kejagung.

Denny AK sendiri baru saja ditetapkan bersalah dan divonis 1 tahun 4 bulan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat atas kasus pemerasan terhadap Indosat.

( tyo / rou )

 

 

Surat Menkominfo Tak Direspons, Mastel Sesalkan Sikap Kejagung

Ardhi Suryadhi – detikinet

Senin, 03/12/2012 13:23 WIB

http://inet.detik.com/read/2012/12/03/115043/2107666/328/surat-menkominfo-tak-direspons-mastel-sesalkan-sikap-kejagung?id771108bcj

 

Jakarta – Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Setyanto P. Santosa menyayangkan sikap Kejaksaan Agung yang tidak merespons surat klarifikasi dari Menkominfo Tifatul Sembiring, terkait tudingan penyalahgunaan frekuensi 3G di 2.1 GHz.

Setyanto menyatakan, seharusnya Jaksa Agung merespons positif surat klarifikasi Menkominfo tersebut. Sebab, dalam surat itu telah dijelaskan bahwa kerja sama Indosat dan IM2 sudah sesuai perundang-undangan.

“Bila antar lembaga pemerintah sendiri sudah tidak ada saling percaya terhadap lembaga pemerintah lainnya, ini preseden buruk bagi negara ini,” kata Setyanto, dalam keterangannya yang diterima detikINET, Senin (3/12/2012).

Alhasil, bila antar lembaga negara sudah tidak memiliki cara kerja yang tidak kolegial, Presiden SBY disebut-sebut harus ikut turun tangan menyelesaikan persoalan ini.

Sebab, industri telekomunikasi sangat berperan besar dalam perekonomian nasional. Bila kerja sama Indosat dan IM2 dianggap bersalah, maka kerja sama lebih dari 260 penyelenggara jasa internet (Internet Service Provider) lain dengan pola kerjasama yang sama, juga akan terancam.

Terlebih, menurut Setyanto, dalam kasus IM2 banyak kejanggalan. Dalam hal penetapan kerugian negara, misalnya. Oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), penetapan kerugian negara sebesar Rp 1,3 triliun dasar perhitungannya pun tidak jelas.

“Seharusnya BPKP melakukan audit investigasi secara transparan,” kata Setyanto.

Sehingga akan dapat diketahui data dan fakta sesungguhnya, bahwa tidak ada unsur yang dilanggar dalam kerjasama Indosat dan IM2 dalam penyelenggaraan jasa internet 3G di frekuensi 2.1 GHz.

Kasus ini bermula ketika LSM Konsumen Telekomunikasi Indonesia (KTI) yang dipimpin oleh Denny AK melaporkan dugaan penyalahgunaan jaringan bergerak seluler frekuensi 2,1 GHz/3G yang dilakukan Indosat dan IM2 ke Kejati Jawa Barat. Namun, karena locus delicti-nya tidak hanya di Jawa Barat, penyelidikan kasus ini pun diambilalih oleh Kejagung.

Denny AK sendiri baru saja ditetapkan bersalah dan divonis 1 tahun 4 bulan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat atas kasus pemerasan terhadap Indosat.

Hakim menyatakan ketua LSM KonsumenTelekomunikasi Indonesia (KTI) tersebut terbukti melanggar pasal 368 ayat 1 KUHP mengenai pemerasan. Sebelumnya Denny dituntut tiga pasal, yaitu, Pasal 369 ayat (1) KUHP dan Pasal 335 ayat (1) KUHP.

Denny terbukti secara sah bersalah atas pemerasan sebesar Rp 30 miliar dengan dalih membicarakan somasi yang dikirimkan ke Indosat.

( ash / tyo )

Kasus Indosat-IM2

‘Surati Kejagung, Pak Menteri Bukan Mau Intervensi’

Susetyo Dwi Prihadi – detikinet

Senin, 03/12/2012 11:37 WIB

http://inet.detik.com/read/2012/12/03/112303/2107623/328/surati-kejagung-pak-menteri-bukan-mau-intervensi?id771108bcj

 

Jakarta – Menkominfo Tifatul Sembiring mengirimkan surat kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait masalah penyalahgunaan frekuensi 3G Indosat dan Indosat Mega Media (IM2). Namun hingga kini, Kejagung masih terus menggulirkan kasus tersebut.

“Surat yang dikirimkan pak Menteri (Menkominfo-red) memang betul. Tapi perlu kami tegaskan, bahwa itu bukan surat intervensi ke pihak Kejagung, melainkan surat klarifikasi. Karena pada dasarnya, kami menghormati proses hukum yang berlangsung,” kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kominfo Gatot S Dewabroto, kepada detikINET, Senin (3/12/2012).

Ditambahkan olehnya, surat tersebut merupakan penjelasan mengenai hubungan kerja sama antara Indosat dan IM2 sesuai dengan undang-undang Telekomunikasi dan tidak ada ditenggarai ada aspek pelanggaran.

“Sekali lagi, ini bukan surat intervensi tapi klarifikasi dari kami sebagai bagian dari regulator. Karena bagi kami (kerjasama-red) bukan hal yang salah. Jadi tanpa mengurangi rasa hormat, harus ada kepastian dari kasus ini,” tambahnya.

Gatot juga menambahkan, sejatinya ada sekitar 200-an Internet Service Provider (ISP) yang mempunyai izin resmi, namun dikhawatirkan semuanya terkena imbas kasus IM2.

Seperti diketahui, Surat bernomor T-684/M.KOMINFO/KU.O4.01/11/2012 tersebut juga ditembuskan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Wakil Presiden Boediono, Menkopolhukam, Menko Perekonomian, Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Dalam surat tersebut, Tifatul menegaskan bahwa kerjasama Indosat dan IM2 terkait penyelanggaraan internet 3G di frekuensi 2.1 GHz tidak melanggar aturan.

( tyo / ash )

 

Soal Tersangka Baru Indosat-IM2, KominfoWait and See

Susetyo Dwi Prihadi – detikinet

Senin, 03/12/2012 13:41 WIB

 

http://inet.detik.com/read/2012/12/03/131044/2107762/328/ada-tersangka-baru-kasus-indosat-im2-kominfo-wait-and-see?id771108bcj

 

Jakarta – Kendati Menkominfo Tifatul Sembiring sudah mengirimkan surat ke Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait frekuensi 3G antara Indosat dan IM2, kasus ini tetap bergulir. Bahkan Kejagung menetapkan satu tersangka baruberinisial JS.

“Kita tidak merasa diabaikan dengan adanya surat tersebut lalu muncul tersangka baru. Karena ini surat pak Menteri bukan surat intervensi, melainkan klarifikasi,” terang Kepala Pusat Informasi dan Humas Kominfo Gatot S Dewabroto kepada detikINET, Senin (3/12/2012).

Kominfo memang tak mau bertindak agresif menyikapi kasus yang memasuki babak baru tersebut, karena menurut Gatot, keputusan masih panjang dan pihaknya menghormati proses hukum yang berjalan. Bahkan bukan tidak mungkin surat Menkominfo bisa menjadi bahan pertimbangan di masa depan.

Pun demikian, Kominfo akan wait and see mengikuti kasus ini pasca keputusan Kejagung menetapkan satu tersangka terbaru tersebut. Namun bukan berarti juga Kominfo akan lepas tangan.

“Kalau baru dikirimkan surat terus kita kirim surat lagi terkait penetapan tersebut, kita gak mau kehilangan wibawa. Kominfo akan tetap wait and see, tapi bukan berarti lepas tangan juga,” katanya.

Saat ini yang bisa disarankan oleh Gatot kepada Kominfo adalah agar memenuhi kewajiban sambil berpikir positif.

Sebelumnya diberitakan,dugaan penyalahgunaan frekuensi 3G 2.1 GHz, memunculkan tersangka baru berinisial JS. Berdasarkan informasi yang diperoleh wartawan, ia adalah mantan Direktur Utama Indosat.

Pihak Kejagung belum memberi informasi detail soal sosok JS dan apa perannya. Ia cuma disebut dari internal perusahaan (Indosat). “Prosesnya masih berjalan,” ujar Kapuspenkum Setia Untung Arimuladi.

( tyo / ash )

 

Kasus Penyalahgunaan Frekuensi

Mantan Dirut Indosat Jadi Tersangka

M Rizki Maulana – detikinet

Senin, 03/12/2012 12:23 WIB

 

http://inet.detik.com/read/2012/12/03/121516/2107689/328/mantan-dirut-indosat-jadi-tersangka?id771108bcj

 

Jakarta – Kasus yang membelit Indosat dan IM2 atas dugaan penyalahgunaan frekuensi 3G 2.1 GHz, memunculkan tersangka baru berinisial JS. Berdasarkan informasi yang diperoleh wartawan, ia adalah mantan Direktur Utama Indosat.

Ketika dikonfirmasi, Kapuspenkum Kejaksaan Agung Setia Untung Arimuladi membenarkan penetapan tersangka baru tersebut. Dimana hal ini pada awalnya diungkapkan oleh Jampidsus Kejagung Andhi Nirwanto.

Pihak Kejagung belum memberi informasi detail soal sosok JS dan apa perannya. Ia cuma disebut dari internal perusahaan (Indosat).

“Prosesnya masih berjalan,” ujar Kapuspenkum Setia Untung Arimuladi.

Termasuk apakah JS bakal dicekal atau segera ditahan. “Nanti sampai bukti permulaan yang cukup. Termasuk soal pencekalan, masih proses,” singkatnya.

Tarik Ulur Kasus

Kasus yang menyeret Indosat dan IM2 yang dituding menyalahgunakan frekuensi 3G di 2.1 GHz memang pelik. Kementerian Kominfo sendiri sebelumnya telah melakukan klarifikasi soal kasus ini dan menyatakan bahwa Indosat dan IM2 tidak melanggar aturan.

Untuk menjelaskan dasar aturan tersebut, Menkominfo Tifatul Sembiring bahkan telah mengirim surat resmi kepada Jaksa Agung.

Surat bernomor T-684/M.KOMINFO/KU.O4.01/11/2012 itu juga ditembuskan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Wakil Presiden Boediono, Menkopolhukam, Menko Perekonomian, Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Di sisi lain, Kejagung telah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan No.PRINT-04/F.2/Fd.1/01/2012 tertanggal 18 Januari 2012. Dalam surat perintah penyidikan itu disebutkan pula tersangka kasus penyalahgunaan jaringan frekuensi 2,1 Ghz milik Indosat berinisial IA.

Ia diduga melakukan penyalahgunaan jaringan bergerak seluler frekuensi 2,1 GHz/3G milik Indosat yang diakui sebagai produk Indosat Mega Media (IM2). Padahal, IM2 yang dipimpin IA tidak pernah mengikuti seleksi pelelangan pita jaringan bergerak seluler frekuensi 2,1 GHz/3G.

IM2 sendiri menyelenggarakan jaringan itu melalui kerja sama yang dibuat antara Indosat dengan IM2 — yang notabene adalah anak perusahaan dari Indosat sendiri. Meski demikian, menurut Kejagung, IM2 tetap dianggap telah menyelenggarakan jasa telekomunikasi jaringan bergerak seluler frekuensi 3G tanpa izin pemerintah.

Akibat penyalahgunaan ini, negara diklaim telah dirugikan sekitar Rp 3,8 triliun sejak 24 Oktober 2006. IA pun dikenakan sejumlah pasal tindak pidana korupsi, yakni Pasal 2 dan/atau Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kasus ini bermula ketika LSM Konsumen Telekomunikasi Indonesia (KTI) yang dipimpin oleh Denny AK melaporkan dugaan penyalahgunaan jaringan bergerak seluler frekuensi 2,1 GHz/3G yang dilakukan Indosat dan IM2 ke Kejati Jawa Barat. Namun, karena locus delicti-nya tidak hanya di Jawa Barat, penyelidikan kasus ini pun diambilalih oleh Kejagung.

Denny AK sendiri baru saja ditetapkan bersalah dan divonis 1 tahun 4 bulan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat atas kasus pemerasan terhadap Indosat.

Hakim menyatakan ketua LSM KonsumenTelekomunikasi Indonesia (KTI) tersebut terbukti melanggar pasal 368 ayat 1 KUHP mengenai pemerasan. Sebelumnya Denny dituntut tiga pasal, yaitu, Pasal 369 ayat (1) KUHP dan Pasal 335 ayat (1) KUHP.

Denny terbukti secara sah bersalah atas pemerasan sebesar Rp 30 miliar dengan dalih membicarakan somasi yang dikirimkan ke Indosat.

( ash / ash )

 

 

 

Indosat Bantah Tudingan Penyalahgunaan Frekuensi 3G

Jumat, 20 Januari 2012 | 22:35 WIB

 

http://nasional.kompas.com/read/2012/01/20/22351521/Indosat.Bantah.Tudingan.Penyalahgunaan.Frekuensi.3G

 

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Indosat membantah atas dugaan penyalahgunaan frekuensi 3G yang dituduhkan LSM Konsumen Telekomunikasi Indonesia (KTI).

“Penyediaan layanan internet 3G broadband oleh IM2 telah mengikuti undang-undang dan aturan yang berlaku,” kata Division Head Public Relations Indosat Djarot Handoko dalam keterangan persnya, Kamis (19/1/2012).

Menurutnya, hal ini juga telah dijelaskan kepada pihak-pihak terkait, termasuk pihak regulator. Dia menjelaskan, sebagai perusahaan publik yang tercatat di bursa Indonesia dan luar negeri (New York Stock Exchange), Indosat senantiasa berusaha menaati peraturan dan aturan yang berlaku.

Menurut PT Indosat, persoalan tersebut sudah selesai di tingkat Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. “Pada waktu itu sudah dilihat bagaimana perjanjian kerja sama (PKS) antara Indosat dengan Indosat Mega Media (IM2). Dan, itu sesuai dengan undang-undang yang berlaku sehingga tidak ada pelanggaran di dalamnya,” katanya.

Bahkan, anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi telah menyatakan bahwa kerja sama Indosat dan IM2 sudah sesuai dengan UU No 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi Pasal 9 Ayat 2. Dia juga menegaskan bahwa Indosat sudah memenuhi kewajibannya dalam membayar Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi.

“Pajak BHP itukan masuknya ke kas negara, kalau mereka belum bayar, pasti sudah dicabut lisensinya,” katanya. Dia juga mengatakan bahwa terkait laporan LSM KTI tersebut harus dilihat secara menyeluruh dalam UU yang telah ada.

Lebih lanjut disampaikannya bahwa Indosat sebagai penyelenggara jaringan boleh menyewakan frekuensi 3G-nya, sesuai dengan UU Telekomunikasi Pasal 9 Ayat 2. “Karena hal itu tidak menyalahi aturan untuk menyewakan frekuensi miliknya ke IM2, walaupun itu adalah anak perusahaan Indosat sendiri,” tambahnya.

Dari kacamata regulasi, sesuai dengan UU Telekomunikasi ada tiga penyelenggara telekomunikasi, yaitu penyelenggara jaringan, jasa, dan telekomunikasi khusus. Nah, sesuai undang-undang, penyelenggara jaringan bisa menyewakan frekuensinya ke penyelenggara jasa lainnya.

“Sesuai UU tadi, tentu saja Indosat bisa memanfaatkannya untuk disewakan ke usaha lain, dalam posisi ini perusahaan tersebut harus berizin,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Kejaksaan Agung menaikkan status penyelidikan dugaan korupsi pengelolaan jaringan 3G di Indosat menjadi penyidikan dan telah menetapkan Direktur Utama IM2 Indar Atmanto sebagai tersangka. Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Noor Rachmad, IM2 tidak pernah mengikuti seleksi pelelangan pita jaringan bergerak seluler pada pita frekuensi 2,1 GHz. Namun, PT IM2 menyelenggarakan jaringan itu melalui kerja sama yang dibuat antara PT IM2 dan Indosat Tbk. IM2 dituding merugikan negara Rp 3,8 triliun.

Sumber :

ANT

Editor :

Tri Wahono

 

Kejagung Diminta Seriusi Kasus Penyalahgunaan Frekuensi IM2

 

Ditulis oleh Mangasi Butarbutar
Rabu, 22 Pebruari 2012 01:08

 

Starberita – Jakarta, Kejaksaan Agung berjanji akan menuntaskan kasus dugaan penyalahgunaan pita frekuensi 2,1 GHz oleh Indosat Mega Media (IM2). Kejagung menyatakan tidak akan main-main dalam mengungkap kasus yang diduga merugikan keuangan negara hingga Rp3,8 triliun tersebut.
Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejagung, Noor Rachmad, menegaskan hal itu, di Kejaksaan Agung, Selasa (21/2) sore. “Pasti, pasti (dituntaskan),” ucapnya saat disinggung keseriusan penyidik dalam mengungkap kasus IM2.

Mengenai pengungkapan yang terkesan lambat dan ditutup-tutupi, Rachmad dengan tegas membantahnya. Sebagai sebuah tim dan sejak kasus ini ditangani penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung), kata dia, pihaknya terus bekerja keras untuk mengungkapnya.

“Kita tim bekerja dengan keras, bekerja mati-matian untuk bisa mengungkap masalah ini. Dan itu bukan gampang seperti membalikkan telapak tangan. Harus ada saksi, ada alat bukti, alat bukti IT itu lebih rumit. Karena itu perlu waktu,” ujarnya.

Sejauh mana pengembangan kasus sendiri ia tidak bisa menjelaskan, karena hal itu sepenuhnya di tangan penyidik, termasuk saksi-saksi yang akan dipanggil. Jika kemudian penyidik meyakini sudah ada tindak pidananya, pelakunya, berikut adanya kerugian negara, penyidik tidak akan segan-segan menetapkan tersangka baru dalam kasus itu.

“Tergantung bagaimana penyidik yakinkan bahwa ada tindak pidananya, ada pelakunya, ada kerugian negaranya,” tandas Rachmad.Ketika ditanya mengenai kapan penetapan tersangka baru akan dilakukan, dia menjawab, “Ya itu nanti lah, pasti akan dilakukan,” ujarnya.(INC/MBB)

 

http://www.starberita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=50486:kejagung-diminta-seriusi-kasus-penyalahgunaan-frekuensi-im2-&catid=103:hukum-a-kriminal&Itemid=726

 

Kasus Frekuensi Indosat-IM2 Terkesan Janggal

Yoga Hastyadi Widiartanto – Okezone

 

JAKARTA – Komunitas telekomunikasi dan ICT menilai terdapat kejanggalan dalam kasus penyalahgunaan frekuensi 3G Indosat oleh PT Indosat Mega Media (IM2). Apalagi Kejaksaan Agung telah meningkatkan status kasus penyalahgunaan jaringan frekuensi 2,1 GHz/3G milik Indosat ke penyidikan.

Sebelum dilimpahkan ke Kejagung, kasus ini bermula saat LSM Konsumen Telekomunikasi Indonesia (KTI) melaporkan dugaan penyalahgunaan frekuensi 3G Indosat ke anak usahanya, IM2, melalui Kejati Jawa Barat. Beberapa pihak terkait pun langsung dipanggil.

Salah satu pihak yang dipanggil Kejati Jawa Barat adalah Hery Nugroho, yang merupakan mantan Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). Dia mengaku pernah dipanggil oleh Kejati untuk memberikan kesaksian.

“Saya waktu itu dipanggil untuk berita acara wawancara. Waktu itu setelah saya jelaskan, kasusnya sempat berhenti karena memang tidak ada yang salah dalam hal regulasi,” kata dia, dalam jumpa pers pernyataan bersama 10 asosiasi, di Graha MIK, Jakarta, Selasa (24/1/2012).

Beberapa bulan kemudian Kejati pun melemparkan masalah ini ke Kejagung. Karena locus delicti-nya tidak hanya di Jawa Barat, penyelidikan kasus ini diambil alih oleh lembaga yang lebih tinggi.

“Tapi entah kenapa, kasus ini seperti dicari-cari kesalahannya. Tidak berhasil dari sisi frekuensi, akhirnya kasus ini dibawa ke ranah lain seperti transfer pricing, cross subsidize, dan lain-lain,” lanjut Henry.

Lembaga yudikatif ini telah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan No.PRINT-04/F.2/Fd.1/01/2012 tertanggal 18 Januari 2012. Dalam surat perintah penyidikan itu disebutkan pula tersangka kasus penyalahgunaan jaringan frekuensi 2,1 Ghz milik Indosat berinisial IA.

IA diduga melakukan penyalahgunaan jaringan bergerak seluler frekuensi 2,1 Ghz/3G milik Indosat yang diakui sebagai produk IM2. Padahal, IM2 tidak pernah mengikuti seleksi pelelangan pita jaringan bergerak seluler frekuensi 2,1 Ghz/3G.

Menurut Masyarakat Telekomunikasi Indonesia (Mastel) apa yang terjadi dengan Indosat dan IM2 tidak menyalahi aturan yang berlaku, seperti tertuang dalam UU Telekomunikasi nomor 36. Karena dalam salah satu pasal tertuang, ISP diperkenankan menyewa jaringan itu ke penyelenggara jaringan. (tyo

http://techno.okezone.com/read/2012/01/24/54/562722/kasus-frekuensi-indosat-im2-terkesan-janggal

Jakarta | Kamis, 02 Februari 2012 19:14 WIB | Roswita Oktavianti | |  | A | A | A

Saksi IM2 Tidak Tahu Soal Dugaan Penyalahgunaan Frekuensi

 

http://www.jurnas.com/news/51786/Saksi_IM2_Tidak_Tahu_Soal_Dugaan_Penyalahgunaan_Frekuensi/1/Nasional/Hukum

Jurnas.com | SALAH seorang saksi dari PT Indosat Mega Media (PT IM2) yang diperiksa dalam kasus dugaan korupsi penggunaan pita jaringan bergerak seluler IM2-2000 frekuensi 2,1 Ghz/generasi ketiga (3G) mengaku tidak tahu menahu soal dugaan penyalahgunaan frekuensi yang dilakukan IM2.

“Kami kan nggak ngerti undang-undang, kami cuma masalah pelaksanaan, jual produk,” kata Marketing PT IM2, Muhamad Sujai, Kamis (2/2).

Sujai diperiksa bersama dengan Operation Manager PT IM2, Gustinus Bayuaji, dan Sales Retail Manajer PT IM2, Bambang Narayana. Ia mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk tersangka Direktur Utama IM2, Indar Atmanto. Sujai enggan memerinci dua puluh pertanyaan yang diberikan penyidik.

Ia mengaku tidak membawa dokumen apapun saat pemeriksaan. Namun ia sempat ditunjukkan dokumen oleh penyidik. “Iya mereka menunjukkan dokumen dari tim mereka,” kata Sujai yang mengaku didampingi pengacara dari Indosat.

Sujai yang diperiksa sejak pukul 9 hingga pukul 16.00 ini belum tahu jadwal pemeriksaan berikutnya. Sementara itu, Gustinus dan Bambang menolak berkomentar kepada wartawan.

Sekretaris Perusahaan, Andri Aslan saat dikonfirmasi membenarkan adanya panggilan untuk para saksi dari IM2. “Betul (dipanggil sebagai saksi), kami taat proses hukum,” ujar Andri melalui pesan singkat.

Saksi diperiksa terkait penyelenggaraan jaringan bergerak seluler IM2-2000 frekuensi 2,1 Ghz/generasi ketiga (3G) oleh IM2 padahal pemenang tender adalah PT Indosat Tbk. Dalam kasus dugaan penyalahgunaan jaringan bergerak seluler frekuensi 3G ini, penyidik telah menetapkan Direktur Utama PT IM2, Indar Atmanto sebagai tersangka. Tindakan IM2 menjual internet broadband frekuensi 3G tanpa izin pemerintah disinyalir menimbulkan kerugian negara Rp3,8 triliun

 

Jakarta | Jumat, 13 Januari 2012 19:16 WIB | Roswita Oktavianti | |  | A | A | A

Indosat Bantah Penyalahgunaan Frekuensi

 

Jurnas.com | PT Indosat Tbk membantah adanya penyalahgunaan pita frekuensi 2,1 Ghz generasi ketiga (3G) seperti yang dituduhkan LSM Konsumen Telekomunikasi Indonesia (KTI) dan akan diselidiki Kejaksaan Agung.

Menurut Division Head Public Relations Indosat, Djarot Handoko, penyediaan layanan internet bergerak (broadband) kepada IM2 telah sesuai prosedur. “Penyediaan Layanan Internet 3G Broadband IM2 telah mengikuti undang-undang dan aturan yang berlaku dan hal ini telah dijelaskan kepada pihak-pihak terkait,” kata Djarot melalui pesan singkat, Jumat (13/1).

Djarot membenarkan, IM2 telah melakukan migrasi ke Indosat. Namun Migrasi tersebut merupakan bagian dari roadmap strategy business Indosat Group. “IM2 akan difokuskan ke segmen UKM,” kata Djarot.

Sebagai perusahaan publik yang tercatat di bursa Indonesia dan luar negeri, New York Stock Exchange, kata Djarot, Indosat mentaati aturan yang berlaku. Indosat juga berkomitmen menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Kejagung melalui Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Andhi Nirwanto mengaku telah mengambil alih kasus dugaan korupsi PT Indosat Tbk dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Dari laporan LSM KTI, kasus dugaan penyalahgunaan frekuensi 3G tersebut disinyalir merugikan keuangan negara hingga mencapai Rp3,84 triliun. Pasalnya, Indosat selaku pemenang tender, melakukan pelanggaran dengan menjual broadband kepada anak perusahaannya, IM2, yang tidak mengikuti tender.

IM2 sebagai perusahaan penyelenggara broadband, saat itu masih berstatus perusahaan privat, walau kemudian melakukan migrasi ke Indosat. Selain Indosat telah mengeluarkan biaya lelang yang tidak sedikit, negara juga dirugikan dengan hilangnya pajak nilai badan hak penggunaan jasa telekomunikasi sejak 2007.

http://www.jurnas.com/news/50285/Indosat_Bantah_Penyalahgunaan_Frekuensi/1/Nasional/Hukum

 

Penyalahgunaan Frekuensi 3G, Menkominfo Yakinkan Kejagung IM2 Tak Bersalah
Jakarta, (Analisa). Menkominfo Tifatul Sembiring telah melakukan pembicaraan persuasif dengan Kejaksaan Agung perihal kasus penggunaan frekuensi 3G Indosat oleh anak usahanya Indosat Mega Media (IM2).

“Saya sudah bicara ke kejaksaan. Saya sudah bicara dengan Jaksa Agung. Saya sudah berikan penjelasan bahwa dalam pandangan Kementerian Komunikasi dan Informatika, IM2 tidak melanggar karena yang menyewa kanal 3G itu memang Indosat,” kata dia saat ditemui di sela acara Asia Internet Coalition di Jakarta, Senin (6/2).

Menkominfo pun menjelaskan, di dalam UU No.36/1999 tentang Telekomunikasi, ada tiga definisi perusahaan yang boleh menyediakan layanan telekomunikasi, yaitu, penyelenggara jaringan telekomunikasi, penyelenggara jasa telekomunikasi, dan penyelenggara jasa telekominkasi khusus seperti militer atau polisi intelijen.

“Nah, ini yang IM2 itu kan penyelenggara jasa telekomunikasi dibolehkan dalam UU maupun PP-nya untuk menyewa 3G yang dikelola penyelenggara jaringan telekomunikasi.”

“Sama juga dengan internet service provider yang ada 280 banyaknya, ini dia tidak punya 3G sendiri, sebab mana cukup. Ini cuma 12 kanal, 12 blok, baru 10 yang laku. Jadi IM2 itu menyewa B2B (business to business) agreement dengan Indosat. Ini disahkan secara UU,” papar Tifatul.

Seperti diketahui, Kejaksaan Agung telah meningkatkan status kasus penyalahgunaan jaringan frekuensi 2,1 GHz/3G milik Indosat ke penyidikan. Lembaga yudikatif ini telah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan No.PRINT-04/F.2/Fd.1/01/2012 tertanggal 18 Januari 2012. Dalam surat perintah penyidikan itu disebutkan pula tersangka kasus penyalahgunaan jaringan frekuensi 2,1 Ghz milik Indosat berinisial IA. (dtc)

A A A

Nasional – Selasa, 07 Feb 2012 07:02 WIB

 

http://www.analisadaily.com/news/read/2012/02/07/34058/penyalahgunaan_frekuensi_3g_menkominfo_yakinkan_kejagung_im2_tak_bersalah/

Iklan

Oleh : Gempar Ikka Wijaya

Posisi Ideal Peluncuran Satelit Indonesia

Tingkat kegagalan peluncuran satelit di luar khatulistiwa sebenarnya jauh lebih besar, sehingga kegagalan peluncuran Satelit Telkom 3  sudah menjadi sebuah kejadian yang diramalkan secara teknis sebagai hal yang lumrah terjadi.

Satelit yang dibangun oleh ISS Reshetnev (Russia) dengan perlengkapan komunikasi oleh Thales Aleniaspace (Italia) memiliki total biaya pembangunan hingga peluncuran setara Rp 1,9 trilyun (US $ 200 juta, pada kurs US $ 1 = Rp 9.500). Dalam proses penempatan di orbitnya, Satelit Telkom-3 yang seharusnya menempati orbit geostasioner gagal menempati orbit tersebut. Orbit GSO atau geostasioner adalah yakni orbit berbentuk lingkaran yang terletak pada ketinggian 35.786 km tepat di atas garis khatulistiwa, dalam orbit ini periode revolusi satelit tepat sama dengan periode rotasi Bumi, yakni 23 jam 54 menit 4 detik.

Agar bisa mengirim muatannya ke orbit geostasioner dengan sempurna, roket pendorong Briz-M Phase II upperstage harus dinyalakan secara bertahap hingga lima kali tahapan dengan total waktu penyalaan hingga 50 menit. Penyalaan pertama berjalan dengan lancar. Demikian halnya penyalaan kedua, yang berlangsung pada 7 Agustus 2012 pukul 02:38 WIB dan berlangsung selama 17 menit 55 detik. Suksesnya penyalaan kedua menyebabkan Briz-M terdorong hingga menempati orbit lonjong dengan perigee 266 km dan apogee 5.014 km. Namun kedua sukses ini tidak diikuti oleh penyalaan ketiga. Pada pukul 06:00 WIB pada saat roket berada di atas Chile, penyalaan tahap ketiga Briz-M dimulai. Seharusnya roket Briz-M menyala selama 18 menit 7 detik, namun saat baru berjalan 7 detik mendadak mesin roketnya mati tanpa bisa dinyalakan lagi. Implikasinya, Briz-M pun segera melepaskan satelit Telkom-3 dan 30 menit kemudian menyusul satelit Ekspress-MD2 dan diakhiri dengan pelepasan tanki bahan bakar tambahan.

Kegagalan Satelit Telkom-3 mencapai orbitnya adalah kegagalan yang kesekian kalinya dalam sejarah Satelit Indonesia. Satelit Palapa B-2 adalah Satelit pertama yang juga perah gagal lepas dari orbit Geostasioner pada kisaran dekade 1980-an. Kegagalan yang terjadi kali ini hanyalah sebuah pengulangan saja, meskipun menjadi sebuah catatan yang ironis. Pada kisaran dekade 1990-an sebuah satelit yang diluncurkan Indonesia Cakrawarta juga mengalami interferensi parah dengan Satelit Tonga yang diluncurkan dalam posisi sangat berdekatan dengan Cakrawarta, sehingga beberapa transpondernya mati karena interferensi. Demikian pula satelit Palapa C-1 yang gagal dilakukan proses recharging batteraynya sehingga Satelit palapa C-1 dinyatakan tidak layak digunakan kembali pada tahun 1998, setelah 2 tahun beroperasi sejak tahun 1996.

Tidak Mengambil Manfaat Dari Bisnis Satelit

Meski termasuk negara pertama yang memiliki Satelit Telekomunikasi di Asia, Indonesia masih belum memiliki blue print arah pengembangan bisnis satelit yang jelas. Industri satelit masih sangat minim berkembang di Indonesia. satelit yang dirancang Lapan, masih hanya menjadi sebuah Satelit yang jauh dari dapat diunggulkan secara komersial, atau memang sengaja tidak akan dikembangkan untuk kebutuhan komersial.

Harga krang lebih 200-300 juta US Dollar sebuah satelit atau setara dengan 1,8-1,9 Trilyun rupiah tidak terlalu berarti bagi perusahaan pemilik satelit (Baca: Telkom, dan operator satelit lain di Indonesia), karena nilai bisnisnya yang jauh lebih besar dari nilai 1,8 Trilyun tersebut.

Tidak ada yang kemudian berani memikirkan lebih berani untuk mengembangkan industri Satelit Nusantara dan membelanjakan nilai yag sangat besar itu untuk kebutuhan pengembangan indusri dalam negeri. Padahal lebih dari selusin Satelit yang saat ini telah dimiliki oleh Indonesia. Akan tetpi jauh lebih mudah membeli dibandingkan dengan mengembangkan industrinya di dalam negeri dan membiarkan riset LAPAN hanya dalam kisaran riset dan pengembangan riset yang sangat terbatas.

Perlu Blue Print Pengembangan Industri Satelit Nasional

Posisi Indonesia sangat strategis di khatulistiwa membuat jarak ke arah orbit geostasioner jauh lebih dekat dibandingkan dengan lokasi lain di dunia. Beberapa dekade tahun yang lalu sebuah rencana pengembangan Biak sebagai sentra peluncuran Satelit gagal direalisasikan, karena memang tidak pernah ada keseriusan dan keberanian mengemban amanah industri telekomunikasi nasional yang mandiri.

Secara perhitungan resiko teknis dan bisnis, Biak memiliki tingkat keamanan yang lebih dalam proses peluncuran Satelit, karena jaraknya yang sangat dekat dengan orbit GSO dan posisi tepat di bawah khatulistiwa. beberapa negara seperti China, India, Jepang, Rusia, Eropa, bahkan Amerika bisa memilih Biak untuk lokasi peluncuran Satelitnya, akan tetapi hal ini tidak dilakukan, karena latar belakang kelemahan marketing atau ketidakpedulian pada keunggulan posisi Indonesia terhadap orbit GSO. Dengan sebuah kemasan marketing yang bagus Kominfo atau Sekretariat negara secara ideal dapat menawarkan lokasi ini untuk pengembangan industri dalam negeri. Akan tetapi dalam kenyataannya memang tidak lah mudah mengemas sebuah kelebihan negara sendiri untuk kepentingan yang jauh lebih besar lagi.

Sebuah dokumen tentang Road Map satelit Indonesia pada tahun 2008 yang lalu disusun oleh Kominfo via Dirjen Postel, akan tetapi dokumen 53 halaman tersebut gagal memetakan dan memberikan gambaran arahan pengelolaan industri Nasional satelit Indonesia yang lebih fokus dan terarah. Bagaimana memanfaatkan teknologi Satelit Komunikasi untuk mendukung ekonomi, pemanfaatan satelit untuk eksploitasi berbagai sumber daya nasional dan dalam rangka peningkatan daya saing nasional juga tidak disentuh dalam road map tersebut. Bahkan yang paling sederhana jika sebuah peluncuran satelit kemudian gagal seperti kasus Telkom-3, tidak pernah ada kajian mendalam mengenai proses back up jika proses perencanaan sederhana dalam Road map tersebut gagal direalisasikan.

Meski secara jujur perencanaan dan perhitungan kebutuhan satelit untuk kebutuhan Teknologi Informasi Nasional sudah dihitung dengan cukup lengkap, akan tetapi kebutuhan non TIK yang memiliki dimensi sangat beragam dan luas, gagal dipotret dan direncanakan dengan baik. Dokumen Road map yang seharusnya mampu memberikan perspektif pemanfaatan satelit bagi peningkatan daya saing secara luas non TIK gagal dipotret dalam dokumen tersebut. (GIW)

Daftar Satelit-satelit Milik Indonesia sebuah Catatan Sejarah

Lebih dari selusin Satelit saat ini telah dimiliki Indonesia. Sebagai negera pemilik Satelit ketiga di dunia Indonesia termasuk negara yang paling maju dalam bisnis dan pengoperaasian Satelit Telekomunikasi. Berikut adalah daftar Satelit milik Indonesia yang pernah diluncurkan dan atau sedang beroperasi atau yang telah usai beroperasi.

No. Nama Mulai Operasi
(diluncurkan)
Akhir Operasi Slot Orbit Pengelola Wahana luncur Pembuat Keterangan
1. Palapa A1 8 Juli 1976 Juni 1985[1] 83° BT Perumtel Delta-2914 Hughes (HS-333)[2] Diluncurkan dari Kennedy Space Center, Tanjung Canaveral, Amerika Serikat.
2. Palapa A2 10 Maret 1977 Januari 1988[1] 77° BT Perumtel Delta-2914 Hughes (HS-333)[2] Diluncurkan dari Kennedy Space Center.
3. Palapa B1 18 Juni 1983[3] 1990 108° BT Perumtel Challenger F2
(STS-7)
Hughes (HS-376)[2] Diluncurkan menggunakan pesawat ulang-alik.
4. Palapa B2 3 Februari 1984
8:00 EST
Gagal Perumtel Challenger F4
(STS-41-B)
Hughes (HS-376)[2] dilepas dari wahana pada 16:00 EST[4], gagal dan dijemput oleh STS-51A pada November 1984[1]
5. Palapa B2P 21 Maret 1987 Februari 1996[1] 113° BT Perumtel
Satelindo
Delta 6925 Hughes (HS-376) Beralih kepemilikan ke Satelindo pada 1993,[2] dan diganti Palapa C1.[1]
6. Palapa B2R 13 April 1990 2000 108° BT Perumtel Delta 6925 Hughes (HS-376) Merupakan Palapa B2 yang diperbaiki oleh Sattel Technologies,[1]
7. Palapa B4 14 Mei 1992
7:40 WIB[5]
2005[2] 118° BT Telkom Delta II-7925 Hughes (HS-376) Diluncurkan dari Kennedy Space Center.
8. Palapa C1 31 Januari 1996 1999 113° BT Satelindo Atlas-2AS Hughes (HS-601) Diluncurkan dari Tanjung Canaveral LC-36B.[6]
Gagal beroperasi sehingga pada Januari 1999 beralih kepemilikan ke Hughes dan berganti nama menjadi HGS3.
Desember 2000 disewa Kalitel dari AS di 50º BT dan menjadi Anatolia 1, Agustus 2002 disewa Pakistan di 38ºBT menjadi Paksat1.[7]
9. Palapa C2 15 Mei 1996 2011[6] 113° BT Satelindo
Indosat
Ariane-44L H10-3 Hughes (HS-601) Diluncurkan dari Kourou, Guyana Perancis.[6]
Orbit akan dipindahkan ke 105,5° BT karena 113° BT akan ditempati Palapa D.[8]
10. Indostar I (Cakrawarta I) 12 November 1997 2011 107,7° BT[9] Indovision Ariane-44L H10-3[10] CTA -> Orbital Sciences Corporation (OSC)
(Star-1)
Diluncurkan dari dari Kourou, Guyana Perancis.
11. Telkom-1 12 Agustus 1999,
21:48 UTC
2016 108° BT Telkom Ariane IV Lockheed Martin
(A2100A)[2]
12. Garuda-1 12 Februari 2000[11] 2015 123° BT[12] Asia Cellular Satellite (ACeS) Proton K Blok-DM3 Lockheed Martin
A2100AXX[13]
ACeS adalah patungan PSN dan perusahaan asing.[14]
Diluncurkan dari Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan.
13. Telkom-2 16 November 2005 Beroperasi 108° BT Telkom Ariane V Orbital
(Starbus 2)[2]
Diluncurkan dari dari Kourou, Guyana Perancis.
14. INASAT-1 2006 Satelit pertama buatan Indonesia.
15. LAPAN-TUBSAT(Lapan A-1) 2007 Satelit mikro pertama Indonesia.untuk melakukan identifikasi gerak kapal laut, identifikasi bencana, dan sebagainya
16. Indostar II (Cakrawarta II) 16 Mei 2009, 7:58 WIB 2024 107,7° BT Indovision Proton-M Briz-M Boeing
(BSS-601HP)
Diluncurkan dari Baikonur Cosmodrome (LC-200/39), Kazakhstan.[15][16]The Indostar 2 / ProtoStar 2 was launched in 2009. In Late 2009 the satellite was sold in an auction to SES after the ProtoStar venture succumbed to multiple frequency-coordination issues. The satellite was renamed SES 7in May 2010.The spacecraft was originally built as Galaxy 8iR, which was cancelled in 2004. For use as ProtoStar 2 the payload was modified to contain 10 S-band transponders, which will act as a replacement for the Indostar 1 satellite. The S-band payload is operated under the name of Indostar 2 (Cakrawarta 2).
17. Palapa D 31 Agustus 2009 16:28 WIB 2024 113° BT Indosat Long March 3B Thales Alenia Space
(Spacebus-4000B3)
Diluncurkan dari Xichang Satellite Launch Center (XSLC), Cina.
Menggeser orbit Palapa C2 dari 113° BT ke 105,5° BT.
18. Telkom-3 2011 2026 ? Telkom Proton-M Briz-M ISS Reshetnev
(Ekspress-1000N)
& Alcatel (Payload)
Proses tender selesai pada Desember 2008.Gagal dalam peluncuran
19. Lapan A-2 Juni 2013 Peluncuran dari Indiamitigasi bencana. Satelit ini memiliki sensor Automatic Identification System (AIS) untuk identifikasi kapal layar yang melintas di wilayah yang dilewati satelit tersebut

Satelit Palapa

Satelit pertama diluncurkan pada tanggal 8 Juli 1976 oleh roket Amerika Serikat dan dilepas di atas Samudera Hindia pada 83° BT. Satelit pertama dari 2 satelit itu bertipe HS-333 dan bermassa 574 kg.

Kemudian 4 satelit dari seri kedua dibuat, yang kesemuanya dari tipe Hughes HS-376. Ketika peluncuran Palapa B2 gagal, satelit ke-3 diatur. Awalnya bernama Palapa B3 dan dijadwalkan untuk STS-61-H, akhirnya diluncurkan sebagai Palapa B2P. Sementara itu Palapa B2 diperbaiki kembali oleh STS-51-A, diperbaharui dan diluncurkan lagi sebagai Palapa B2R.

Palapa B2 adalah satelit generasi kedua yang dibuat oleh Boeing Satellite Development Center untuk Perumtel.[1] Satelit ini diluncurkan pertama kali pada tahun 1984. Setelah gagal dalam peluncurannya, pada tahun 1990 satelit ini diluncurkan kembali dengan nama Palapa B2R.[2]

Satelit Palapa B2 beroperasi di frekuensi C-band, dan menerima frekuensi dari 5,925 GHz sampai 6,415 GHz dan memiliki transmisi dari 3,7 GHz sampai 4,2 GHz. Satelit ini memancarkan sinyal cukup kuat di Indonesia dan beberapa wilayah dari negara-negara ASEAN termasuk Papua Nugini.

Palapa B2 memiliki diameter 7 kaki 1 inci dan tinggi 9 kaki 4 inci dalam posisi tersimpan. Dengan antena selebar 6 kaki dan panel surya luar yang diperpanjang.

Satelit ini memiliki panjang 22 kaki 10 inci dengan pesawat luar angkasa. Beratnya 1.525 pound pada awal kehidupan di orbit. Empat pendorong menggunakan propelan hidrazin memberikan stationkeeping dan kontrol sikap selama hidup satelit. Dua panel sel surya menghasilkan 1.100 watt daya listrik pada awal kehidupan di orbit. Empat pendorong menggunakan propelan hidrazin memberikan stationkeeping dan kontrol sikap selama hidup satelit. Dua panel sel surya menghasilkan 1.100 watt daya listrik pada awal kehidupan di orbit. Baterai nikel kadmium Dua memberikan kekuatan penuh selama gerhana ketika pesawat antariksa melewati bayangan Bumi.

Setelah gagal dalam peluncurannya satelit Palapa B2 Dibeli dan didaur ulang oleh Sattel Technologies kemudian dibeli kembali oleh Perumtel pada tahun 1990 dengan nama Palapa B2R.

1. Satelit Palapa A1  tahun 1976 – Satelit pertama di Indonesia

2. Sateli Palapa A2 (1977)

Palapa A2 adalah satelit komunikasi milik Indonesia dan dioperasikan oleh Perumtel. Palapa A2 diluncurkan pada tanggal 10 Maret 1977 dengan roket Delta 2914 dan beroperasi di orbit 77 BT sejak tanggal 11 Maret 1977 hingga bulan Januari 1988, 4 tahun melewati masa operasional yang direncanakan.

Satelit Palapa A2 1977

Program satelit Palapa A dimulai saat Pemerintah Indonesia memberikan 2 kontrak terpisah pada Boeing Satellite Systems (dahulu dikenal dengan Hughes Space and Communication Inc.) dari Amerika Serikat untuk menyediakan 2 satelit (Palapa A1 dan A2), sebuah stasiun kontrol utama untuk kedua satelit tersebut dan 9 stasiun bumi. Pembangunan 10 stasiun tersebut diselesaikan dalam waktu 17 bulan, salah satu yang tercepat bagi Boeing. Pada kontrak terpisah, dibangun total 30 stasiun bumi lainnya untuk dioperasikan oleh Perumtel. Nama Palapa sendiri dipilih oleh Presiden Suharto pada bulan Juli 1975. Satelit Palapa A2 dimaksudkan sebagai cadangan dan siap untuk dioperasikan apabila Palapa A1 mengalami kegagalan, atau jika permintaan pasar tidak dapat lagi diakomodasi oleh Palapa A1.

3. Satelit Palapa B2P (1987)

Satelit Palapa B2P adalah satelit yang mengitari orbit geosynchronous dan bergerak dari barat ke timur dengan kecepatan yang sama dengan rotasi Bumi. Satelit ini terletak pada ketinggian 36.000km diatas khatulistiwa pada lokasi 113°BT dan dikendalikan oleh stasiun yang terletak di Bumi tepatnya di daerah Cibinong. Satelit Palapa merupakan satelit relay bagi stasiun bumi yang selanjutnya memancarkan kembali siaran ke televisi dengan transponder Palapa yang bekerja pada jarak 6 gigahertz dengan kekuatan pancar 10 watt.

Satelit Palapa B2P yang sesungguhnya dibuat untuk keperluan domestik serta ditujukan untuk disewakan ke mancanegara ternyata mampu menjaring bisnis yang sangat baik, dan karenanya Palapa B2P menjadi satelit rebutan. Para penyelenggara penyiaran (CNN, ESPN) menggunakan Palapa B2P, sehingga masyarakat yang berada dalam area cakupan Palapa B4 dapat menerima program-progam mereka.

4. Satelit Palapa C1 (1996)

Satelit Palapa C1 1996
Satelit Palapa C1 adalah satelit komunikasi pertama dalam generasi Palapa C yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT. Satelit Palapa Indonesia (Satelindo). Palapa C1 diproduksi oleh Hughes (Amerika Serikat, AS) dan diluncurkan pada tanggal 31 Januari 1996 di Kennedy Space Center, Tanjung Canaveral (LC-36B) AS, menggunakan roket Atlas 2AS. Satelit ini dimaksudkan sebagai pengganti satelit Palapa B4 pada Orbit Geo Stasioner slot 113º BT dengan rentang operasi selama 7 tahun. Namun setelah terjadi kegagalan pengisian battery pada tanggal 24 November 1998 akhirnya Palapa C1 dinyatakan tidak layak beroperasi dan digantikan oleh Palapa C2.

5. Satelit Palapa C2 (1996)

Satelit Palapa C2 1996

Satelit Palapa C2 adalah satelit komunikasi kedua dalam generasi Palapa C yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT. Satelit Palapa Indonesia (Satelindo). Palapa C2 diproduksi oleh Hughes (Amerika Serikat, AS) dan diluncurkan pada tanggal 15 Mei 1996 di Kourou, Guyana Perancis (Ko ELA-2), menggunakan roket Ariane-44L H10-3. Satelit ini beroperasi pada Orbit Geo Stasioner slot 113º BT di ketinggian 36.000 km di atas permukaan bumi. Operasional satelit ini berpindah tangan ke PT. Indosat Tbk. akibat penggabungan Satelindo dengan Indosat. Demi memberi tempat bagi Satelit Palapa D, rencananya orbit satelit ini dipindah ke 105,5° BT.

6. Satelit TELKOM-2 (2005)

Satelit TELKOM-2 2005
Telkom-2 adalah satelit yang diluncurkan Telkom ke angkasa untuk menggantikan satelit Palapa B4. Satelit ini dibawa ke angkasa dengan menggunakan roket Ariane 5 dari Kourou di Guyana Perancis pada tanggal 16 November 2005.

Telkom-2 memiliki umur operasi selama 15 tahun dan bernilai sekitar 170 juta dolar AS. Sekitar 70 persen kapasitas transponder Telkom-2 akan disewakan kepada pihak luar.

Dari 30 persen kapasitas yang akan digunakan sendiri oleh Telkom, satelit buatan Orbital Sciences Corporation ini diharapkan akan mendukung sistem komunikasi transmisi backbone yang meliputi layanan telekomunikasi sambungan langsung jarak jauh (SLJJ), sambungan langsung internasional (SLI), internet, dan jaringan komunikasi untuk kepentingan militer.

Satelit ini akan beredar di orbit 118° BT dengan kapasitas 24 transponder C-band dan berbobot 1.975 kg. Daya jangkaunya mencapai seluruh ASEAN, India dan Guam.

7. Satelit INASAT-1 (2006) Satelit Pertama buatan Indonesia

INASAT-1 adalah Nano Hexagonal Satelit yang dibuat dan didesain sendiri oleh Indonesia untuk pertama kalinya. INASAT-1 merupakan satelit metodologi penginderaan untuk memotret cuaca buatan LAPAN.

Satelit INASAT-1 2006 Satelit Pertama buatan Indonesia

Selain itu INASAT-1 adalah satelit Nano alias satelit yang menggunakan komponen elektronik berukuran kecil, dengan berat sekitar 10-15 kg. Satelit itu dirancang dengan misi untuk mengumpulkan data yang berhubungan erat dengan data lingkungan (berupa fluks magnet didefinisikan sebagai muatan ilmiah) maupun housekeeping yang digunakan untuk mempelajari dinamika gerak serta penampilan sistem satelit.

Adapun satelit itu dirancang bersama oleh PT Dirgantara Indonesia dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), khususnya Pusat Teknologi Elektronika (Pustek) Dirgantara. Berbekal nota kesepakatan antara LAPAN, Dirgantara Indonesia, serta dukungan dana dari Riset Unggulan Kemandirian Kedirgantaraan 2003, maka dimulailah rancangan satelit Nano dengan nama Inasat-1 (Indonesia Nano Satelit-1).

Dari segi dinamika gerak akan diketahui melalui pemasangan sensor gyrorate tiga sumbu, sehingga dalam perjalanannya akan diketahui bagaimana perilaku geraknya. Penelitian dinamika gerak ini menjadi hal yang menarik untuk satelit-satelit ukuran Nano yang terbang dengan ketinggian antara 600-800 km.

8. Satelit LAPAN-TUBSAT (2007) Satelit Mikro Pertama di Indonesia.
LAPAN-TUBSAT adalah sebuah satelit mikro yang dikembangkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bekerja sama dengan Universitas Teknik Berlin (Technische Universität Berlin; TU Berlin). Wahana ini dirancang berdasarkan satelit lain bernama DLR-TUBSAT, namun juga menyertakan sensor bintang yang baru. Satelit LAPAN-TUBSAT yang berbentuk kotak dengan berat 57 kilogram dan dimensi 45 x 45 x 27 sentimeter ini akan digunakan untuk melakukan pemantauan langsung situasi di Bumi seperti kebakaran hutan, gunung berapi, banjir, menyimpan dan meneruskan pesan komunikasi di wilayah Indonesia, serta untuk misi komunikasi bergerak.

Satelit LAPAN TUBSAT 2007 Satelit Mikro Pertama di Indonesia

LAPAN-TUBSAT membawa sebuah kamera beresolusi tinggi dengan daya pisah 5 meter dan lebar sapuan 3,5 kilometer di permukaan Bumi pada ketinggian orbit 630 kilometer serta sebuah kamera resolusi rendah berdaya pisah 200 meter dan lebar sapuan 81 kilometer.

Manuver attitude ini dilakukan dengan menggunakan attitude control system yang terdiri atas 3 reaction wheel, 3 gyro, 2 sun sensor, 3 magnetic coil dan sebuah star sensor untuk navigasi satelit. Komponen-komponen inilah yang membedakannya dengan satelit mikro lain yang hanya mengandalkan sistem stabilisasi semi pasif gradien gravitasi dan magneto torquer, sehingga sensornya hanya mengarah vertikal ke bawah.

Sebagai satelit pengamatan, satelit ini dapat digunakan untuk melakukan pemantauan langsung kebakaran hutan, gunung meletus, tanah longsor dan kecelakaan kapal maupun pesawat. Tapi pengamatan banjir akan sulit dilakukan karena kamera tidak bisa menembus awan tebal yang biasanya menyertai kejadian banjir.

9. Indostar II / Cakrawarta II (2009)

Indostar II Cakrawarta II 2009

Indostar II atau Cakrawarta II adalah satelit yang diluncurkan oleh PT Media Citra Indostar (MCI) yang mengelola dan mengoperasionalisasi satelit Indovision. Satelit ini diluncurkan dengan menggunakan roket peluncur Proton Breeze milik Rusia dan lepas landas melalui Baikonur Cosmodome di Kazahkstan. Peluncuran satelit Indostar II ini telah berlangsung pada tanggal 16 Mei 2009.

10. Satelit Palapa D (2009)
Satelit Palapa D 2009

Satelit Palapa D (kode internasional = 2009-046A) adalah satelit komunikasi Indonesia yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT. Indosat Tbk dan diluncurkan pada tanggal 31 Agustus 2009 pukul 16:28 WIB di Xichang Satellite Launch Center (XSLC) menggunakan roket Long March (Chang Zheng) 3B. Satelit ini dibuat oleh Thales Alenia Space, Perancis, dan dimaksudkan sebagai pengganti satelit Palapa C2 pada Orbit Geo Stasioner slot 113º BT yang akan selesai masa operasionalnya pada tahun 2011.

Palapa D dipesan[1] pada tanggal 29 Juni 2007 oleh perusahaan Indonesia PT Indosat Tbk, kepada Thales Alenia Space. Itu adalah Spacebus 4000B3 yang akan dibuat di Pusat Luar Angkasa Cannes Mandelieu.

(GIW)

News Clip :

http://www.merdeka.com/uang/nasib-satelit-bernilai-rp-18-triliun.html

Rabu, 8 Agustus 2012 08:31:00

Nasib satelit bernilai Rp 1,8 triliun

Peluncuran Satelit Telkom-3 dari BaikonurCosmodrome, Kazakhstan, Selasa dini hari (7/8) telah mengalami anomali sehingga tidak mencapai orbit sesuai yang direncanakan. Satelit milik PT Telekomunikasi Indonesia tersebut gagal mengorbit bersama satelit Ekspress-MD2 yang juga bernasib sama.

PT Telkom telah mendapat informasi tertulis dari First Deputy General Designer &General Director dari ISS Reshetnev, Rusia selaku perusahaan kontraktor utama satelit Telkom-3 bahwa telah terjadi anomali pada saat peluncuran SatelitTelkom-3 di tahap pengoperasian roket peluncur Breeze-M sehingga menyebabkan satelit hanya mencapai intermediate orbit.

“Pada saat ini pihak ISS Reshetnev sedang melakukan investigasi lebih lanjut atas kejadian ini dan akan segera menyampaikan hasilnya kepada Telkom,” jelas Head of Corporate Communication and Affair Telkom, Slamet Riyadi kepada merdeka.com, Selasa (7/8) malam.

Lalu, bagaimanakah nasib satelit senilai USD 200 juta atau setara Rp 1,8 triliun tersebut? Slamet mengatakan belum dapat memastikan apakah pihak Rusia akan mengganti rugi satelit tersebut atau tidak. Yang jelas, kata dia, Telkom mengantongi asuransi dari perusahaan Rusia pembuat Satelit Telkom-3.

“Kita full asuransi. Tapi saya belum bisa bicara sekarang soal ganti rugi,” katanya.

Melalui koordinasi intensif dengan pihak ISS Reshetnev, Telkom berharap mendapatkan informasi rinci dalam waktu dekat. Sejauh ini, kata dia, tidak ada gangguan berarti dari kegagalan peluncuran satelit Telkom-3 tersebut.

“Anomali ini tidak mengganggu operasional dan layanan Telkom, karena Telkom saat ini mengoperasikan dan menggunakan beberapa satelit,” katanya.

Kelengkapan telekomunikasi Satelit Telkom-3 dibikin oleh pabrik Thales Aleniaspace. Niatnya, satelit itu bakal digunakan buat menambah kapasitas transponder untuk mengembangkan bisnis telekomunikasi di tanah air.

[oer]

http://www.merdeka.com/uang/satelit-telkom-3-dipastikan-tak-dapat-digunakan.html

Kamis, 9 Agustus 2012 19:44:13

Satelit Telkom-3 dipastikan tak dapat digunakan

PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) telah menetapkan rencana cadangan untuk satelit Telkom-3 yang gagal orbit dari Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan, Selasa dini hari (7/8). Telkom telah mendapat penjelasan dari pihak ISS Reshetnev selaku perusahaan pembuat satelit Telkom-3.

Head of Corporate Communication and Affair Telkom Slamet Riyadi mengungkapkan, saat ini satelit Telkom-3 melayang di ketinggian maksimum 5.014 kilometer. Ketinggian tersebut masih jauh dari ketinggian orbit yang diharapkan, yaitu 36.000 kilometer.

“Dengan demikian satelit tersebut kemungkinan besar tidak akan dapat digunakan,” ungkap Slamet di Jakarta, Kamis (9/8).

Slamet mengatakan, sebelum hasil preliminary calculation diterima, pihaknya telah mengambil langkah penanganan kondisi darurat dan prioritas untuk menjamin pelayanan dan operasional telekomunikasi bagi pelanggan tidak akan terganggu. “Karena Telkom saat ini menggunakan dan mengoperasikan beberapa satelit,” tegasnya.

Selain itu, dari sisi keuangan, kejadian anomali peluncuran satelit Telkom-3 juga tidak memberikan dampak signifikan. “Karena telah diasuransikan secara penuh,” katanya.

Menurutnya, rencana cadangan merupakan bagian dari prosedur operasional di Telkom. Tidak terkecuali untuk transponder satelit. Untuk Satelit Telkom-3, langkah cadangan sudah dilakukan sebelum satelit diluncurkan. Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang sudah mendaftar dan mengantisipasi permintaan, Telkom melakukan penyewaan satelit yang cakupannya kurang lebih sama dengan Telkom-3.

[oer]

Rabu, 8 Agustus 2012 19:28:30

APJII prihatin kegagalan Telkom-3 dan putusnya kabel matrix

http://www.merdeka.com/uang/apjii-prihatin-kegagalan-telkom-3-dan-putusnya-kabel-matrix.html

Kegagalan satelit Telkom-3 mengorbit ke angkasa mengundang keprihatinan berbagai pihak. Termasuk Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Sebab, hal ini berkaitan dengan infrastruktur teknologi dan telekomunikasi yang memang dibutuhkan di era yang serba canggih seperti saat ini.

“Konsen kita memang bagaimana bisa mewujudkan sarana pendukung teknologi dan telekomunikasi yang berkualitas. Sangat disayangkan dengan kejadian gagal orbitnya Satelit Telkom-3,” ungkap Sekretaris Jenderal APJII Sapto Anggoro kepada merdeka.com, Rabu (8/8) malam.

Dalam pandangannya, kegagalan Telkom-3 meluncur ke angkasa berpotensi menjadi batu sandungan yang menghambat mimpi PT Telekomunikasi Indonesia untuk menambah jaringan pelanggannya di Tanah Air. “Bisa jadi semacam delay atau tertunda,” katanya.

Selain menyoroti gagal orbit satelit Telkom-3, pihaknya juga menyayangkan terputusnya kabel fiber optic Matrix Indonesia ke Singapura yang terputus di wilayah perairan Indonesia. Sapto menjelaskan, pihaknya baru mendapat kepastian kabar tersebut Selasa (7/8) malam. Dampaknya, kata dia, cukup signifikan.

“Sekitar 1,5-2 juta pengguna internet di Indonesia terkena dampaknya. Kecepatan akses jaringan tidak maksimal,” tegasnya. Pihaknya berharap, gangguan pada sistem infrastruktur teknologi bisa segera dibenahi. Pada dasarnya, kata dia, untuk perbaikan dan penyambungan kembali kabel optik tidak membutuhkan waktu yang lama. Hanya saja, untuk proses perizinan yang kemungkinan memerlukan kerja keras.

Pihaknya berharap kerjasama pemerintah untuk mendukung proses perbaikan tersebut. Terutama Dirjen Perhubungan Laut terkait izin kapal asing yang akan memasuki wilayah perairan Indonesia untuk proses perbaikan kabel optik tersebut. “Harapannya, kalau sarana dan prasarana berkualitas, seluruh wilayah Indonesia akan melek internet,” tutupnya.

[oer]

Detik-detik Peluncuran Satelit Telkom-3 yang Hilang

Susetyo Dwi Prihadi – detikinet

Rabu, 08/08/2012 12:15 WIB

http://inet.detik.com/read/2012/08/08/115850/1986097/328/detik-detik-peluncuran-satelit-telkom-3-yang-hilang

Jakarta – Roket milik pemerintah Rusia Proton-M yang membawa satelit Telkom-3 dan Express MD2 menghilang beberapa jam setelah meluncur dari Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan pada hari 6 Agustus kemarin.

Di YouTube muncul video yang menampilkan detik-detik peluncuran roket Proton-M menuju slot orbit yang kemudian gagal dalam tahapan Briz-M. Video yang di-upload oleh akun SpaceVideNet ini berdurasi 5 menit 54 detik.

Saat detikINET menyambanginya, Rabu (8/8/2012), detik-detik awal ditampilkan roket yang lepas landas. Sampai Proton-M melepaskan roket pendorongnya hingga kedua kali tidak ada masalah apapun yang terjadi.

Bahkan video ini terus memperlihatkan bagaimana perjalanan roket dari Bumi hingga menghilang dari pandangan di kegelapan malam. Kendati terlihat aman-aman saja, baru beberapa jam kemudian diketahui bahwa roket ini mengalami masalah.

Satelit Telkom-3 yang dibangun oleh ISS-Reshetnev berkapasitas setara dengan 42 transponder (setara 49 transponder @36MHz), terdiri dari 24 transponder @36MHz Standart C-band, 8 transponder @54 MHz Ext. C-band dan 4 transponder @36 MHz + 6 transponder @54 MHz Ku-Band.

Cakupan geografis Satelit Telkom 3 mencakup: Standart C-band (Indonesia dan ASEAN), Ext. C-band (Indonesia dan Malaysia) serta Ku-Band (Indonesia).

Kendati satelit Telkom-3 yang gagal mengorbit dan dikabarkan hilang, namun dipastikan tidak akan mengganggu operasional dan layanan Telkom Group secara keseluruhan.

Apalagi satelit seharga Rp 1,8 triliun ini telah diasuransikan secara penuh.

“Anomali ini tidak mengganggu operasional dan layanan Telkom, karena Telkom saat ini mengoperasikan dan menggunakan beberapa satelit,” jelas Head of Corporate Communication and Affair Telkom, Slamet Riyadi.

Saat ini, pihak ISS Reshetnev sedang melakukan investigasi lebih lanjut atas kejadian ini dan akan segera menyampaikan hasilnya kepada Telkom. Melalui koordinasi intensif dengan pihak ISS Reshetnev, Telkom berharap mendapatkan informasi rinci dalam waktu dekat.

Ingin melihat seperti apa video perjalanan roket yang membawa satelit Telkom-3, simak videonya berikut ini:

Satelit Telkom-3 Hilang, Tak Cuma Telkom yang Rugi

Achmad Rouzni Noor II – detikinet

Kamis, 09/08/2012 08:11 WIB

http://inet.detik.com/read/2012/08/09/081138/1986847/328/satelit-telkom-3-hilang-tak-cuma-telkom-yang-rugi

Jakarta – Hilangnya satelit Telkom-3 usai diluncurkan dari Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan, diyakini tak hanya merugikan Telkom saja. Namun industri telekomunikasi di Indonesia juga ikut terkena imbasnya.

“Jika memang satelit itu hilang, yang rugi bukan hanya Telkom,” sesal Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Semmy Pangerapan, saat dihubungi detikINET di Jakarta.

“Tetapi industri telekomunikasi nasional karena satelit masih menjadi salah satu backbone dan akses last mile andalan untuk area-area remote yang tidak bisa dipenetrasi dengan serat optik,” jelasnya lebih lanjut.

Menurutnya, satelit masih sangat dibutuhkan di Indonesia karena kontur geografis yang sulit ditembus dengan jaringan serat optik. “Di kawasan timur dan pulau-pulau terpencil itu mengandalkan satelit untuk last mile dan backbone,” kata Semmy.

Dijelaskan olehnya, satu satelit dengan kapasitas yang menggunakan teknologi terbaru kapasitasnya mampu mendukung 36 Mbps untuk satu transponder. “Sedangkan Satelit Telkom-3 membawa 42 transponder, dimana ada pancaran KU-band yang bisa mencapai 70 Mbps untuk satu transponder,” katanya.

Pemerintah pun disarankan belajar banyak dari kasus hilangnya satelit dari Telkom dan mulai berani berinvestasi di satelit menggunakan dana Universal Service Obligation (USO) untuk mendukung program tersebut.

“Sebaiknya satelit yang nantinya diinvestasi langsung pemerintah itu untuk akses telekomunikasi seperti internet, bukan penyiaran,” katanya.

Seperti diketahui, peluncuran Satelit Telkom-3 dari Baikonur Cosmodrome, di Kazakhstan, Selasa dinihari (7/8/2012) telah mengalami anomali sehingga tidak mencapai orbit sesuai yang direncanakan.

Telkom sendiri telah mendapat informasi tertulis dari First Deputy General Designer & General Director dari ISS Reshetnev, Rusia, perusahaan kontraktor utama satelit Telkom-3, bahwa telah terjadi anomali pada saat peluncuran Satelit Telkom-3 di tahap pengoperasian roket peluncur Breeze-M sehingga menyebabkan satelit hanya mencapai intermediate orbit.

Saat ini, pihak ISS Reshetnev sedang melakukan investigasi lebih lanjut atas kejadian ini dan akan segera menyampaikan hasilnya kepada Telkom. Melalui koordinasi intensif dengan pihak ISS Reshetnev, Telkom berharap mendapatkan informasi rinci dalam waktu dekat.

( rou / ash )

Satelit Telkom-3 Diproyeksi Jatuh ke Bumi Setelah 16 Tahun

Ardhi Suryadhi – detikinet

Kamis, 09/08/2012 14:54 WIB

http://inet.detik.com/read/2012/08/09/144546/1987295/328/satelit-telkom-3-diproyeksi-jatuh-ke-bumi-setelah-16-tahun

Jakarta – Satelit Telkom-3 yang diluncurkan dari Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan, pada 6 Agustus lalu masih belum jelas nasibnya. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) memperkirakan, jika masih belum dapat dikendalikan, satelit senilai Rp 1,8 triliun itu akan jatuh ke bumi dalam waktu lebih dari 16 tahun.

Satelit Telkom-3 yang sebelumnya diberitakan hilang karena roket pengorbitnya (upper stage) Breeze-M tidak berfungsi sempurna kendati roket pendorongnya Proton-M berfungsi dengan baik.

Lapan pun menduga bahwa roket pengorbit tersebut masih memuat satelit Telkom 3 dan Express-MD2 alias belum dilakukan separasi.

Berdasarkan pengamatan, saat ini benda yang diduga Breeze-M dan dua satelit yang dimuatnya berada di ketinggian 266 hingga 5.013 km dengan kemiringan orbit 51 derajat.

Ilustrasi rencana peluncuran satelit Telkom 3 memakai roket pendorong Proton-M. Kegagalan terjadi di fase ke-5. Rencana separasi satelit dari roket pengorbit di fase ke-7 dan 8. Sumber: http://en.ria.ru.

“Jika benda ini tidak dapat dikendalikan lagi sehingga mengalami peluruhan orbit secara alami maka diperkirakan benda tersebut akan jatuh ke Bumi dalam waktu lebih dari 16 tahun,” tulis penjelasan Lapan di situsnya.

Keterangan: Orbit Object A yang diduga sebagai roket pengorbit satelit Telkom 3 dan Express-MD2 dibandingkan dengan orbit satelit Telkom 2 yang berada di geostasioner. Ilustrasi oleh Celestia.

Seperti diberitakan, satelit Telkom-3 bersama satelit Ekspress-MD2 yang menumpang roket milik pemerintah Rusia Proton-M, dikabarkan oleh situs Nasa Space Flight telah hilang setelah beberapa jam meluncur menuju slot orbitnya karena gagal dalam tahapan Briz-M.

Briz-M merupakan tahapan pelepasan tangki bahan bakar diikuti relokasi instrument pengarahan dari komando pusat dalam rangka menghindari goncangan ketika tangki tambahan propellant dilepas.

Menurut Russian Space Agency Roscosmos, pihaknya belum bisa memastikan jika kedua satelit tidak masuk orbit walau ada masalah dengan salah satu Briz-M.

Sementara media Rusia, RIA Novosti, menilai jika kedua satelit tersebut kemungkinan besar telah hilang. Hal ini berkaca pada pengalaman kegagalan Briz-M sebelumnya. Dimana hal serupa juga pernah terjadi pada satelit Ekspress-AM4, tahun lalu.

Pihak Telkom pun masih harap-harap cemas menanti kepastian kabar soal Satelit Telkom-3 yang gagal mengorbit tersebut.

“Kami telah mendapat informasi tentang kegagalan peluncuran Satelit Telkom-3 yang disebabkan oleh tidak berfungsinya roket Breeze-M dengan sempurna,” ungkap Head Of Corporate Communication and Affair Telkom Slamet Riyadi saat dihubungi detikINET.

“Saat ini kami sedang menunggu konfirmasi resmi dari pihak ISS Reshetnev Rusia. Ini harus clear benar,” pungkasnya.

( ash / fyk )

Satelit Telkom-3 Telah Ditemukan!

Achmad Rouzni Noor II – detikinet

Kamis, 09/08/2012 18:43 WIB

http://inet.detik.com/read/2012/08/09/184358/1987642/328/satelit-telkom-3-telah-ditemukan

Jakarta – Satelit Telkom-3 yang sempat hilang kini telah diketahui keberadaannya. Satelit yang diluncurkan dari Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan, itu tengah melayang di ketinggian maksimum 5.014 km, masih jauh dari ketinggian orbit 36.000 km.

Namun sayangnya, meski telah diketahui keberadaannya, satelit yang melayang jauh dari orbit itu kemungkinan besar sama sekali tidak akan dapat dipergunakan lagi. Demikian penjelasan yang diterima Telkom dari pihak ISS Reshetnev berdasarkan preliminary calculation, Kamis (9/8/2012).

“Sehubungan dengan hasil preliminary calculation dari pihak ISS Reshetnev maka Telkom juga menetapkan langkah-langkah kontingensi yang terkait dengan Telkom-3,” ujar Head of Corporate Communication and Affair Telkom, Slamet Riyadi.

Sebelum hasil preliminary calculation itu diterima, Telkom telah mengambil langkah-langkah penanganan emergency dan urgency untuk menjamin pelayanan dan operasional telekomunikasi pelanggan. Menurut Slamet, layanan telekomunikasi tidak akan terganggu karena Telkom mengoperasikan dan menggunakan beberapa satelit.

“Selain itu, dari sisi keuangan, kejadian anomali peluncuran Satelit Telkom-3 juga tidak akan memberikan dampak signifikan, karena telah diasuransikan secara penuh,” tegasnya.

Slamet menegaskan, rencana kontingensi merupakan prosedur operasional baku di Telkom, tidak terkecuali untuk transponder satelit. Untuk Satelit Telkom-3 langkah-langkah kontingensi sudah dilakukan sebelum satelit diluncurkan.

“Untuk memenuhi kebutuhan customer yang sudah mendaftar dan mengantisipasi demand kami melakukan penyewaan satelit yang cakupannya kurang lebih sama dengan Satelit Telkom-3,” jelasnya.

“Telkom akan selalu memberikan layanan terbaik kepada pelanggan dan calon pelanggan, di samping itu kami senantiasa menjaga kesinambungan pertumbuhan bisnis ,” tandas Slamet.

Satelit Telkom-3 sebelumnya diberitakan hilang karena roket pengorbitnya (upper stage) Breeze-M tidak berfungsi sempurna kendati roket pendorongnya Proton-M berfungsi dengan baik. Satelit senilai Rp 1,8 triliun ini sempat diperkirakan badan antariksa Lapan, akan jatuh ke bumi dalam waktu lebih dari 16 tahun.

( rou / ash )

Satelit Telkom-3 Hilang, Perdana Menteri Rusia Berang

Susetyo Dwi Prihadi – detikinet

Jumat, 10/08/2012 11:04 WIB

http://inet.detik.com/read/2012/08/10/104516/1988070/328/satelit-telkom-3-hilang-perdana-menteri-rusia-berang

Jakarta – Kegagalan roket Proton-M mencapai orbit saat membawa satelit Telkom-3, membuat Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev berang. Dia bahkan menyebut kejadian ini sebagai sesuatu yang memalukan dan tidak bisa ditolerir.

“Saya tidak mengerti mengapa satelit tersebut hilang, masalah anomali kah, mesin atau lainnya? Jelas itu adalah masalah tradisional yang sering terjadi. Tetapi itu tidak bisa ditolerir sama sekali,” ketusnya saat memimpin rapat, seperti detikINET kutip dari Global Times, Jumat (10/8/2012).

Dia mengatakan, kegagalan roket Proton-Mmilik Rusia ini membawa dampak besar. Sebab ini bisa berimbas pada kepercayaan terhadap ekonomi Rusia dan berpotensi kehilangan miliaran Rubel — mata uang Rusia.

Mendvedev langsung memerintahkan penyelidikan mendalam mengenai masalah tersebut. Dia pun mendesak agar pihak yang bersalah terkait kegagalan proyek ini agar dihukum.

Sebelumnya diberitakan, Proton-M hilang karena roket pengorbitnya (upper stage) Breeze-M tidak berfungsi sempurna kendati roket pendorongnya berfungsi dengan baik. Roket tersebut membawa dua satelit, Telkom-3 yang bernilai Rp 1,8 triliun dan Ekspress-MD2.

Satelit yang diluncurkan dari Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan, itu sendiri dikabarkan telah ditemukan keberadaannya.

Namun sayangnya, meski telah diketahui lokasinya, satelit yang melayang jauh dari orbit itu kemungkinan besar sama sekali tidak akan dapat dipergunakan lagi.

“Sehubungan dengan hasil preliminary calculation dari pihak ISS Reshetnev maka Telkom juga menetapkan langkah-langkah kontingensi yang terkait dengan Telkom-3,” ujar Head of Corporate Communication and Affair Telkom, Slamet Riyadi.

( ash / ash )

http://www.merdeka.com/teknologi/satelit-telkom-3-segera-diluncurkan.html

Sabtu, 25 Februari 2012 16:12:08

Satelit Telkom-3 segera diluncurkan

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) segera meluncurkan Satelit Telkom-3 guna mempertahankan dominasi bisnis satelit sekaligus meningkatkan kualitas dan kapasitas layanan infrastruktur teknologi informasi, dan telekomunikasi.

“Jika tidak ada halangan, pertengahan tahun 2012 atau sekitar Mei-Juni Satelit Telkom-3 akan diluncurkan,” kata Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah, di Jakarta, Sabtu.

Menurut Rinaldi, investasi yang dibelanjakan perseroan untuk membangun hingga meluncurkan Satelit Telkom-3 tersebut mencapai USD 200 juta.

Satelit Telkom-3 memiliki 42 transponder aktif terdiri atas 24 transponder masing-masing 36MHz Standart C-band, 8 transponder 54 MHz Ext. C-band, 4 transponder masing-masing 36 MHz, dan 6 transponder berkapasitas 54 MHz Ku-Band.

Rinaldi menambahkan, cakupan geografis layanan Satelit Telkom-3 mencakup Indonesia, ASEAN, Indochina, Taiwan, Hongkong, dan Papua Nugini dengan Standard C-Band; Indonesia, Papua Nugini dan Australia Utara dengan Extended C-Band; dan Indonesia dengan Ku-Band.

“Dari 42 transponder sebanyak 40-45 persen atau sekitar 20 transponder akan dikomersialkan, sedangkan sisanya untuk menambah kapasitas seluruh layanan Telkom Group,” tegas Rinaldi.

Menurut catatan, Satelit Telkom-3 ini sudah dua kali mengalami pengunduran jadwal peluncuran.

Awalnya, satelit buatan pabrik ISS-Reshetnev Rusia itu akan diluncurkan pada Agustus 2011, namun salah satu mitra yaitu Thales Aleniaspace belum menyelesaikan pekerjaan perangkat komunikasi (Payload).

Sempat juga dijadwalkan meluncur pada akhir 2011, tetapi kembali diundur menjadi triwulan I 2011 hingga akhirnya ditargetkan mengangkasa pada Mei atau Juni 2012.

[tts]

Tuesday, 3 March 2009

Kerjasama Telkom – Reshetnev untuk Satelit Telkom 3, Telkom bekerjasama dengan perusahaan Rusia untuk pengadaan satelit

http://www.radarmerauke.com/2009/03/kerjasama-telkom-reshetnev-untuk.html

Telkom hari ini menandatangani kontrak kerjasama dengan perusahaan Rusia, ISS Reshetnev, untuk pengadaan satelit telkom 3.Kontrak yang ditandatangani keduanya, meliputi pembuatan satelit, jasa peluncuran, penyedian perangkat pengendali satelit, serta pelatihan (training) dan magang (internship).

Pengadaan satelit dilakukan ISS reshetnev dengan menggunakan perangkat komunikasi yang dibuat oleh Thales Alineaspace, dan diluncurkan dengan peluncur proton m-breeze.Satelit telkom 3 memiliki kapasitas 42 transponder aktif yang terdiri dari 24 transponder berkapasitas 36MHz Standar C-Band 8 transponder extension C-Band masing2 54MHz dan 4 transponder Ku-Band masing-masing 36MHz dan 6 transponder Ku-Band masing2 kapasitas 54MHz.

untuk yang standar c-band, diharapkan mencakup skala geografis terbesar yakni indonesia dan asean. Extension c-band untuk indonesia dan malaysia. Ku-band hanya untuk indonesia.“Dari 42 transponder tersebut, 40 hingga 45% di antaranya atau sekitar 20 transponder akan dikomersialkan. sedangkan sisanya, 55% untuk menambah kapasitas seluruh layanan Telkom group,” kata Direktur Utama Telkom, Rinaldi Firmansyah di sela penandatanganan kontrak pengadaan satelit Telkom 3 di Graha Cipta Caraka.

Lebih lanjut Rinaldi mengatakan, telkom yakin bahwa permintaaan akan transponder masih tumbuh. Pemanfaatan transponder di indonesia lebih dari 160 transponder untuk GSM backhaul, data, selanjutnya untuk penyiaran. Sementara, pasokan domestik yang dilakukan oleh Telkom, Indosat, Cakrawala, dan PSN, hanya 101 transponder. Permintaaan saat ini masih tumbuh untuk keperluan penyiaran, 3G, internet triple play, dan quardraple.Sebelumnya Telkom telah mengoperasikan satelit Telkom 2 pada 12 November 2005 yang diluncurkan oleh roket Ariane 5 milik Arianespace di Guyana Perancis. ISS Reshetnev memenangkan tender dan mengalahkan Orbitalscince, Loral, serta Tales Alinea.

“Dalam tender, secara teknologi, satelit yang ditawarkan ISS setingkat dengan kualifikasi satelit yang dimiliki telkom saat ini, hanya saja telkom memilihnya karena nilai harganya lebih murah dibandingkan satelit yang dipakai telkom sebelumnya. Ini jelas membuat Telkom lebih efisien dari segi biaya. Satelit ini juga melengkapi infrastruktur Telkom di samping kabel fiber optik,” kata Sofyan Djalil. “Pengadaan satelit Telkom 3 ini membutuhkan waktu 20 bulan, yang diharapkan rampung dan diluncurkan pada Agustus 2011. Saya harap tidak terlambat. Meskipun ini adalah pertamakali kami bekerjasama dengan Reshetnev Rusia untuk pengadaan satelit, Reshetnev telah memenuhi kriteria yang kami butuhkan. Terutama kapabilitasnya dalam menunjang penyelenggaraan telekomunikasi di indonesia,” ucap Rinaldi.

“Saya yakin kontrak kerjasama ini akan membangun hubungan bilateral yang baik antara Rusia dan Indonesia untuk ke depannya,” kata Victor Kosenko, First Deputy of General Designer and General Director ISS Reshetnev.

Proyek Palapa Ring Tetap Dilanjutkan

Proyek yang menghubungkan seluruh penjuru nusantara menggunakan saluran fiber optik sempat terhambat. Pasalnya, investasi proyek besar bertajuk Palapa Ring itu terkena imbas depresiasi rupiah. Dari awalnya di kisaran Rp 9 ribu rupiah per dolar menjadi Rp 11 ribu per dolar AS. “Akibat depresiasi rupiah, terjadi pergeseran jumlah total investasi Palapa Ring dalam dolar yang akan dikeluarkan untuk infrastruktur proyek itu,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Muhammad Nuh, pada VIVAnews, 16 Februari 2009. “Dari 180 juta dolar AS, kini tinggal 150 juta dolar AS, atau terjadi penyusutan sebesar 30 juta dolar AS,” ucapnya.

Menurut Nuh, sekarang ini pemerintah tengah mencari solusi untuk menutup defisit 30 juta dolar tersebut. “Kemungkinan besar yang bisa kita lakukan adalah pembebasan insentif pajak impor bea masuk untuk peralatan infrastruktur palapa ring,” kata Nuh. Terkait dengan pembebasan pajak, pemerintah, dalam hal ini Departemen Komunikasi dan Informatika sebagai fasilitator sudah mengajukan surat pada Departemen Keuangan sejak Januari 2009. Meski begitu, sampai saat ini belum ada kelanjutannya.
“Kemungkinan besar prosesnya akan cepat, karena pihak Departemen Keuangan berjanji akan memprioritaskan pembebasan pajak untuk sektor infrastruktur, termasuk infrastruktur telekomunikasi,” kata Nuh. Sebagai alternatif, selain pembebasan pajak, pemerintah juga akan menjajaki kerjasama dengan negara-negara Asia lain seperti China, Jepang, dan Korea. Alasannya, karena mereka mempunyai skenario besar untuk menghubungkan seluruh negara-negara di asia melalui infrastruktur fiber optik.
“Bagaimana itu bisa tercapai kalau di antara negara-negara ASEAN sendiri belum terhubung?” Nuh berkata. “Karena itu saya yakin mereka akan membantu merealisasikan proyek Palapa Ring di Indonesia.” Menkominfo memastikan, tahun 2009 ini proyek Palapa Ring tetap akan berjalan. Hanya mungkin ada modifikasi-modifikasi penting. “Salah satu contoh misalnya adalah beberapa daerah tidak memakai fiber optik, tetapi hanya menggunakan koneksi satelit,” kata Nuh.

Sumber : VIVA News

TEKNOLOGI

5 Bulan Lagi Satelit Telkom Masuk Atmosfer?

Saat ini ada empat obyek dengan orbit yang mirip peluncuran Proton-M.

Kamis, 9 Agustus 2012, 12:29

http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/343050-5-bulan–sisa-proton-m-kembali-ke-atmosfer-

VIVAnews – Roket milik Rusia Proton-M gagal membawa dua satelit, termasuk milik Telkom asal Indonesia, mencapai orbit. Bagian dari roket ini, Briz-M booster, diperkirakan tetap terbang di luar angkasa selama lima bulan.

Seorang sumber di industri roket Rusia mengatakan kepada Kantor Berita Rusia, RIA Novosti, booster tersebut akan mendekati dan masuk ke lapisan atmosfer, setelah lima bulan ‘mengambang’ di angkasa raya.

Senin lalu, Rusia meluncurkan roket Proton-M dengan peluncur Briz-M. Roket ini membawa satelit Telkom-3 and the Express MD2 dari Baikonur Space Center, Kazakhstan. Tapi, peluncuran ini gagal menyusul malfungsi mesin.

Menurut Strategic Command Amerika Serikat, saat ini ada empat obyek dengan orbit yang mirip peluncuran Proton-M. Sumber RIA Novosti menduga keempat obyek itu adalah booster Briz-M, sebuah tangki tambahan, dan dua satelit yang dibawa Proton-M.

“Mereka terpisah, tapi sistem kontrol berfungsi,” kata sumber tersebut sambil menambahkan bahwa sistem kontrol satelit sudah diaktifkan. “Mereka seharusnya merespons komando.”

Akibat kegagalan ini, Badan Antariksa Rusia Roscosmos membekukan sementara waktu peluncuran Proton-M dengan Briz-M booster. Kedua satelit yang gagal dibawa tersebut sedianya akan melayani TV broadcast di Indonesia.

Satelit Telkom-3 dibangun perusahaan roket Rusia, Reshetnev, dengan peralatan telekomunikasi dari Thales Alenia Space. Sementara Express MD2 merupakan satelit kecil yang didesain oleh Khrunichev State Research and Production Space Center untuk Russian Satellite Communications Company (RSCC). Kedua satelit ini masuk asuransi Russian Ingosstrakh and Alfa Strakhovanie. (umi)

SATELIT TELKOM

Telkom sewa satelit antisipasi raibnya Telkom-3

Oleh Merlinda Riska – Jumat, 10 Agustus 2012 | 06:09 WIB

http://industri.kontan.co.id/news/telkom-sewa-satelit-antisipasi-raibnya-telkom-3/2012/08/10

JAKARTA. Nasib raibnya Satelit Telkom-3 mulai terkuak. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mulai mendapat gambaran jelas soal keberadaan satelit tersebut.

Menurut Head of Corporate Communication and Affair Telkom, Slamet Riyadi, Telkom sudah mendapat penjelasan dari hasil investigasi ISS Reshetnev, perusahaan asal Rusia yang didapuk sebagai pelaksana peluncuran satelit naas tersebut.

Berdasarkan hasil perhitungan sementara (preliminary calculation) yang Telkom terima dari Reshetnev per tanggal 9 Agustus, Satelit Telkom-3 saat itu sedang melayang-layang di ketinggian maksimum 5.014 km. Sayang, ketinggian orbit tersebut masih jauh dari yang diharapkan Reshetnev, yakni berada di ketinggian orbit 36.000 km. “Artinya adalah satelit tersebut kemungkinan besar tidak bisa dipergunakan sama sekali,” kata Slamet dalam keterangan rilisnya.

Melihat hasil negatif ini, Telkom langsung mengambil langkah kontingensi. Maklum, dari sekitar 42 transponder yang ada di satelit tersebut, sekitar 20 transponder rencananya bakal Telkom pergunakan untuk menambah kapasitas Telkom secara group.

Langkahnya adalah memaksimalkan dua satelit Telkom yang sudah beroperasi. Serta menyewa beberapa satelit. “Kalau masih kurang, kami akan usahakan untuk menambah jumlah satelit sewaan,” katanya lagi.

Telkom memang harus bergerak cepat. Pasalnya, sudah ada beberapa pelanggan yang ingin memanfaatkan Satelit Telkom-3. Nah, supaya si pelanggan tidak kecewa, Telkom pun terpaksa menyewa satelit sewaan. Langkah ini untuk menjamin kesinambungan bisnis PT Telkom.

Telkom mengklaim hilangnya Satelit Telkom-3 ini tidak bakal mengganggu kinerja bisnis mereka. Meskipun nilai satelit ini sebesar US$ 200 juta atau sekitar Rp 1,8 triliun lebih. Pasalnya, satelit ini sudah diasuransikan secara penuh ke PT Asuransi Jasa Indonedia (Jasindo).

Oleh : Gempar Ikka Wijaya

Rilis keberhasilan RIM dalam menguasai pasar Indonesia ini harus menjadi catatan penting bagi regulator telekomunikasi di Indonesia. Aspek timbal balik dalam investasi, keberhasilan penguasaan pasar, serta penghargaan pada regulasi dan kebijakan Telekomunikasi harus kembali diperhatikan oleh RIM.

Beberapa waktu sebelumnya Kementerian Kominfo menyoroti sikap pengembang handset BlackBerry itu yang melanggar janji mereka untuk membangun server di Indonesia. Bukan hanya batal membangun server, RIM malah membangun router dan menempatkannya bukan di Indonesia melainkan di Singapura. Ini menyalahi janji RIM yang sejak awal tahun ini telah menyanggupi akan membangun sebuah Regional Network Aggregator. Kementerian Kominfo dan BRTI bahkan sempat menyampaikan kekecewaan terhadap RIM karena kebijakan yang telah dilakukan tersebut. Diharapkan di Indonesia dibangun setingkat network aggregator.

Sebelumnya Pembangunan server ini merupakan satu dari empat komitmen yang dijanjikan RIM akan dilakukan di Indonesia termasuk soal filter pornografi, penyadapan untuk penegakan hukum, serta penyediaan pusat reparasi dan layanan purna jual. Regional Network Aggregator diyakini akan mengurangi biaya para operator telekomunikasi di Indonesia secara signifikan sehingga bisa dialihkan untuk meningkatkan kinerja layanan bagi pengguna BlackBerry.

Kontrol masyarakat dengan memberikan masukan yang lebih baik kepada RIM terhadap layanan mereka di Indonesia harus menjadi salah satu catatan yang harus dilakukan.

Berbeda dengan layanan lain. RIM dengan produk BB nya memberikan fasilitas layanan internet yang telah terimplant di dalam perangkat handset yang mereka jual. Jaringan yang harus dikembangkan oleh RIM hanyalah jaringan internet back bone yang khusus mengarah kepada server yang dimilikinya. Meski sederhana akan tetapi dalam implementasinya penambahan kapasitas jaringan ini bukanlah hal yang sederhana. Dibutuhkan investasi yang sangat mahal jika akan membangun intenal di dalam negeri Indonesia. Akibatnya Singapura lah yang menjadi pilihan RIM. Dari Singapura penambahan kapasitas jaringan ini jauh lebih sederhana. Karena  RIM tidak akan perlu melakukan pembangunan yang kompleks mengikuti peta jaringan internal Indonesia sendiri yang sangatlah kompleks. Dengan membangun sebuah node di Singapura, maka secara teknis permasalahan kapasitas jaringan yang dimiliki oleh RIM akan selesai.

Aspek lain yang mungkin menjadi pertimbangan RIM adalah aspek rumitnya regulasi yangharus dihadapi oleh RIM di Indonesia. Regulasi yang tidak jelas, tumpang tindih, dan sedemikian banyak regulasi  “dadakan” yang bisa saja membuat pertimbangan bisnis menjadi hal kedua yang harus disingkirkan.

RIM : BLACK BERRY PALING LAKU DI INDONESIA
Achmad Rouzni Noor II – detikinet
Selasa, 24/04/2012 16:23 WIB

Jakarta – Research In Motion (RIM) menyanjung Indonesia sebagai pasar yang cerdas karena memilih BlackBerry sebagai smartphone pilihan utama ketimbang merek ponsel lain.Dalam presentasinya di X2, Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (24/4/2012), Hasting Singh, Managing Director RIM Asia Selatan, mengatakan bahwa BlackBerry telah menjadi brand nomor satu di Indonesia.

“Pengguna BlackBerry sudah lebih dari 77 juta di seluruh dunia. Di Indonesia, BlackBerry jadi brand nomor satu. Begitupun di Inggris, Timur Tengah, Afrika Selatan, dan Amerika Latin,” katanya.

Mengutip riset dari penelitian GfK, Hasting bilang, BlackBerry mencatatkan penjualan ponsel tertinggi di Indonesia. Ia juga mengatakan, berdasarkan badan riset Roy Morgan di kuartal ketiga 2011, level kepuasan pengguna BlackBerry di Indonesia tertinggi dibandingkan merek ponsel ternama lainnya.

“Masyarakat Indonesia cerdas karena memilih BlackBerry sebagai smartphone mereka,” kata Eka Anwar, Marketing Director RIM Indonesia.

Dari 77 juta pengguna BlackBerry di seluruh dunia, Indonesia diperkirakan memberi kontribusi sekitar 15% dengan jumlah pengguna hampir 10 juta. RIM bermitra dengan tujuh operator, Telkomsel, Indosat, XL Axiata, Axis, Hutchison Tri, Smart Telecom, dan Bakrie Telecom.

( rou / ash ) 

PR BlackBerry: Kualitas Jaringan Ditingkatkan, Harga Diturunkan
Ardhi Suryadhi
 – detikinet
Selasa, 24/04/2012 13:51 WIB

Jakarta – BlackBerry boleh saja masih punya tempat di hati pengguna ponsel Indonesia. Namun hal itu jangan lantas membuat Research In Motion (RIM) — selaku pembesut BlackBerry — terlena. Sebab masih banyak ‘pekerjaan rumah’ yang harus mereka selesaikan.Menurut Turina Farouk, VP Corporate Communication XL Axiata, salah satu hal yang harus ditingkatkan oleh RIM adalah terkait kualitas jaringan dan infrastruktur BlackBerry itu sendiri.

Sebab akses data di BlackBerry sedikit berbeda dengan ponsel lainnya, dimana ketika tersambung ke internet pengguna BlackBerry memiliki ‘jalan tol’ sendiri yang dioperasikan oleh RIM.

Faktor lainnya adalah terkait harga. Dimana vendor asal Kanada itu juga dituntut untuk dapat menawarkan handset baru dengan harga terjangkau sehingga perangkat tersebut jadi lebih ‘merakyat’.

“Namun tentunya memasarkan handset BlackBerry baru dengan harga yang terjangkau dengan tetap mengutamakan kualitas dari handset itu sendiri,” kata Turina.

Harga yang lebih miring ini penting karena pasar BlackBerry sudah semakin luas, tidak hanya di kota-kota besar saja.

Sebelumnya, Turina tak menampik jika di Amerika Serikat dan Eropa, pamor BlackBerry mulai menurun. Namun untuk negara-negara Asia, XL melihat jika BlackBerry masih berpotensi untuk berkembang.

“Seperti contoh di Indonesia, Thailand, India dan negara lainnya, BlackBerry masih diminati,” ujarnya kepadadetikINET.

Pelanggan BlackBerry yang menggunakan jaringan XL sendiri saat ini sudah lebih dari 2,5 juta. “Dimana data yang kami dapatkan terakhir market share kami sekitar 30-35%,” lanjut Turina.

Dan XL pun percaya bahwa BlackBerry belum habis di Indonesia. Apalagi, pembesut BlackBerry — Research In Motion (RIM) pun telah menyadari akan potensi ini.

“Tentunya selama masih ada potensi untuk berkembang, RIM akan terus mengembangkan layanan BlackBerry dan menambah penetrasi distribusi BlackBerry melalui partner-partner resmi mereka serta tentunya dengan operator sebagai penyedia layanan BlackBerry di Indonesia,” Turina menandaskan.

( ash / rns ) 

Oleh : H.Gempar Ikka Wijaya

Biznet melakukan perluasan kapasitas jaringan dan layanan IT nya. Pembangunan fiber optik belasan ribu kilometer, kemudian melakukan pembangunan Data center di ring luar Jakarta, untuk mendukung layanan bagi pelanggan IT Telconya. Langkah strategis yang luar biasa dilakukan oleh Biznet. Sasaran investasi yang dilakukan oleh Biznet terlihat sangat bagus dari sisi penetrasi bisnis. Dan jika kemudian dihubungan dengan hukum investasi di pasar bursa saham, apa yang dilakukan oleh Biznet ini akan memberikan efek yang bagus di pasar bursa, terutama kepada seluruh link bisnis yang dilayani dan terhubung dengan Biznet.

Akan tetapi seperti yang dilakukan oleh para pendahulunya Biznet masih belum terlihat memiliki roadmap yang jelas terhadap keseluruhan pengelolaan sumber daya pasar IT essensial di Indonesia. Pola sasaran yang diarah oleh Biznet hanyalah pasar di lingkungan segitiga emas Jakarta dan daerah yang sebenarnya menjadi lokasi sekunder sumber daya yang besar di Indonesia.

Langkah yang dilakukan dalam pengembangan data centre di lingkar luar Jakarta memang memberikan potensi perkembangan yang cepat bagi bisnis data di lingkungan Jakarta, akan tetapi ridak akan berhasil menyentuh aspek mendasar pola Bisnis yang ada di Indonesia. Langkah yang sama yang hanya akan memberikan kontribusi kecil pada pola transformasi bisnis dan pengelolaan sumber daya Indonesia.

Biznet perlu melakukan proses peninjauan dan re-analisis kembali Pola pasar sasaran untuk memperkuat keikutsertaannya dalam pembentukan pola pasar IT di Indonesia dan proses restrukturisasi dan transformasi pasar berbasis IT di Indonesia

Langkah yang dilakukan untuk berkoneksi dengan institusi pendidikan seperti Universitas Bina Nusantara, merupakan sebiah langkah yang strategis yang dilakukan oleh Biznet. Dan ini adalah langkah yang mendukung proses transformasi bisnis yang lebih besar, akan tetapi langkah itu harus juga dibarengi dengan investasi yang lebih terarah pada sumber pasar sekunder yang saat ini memang berkembang dan sengaja dikembangkan di area sentrum Jakarta (GIW)

——————

CUPLIKAN BERITA

——————-

http://tekno.kompas.com/read/2011/12/16/1641494/2012..Biznet.Bangun.Jaringan.Serat.Optik.10.000.Km

2012, Biznet Bangun Jaringan Serat Optik 10.000 Km
Didik Purwanto | Wicaksono Surya Hidayat | Jumat, 16 Desember 2011 | 16:41 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — PT Supra Primatama Nusantara, perusahaan jasa internet yang lebih dikenal dengan brand Biznet Networks, akan membangun jaringan internet kabel serat optik sepanjang 10.000 kilometer di 2012. Jaringan baru itu untuk menambah jumlah kantong kota digital di Indonesia.

Presiden Direktur Biznet Networks Adi Kusma menjelaskan, jaringan baru ini akan dibangun sekitar 70 persen di area Jakarta dan sisanya di Pulau Jawa serta Bali. Hingga akhir tahun ini, diharapkan bisa membangun 2.500 km.

“Tahun depan kami akan jor-joran untuk investasi kabel serat optik. Investasinya sekitar Rp 500-Rp 700 miliar,” kata Adi di Jakarta, Jumat (16/12/2011).

Adi mengaku, potensi pertumbuhan pengguna internet di masa depan akan semakin berkembang. Sebagai perusahaan penyedia jaringan, Biznet tentu akan berinvestasi besar untuk meningkatkan kapasitas jaringannya.

Saat ini, Biznet sedang menggarap kantong pengguna internet di sekitar kampus, baik di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, maupun Malang. Selain itu, jaringan kabel serat optik ini juga akan dibangun di Cilegon, Bekasi, Karawang, hingga Purwakarta.

“Kebanyakan jaringan di sana untuk menghubungkan kantor-kantor yang ada dengan kantor pusat baik di Jepang maupun Korea,” katanya.

Kini, sudah ada sekitar 70 pelanggan Biznet dari kalangan korporasi, terutama perusahaan finansial dan online game. Sementara pelanggan ritelnya mencapai 15.000 pelanggan.

———————-
Data Center “Hijau” di Bogor Siap Beroperasi Awal 2012
Didik Purwanto | Wicaksono Surya Hidayat | Jumat, 16 Desember 2011 | 14:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Biznet Networks akan mengoperasikan Biznet TechnoVillage pada Februari 2012 mendatang. Tempat tersebut merupakan lokasi data center baru bagi Biznet ke depan.

President Direktur Biznet Networks Adi Kusma menjelaskan Biznet TechnoVillage ini dibangun pada lahan seluas 15.000 meter persegi di area sekitar Gunung Putri Bogor, sekitar 30 km dari Jakarta. Sekitar 6.000 meter persegi akan digunakan untuk gedung perkantoran.

“Sisanya sekitar 9.000 meter persegi digunakan untuk lokasi data center. Di sana akan dapat menampung 2.000 rak data center,” kata Adi di sela-sela konferensi pers Boost Conference di Hotel Intercontinental, Jakarta, Jumat (16/12/2011).

Adi mengklaim bahwa Biznet TechnoVillage dibangun dengan konsep green building. Meski masih mendapat suplai tenaga listrik dari PLN sekitar 20 MW.

Gedung data center ini bakal dilengkapi dengan genset kinetik berteknologi Diesel rotary uninterruptible power supply (DRUPS) yang memungkinkan sambungan listrik, setelah listrik utama padam, tersedia hanya dalam waktu dua detik.

Adi mengaku teknologi tersebut langsung diimpor dari Belgia. Teknologi ini juga tidak perlu memakai baterai sebagai penyimpanan listrik saat listrik padam. Sehingga lebih hemat energi.

“Bayangkan saja jika dengan teknologi biasa, satu meter data center bisa menghabiskan listrik sama dengan 10 meter ruang perkantoran,” jelasnya.

Adi mengaku investasi untuk membangun data center ini mendekati Rp 500 miliar. Data center baru ini akan menjadi pelengkap data center Biznet di Jakarta.

 

Biznet Bangun TechnoVillage di Gunung Putri
wah | Selasa, 19 Januari 2010 | 15:52 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Seiring kembali bergairahnya bisnis teknologi informasi pascakrisis mulai awal tahun ini disambut rencana Biznet untuk memperluas layanannya. Tidak hanya fokus menjadi penyedia akses internet kecepatan tinggi berbasis serat optik, Biznet juga akan memperluas service atau layanannya dengan mendirikan kompleks perkantoran berbasis teknologi informasi yang disebut Biznet Technovillage.

“Di situ akan ada data center dan gedung perkantoran. Kami hanya menawarkan untuk perusahaan yang terkait dengan teknologi informasi seperti ISP, perbankan, atau portal media dan banyak lagi,” kata Endra Leonardy, VP Marketing Strategy and Support PT Supra Primatama Nusantara (Biznet) kepada Kompas.com di Jakarta, Selasa (19/1/2010).

Endra mengatakan di kompleks tersebut akan dibangun tiga lantai data center yang dilengkapi sistem keamanan berlapis 24 jam, kartu akses RFID dan PIN, serta CCTV. Data center tersebut menempati area seluas 6000 meter persegi. Data center ini bisa dimanfaatkan sebagai data center utama maupun back up.

Sementara areal lainnya akan digunakan untuk gedung perkantoran yang menempati area seluas 9000 meter persegi. Dengan gedung yang dekat dengan fasilitas data center dan infrastruktur internet berbasis serat optik, kompleks ini cocok untuk operasional back office, call center, digital studio, disaster recovery office, atau R&D Lab.

“Kita juga mendesainnya sebagai green village. Sekitar 30 persen kawasan merupakan ruang terbuka hijau,” jelas Riska Apricia, Corporate Communication Manager Biznet. Ia mengatakan di antara ruang terbuka hijau itu akan dibangun fasilitas pertemuan sehingga pertemuan bisnis bisa dilakukan lebih nyaman. Kawasan tersebut juga berada di bibir danau alami sehingga suasana sekitar semakin segar.

Kompleks tersebut akan dibangun di lokasi pinggiran kota yang cocok sebagai pusat data center namun mudah diakses. Biznet Technovillage akan menempati area seluas 3 hektare di kawasan Gunung Putri, Jawa Barat tepatnya dekat Riverside Golf & Country Club, Cibubur, Jawa Barat yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Jakarta dan 3 km dari tol Jakarta Outer Ring Road (JORR). Pembangunannya akan dimulai awal tahun ini dan rencananya mulai digunakan Oktober mendatang.

————-
Boost Coba Sambungkan Silicon Valley dan Indonesia
Didik Purwanto | Wicaksono Surya Hidayat | Jumat, 16 Desember 2011 | 13:27 WIB
—————–
JAKARTA, KOMPAS.com – Boost Conference adalah konferensi yang mempertemukan startup di Indonesia dengan pembicara dari Silicon Valley dan Jepang secara gratis. Harapannya, banyak tercipta pengusaha lokal yang mampu go international.

Boost Asia diselenggarakan oleh sebuah tim organizer. Salah satunya, CEO Biznet Networks Adi Kusma. Menurut Adi, pengembangan startup lokal di tanah air masih tertinggal jauh dibanding India dan China.

“Sangat sulit untuk mendapatkan mentor dan dukungan dana untuk memperbesar startup lokal. Sehingga kami (berupaya) menghadirkan pengusaha startup dari Silicon Valley dan Jepang ke sini,” kata Adi di dalam konferensi pers Boost Asia di Intercontinental, Jakarta, Jumat (16/12/2011).

Konferensi ini akan diadakan pada 16 Januari 2012 di Universitas Bina Nusantara Jakarta dan pada 17-18 Januari 2012 di Hotel Intercontinental Jakarta. Pengusaha yang akan hadir adalah Brent Hurley (salah satu pendiri Youtube), Tetsuya Mizuguchi (eks-produser Sega Rally), Aki Sano (pendiri Cockpad), Jameson Hsu (Mochi Media), Jia Shen (RockYou Asia) dan Ian McFarland (Digital Garage).

Selama konferensi nanti, pengusaha startup lokal akan mendapat peluang atau akses pendanaan, inkubasi start up hingga berbagi pengalaman dengan mentor tersebut. Startup yang dimaksud adalah mereka yang baru memulai usaha yang bergerak di bidang digital / web.

“Di Indonesia sudah ada sekitar 300 startup lokal, tapi masih ada startup lokal yang dimiliki oleh individu atau hanya dua orang pelaku yang ada di daerah. Inilah sebenarnya sasaran kita, agar start up mereka berpeluang membesar,” kata Adi.

Organizer lainnya, CEO dan Co Founder RUMA Aldi Haryopratomo, menambahkan startup lokal yang dibidik ini setidaknya usahanya sudah berjalan dan sudah punya pendapatan, walau sedikit. Namun tidak menutup kemungkinan bagi mahasiswa dan umum untuk menghadiri konferensi tersebut.

“Ini adalah kegiatan pertama kali bagi Boost, namun ke depan kami akan menyelenggarakan setiap tahun. Harapannya mereka yang ingin bergerak di bidang startup mau belajar dari acara seperti ini,” Aldi menjelaskan.

Oleh : H. Gempar Ikka Wijaya

ANALISA BERITA (March 14th, 2003)
Membentuk Komunitas pelanggan, Langkah Baru Operator Seluler

CUPLIKAN BERITA
Kumpulkan Pelanggan Prabayar, Telkomsel Lansir Simpatizone (www.Detik.com, 14 Maret 2003

DESKRIPSI SINGKAT

Untuk menunjukkan kepedulian kepada pelanggan prabayar yang mencapai 5,4 juta, Telkomsel membentuk komunitas khusus, Simpatizone. Pengguna Simpati dapat bergabung tanpa dipungut biaya untuk mendapatkan fasilitas dan layanan istimewa yang diberikan Telkomsel.

猫ayanan ini diciptakan berdasarkan permintaan dan masukkan dari banyak pelanggan Simpati,・ungkap Erik Meijer, General Manager Marketing Telkomsel.
Menurut Erik, karena untuk segmen prabayar secara prinsipnya tidak ada proses registrasi, maka Telkomsel tidak mengetahui data diri pelanggan Simpati tersebut sehingga tidak dapat memberikan layanan-layanan khusus.

Simpatizone akan memberi kemudahan anggota dalam iuran tahunan, pendaftaran keanggotaan, mendapatkan Buletin yang akan dikirimkan ke alamat pelanggan, download logo, picture message, ringtone secara gratis.
Selain itu, jika nomor hilang, anggota Simpatizone akan mendapatkan kembali nomor yang sama dengan biaya 50 persen untuk penggantian kartu dan aktivasi langsung fasilitas Simpati Internasional Roaming.
DISKUSI ANALISA

Jumlah pelanggan yang terus membengkak membuat Operator telekomunikasi mampu melihat satu peluang bisnis baru yang bisa mendongkrak bisnis inti mereka. Membentuk komunitas pelanggan adalah salah satu alternatif yang mulai dilirik oleh para operator telekomunikasi.

Selain Telkomsel, operator seluler seperti Satelindo dan Pro XL juga telah melakukan langkah yang sama sebelumnya. Kondisi ini sangat menarik dicermati, karena hal ini akan membawa satu bentuk bisnis turunan lain yang akan muncul dan bahkan mungkin bisa menjadi besar.

Operator yang baru beroperasi seperti IM3 juga melakukan langkah yang sama untuk menguatkan basis pelanggan yang mereka miliki. Layanan khusus yang diberikan antar kelompok pelanggan ini merupakan cara baru survive dan sekaligus berkembang di tengah kompetisi yang sangat keras di pasar seluler Indonesia.

Pemberian potongan harga khusus yang diberikan untuk komunikasi antar pelanggan dalam operator yang sama misalkan dapat mendongkrak level kesetiaan pelanggan terhadap operatornya. Langkah telkomsel dengan membentuk kelompok pelanggan tertentu dengan potongan harga yang sangat besar adalah contoh yang dapat dijadikan model oleh operator telekomunikasi lain. Layanan closed user group seperti ini selain meringankan closed user group juga akan membuat para pelanggan tetap setia memakai operator telekomunikasi ini.

Meski demikian layanan seperti ini tidak bisa memberikan jaminan penetrasi pelanggan baru yang lebih cepat. Beberapa operator non seluler GSM misalnya pernah melakukan langkah pemberian layanan yang sama dengan tujuan para pelanggan baru untuk mendongkrak rendahnya jumlah pengguna layanan mereka. Akan tetapi langkah mereka gagal.

Langkah layanan seperti ini hanya efektif ditujukan untuk pelanggan yang telah menggunakan layanan dalam jangka waktu tertentu. Dan sebaiknya operator telekomunikasi mampu melihat layanan ini sebagai sesuatu yang berbau lebih wajib. Karena hampir semua operator telah memberikan layanan serupa ini.

Gaya layanan seperti ini juga pernah sukses diterapkan di operator telepon tetap (PSTN) di Eropa dan Amerika. Layanan Sentrex untuk corporate adalah salah satu contoh layanan close user group yang mampu memangkas biaya telekomunikasi antar mereka. Layanan PABX juga merupakan salah satu layanan yang menjadi andalan perusahaan-perusahaan besar dunia.
REKOMENDASI

Regulator

Regulator perlu melihat gejala layanan ini dan melakukan proses pengamatan yang lebih teliti, untuk menghindari adanya proses diskriminasi yang berujung pada pelanggaran undang-undang pelayanan konsumen. Pembentukan closed user group atau kelompok kecil seperti ini membuat proses pelayanan secara individu memiliki peluang diturunkan. Meski peluang untuk menaikkan layanan secara kelompok juga sangat dimungkinkan.

Interoperability juga berpeluang menjadi masalah lain yang akan muncul jika satu atau dua kelompok user group yang dimiliki oleh operator menjadi sangat dominan.

Regulator sebaiknya juga melihat adanya peluang Layanan model seperti ini menyeret para operator dalam melanggar undang-undang anti monopoli.

Operator

Sesegera mungkin melakukan langkah layanan yang sama karena model layanan ini berpeluang menyedot pelanggan yang mereka miliki.
Analis [ Gempar Ikka Wijaya ] http://www.systemicgroup.com

Oleh : H. Gempar Ikka Wijaya

Dalam beberapa hari ini sengketa RIM dan Pemerintah (Baca : Menkominfo dan BRTI) berada di titik puncaknya. Setelah berbagai cara dilakukan pemerintah Indonesia, RIM masih juga belum mau berkehendak melakukan apa yang menurut pemerintah Indonesia telah dijanjikan oleh RIM.

Apa yang terjadi di pasar bursa saham terhadap RIM adalah sebuah contoh bagus bagaimana mengendalikan RIM secara lebih efektif, lebih dari sekedar perang pendapat dan pola saling merasa mampu memberikan sanksi. Pukulan yang cukup tajam terhadap saham RIM di bursa saham membuat RIM akan menganalisis dengan serius penyebab turunnya value perusahaan mereka.

Pendekatan seperti ini jauh lebih elegant dilakukan dalam mengendalikan RIM dibandingkan dengan cara-cara memberikan sanksi yang pernah diungkapkan oleh BRTI atau personal BRTI beberapa waktu yang lalu.

Pemerintah melalui BRTI dan juga Menkominfo harus mulai mempelajari bagaimana pressure dilakukan terhadap para pelaku usaha global ataupun nasional yang nakal dan kemudian melakukan proses penentangan regulasi, apalagi jika kemudian dianalisis merugikan bangsa dan negara.

Aktivitas melempar opini dan ancaman bukanlah merupakan cermin sebuah fungsi negara yang kuat, akan tetapi malah menunjukkan betapa lemahnya fungsi negara sebagai regulator dalam proses manejemen aktivitas negara. Pemerintah (Baca : BRTI Dan Menkominfo) harus belajar berkomunikasi dengan lebih tegas yang berujung pada sebuah sanksi yang nyata, dibandingkan dengan sebuah permainan retorika, yang dalam dunia bisnis seperti yang dijalankan oleh RIM, tidak memiliki dampak apapun. Upaya sistematis untuk menggoyang saham dan kepentingan bisnis RIM secara lebih serius harus dipelajari kembali oleh Menkominfo dan BRTI agar tidak lagi dipermainkan oleh perusahaan kecil sekelas RIM.  Atau sebuah upaya yang serupa dengn mengikutsertakan konsumen RIM untuk memaksa RIM sendiri merealisasikan janji-janjinya di Indonesia. Mengendalikan RIM dengan kekuatan pasar yang dia miliki sendiri adalah sebuah contoh implementasi demokrasi yang nyata dalam dunia bisnis teknologi ICT global.  (GIW)

CUPLIKAN BERITA :

http://www.detikinet.com/read/2011/12/16/104047/1792596/319/blackberry-playbook-tak-laku-laba-rim-anjlok-71

Jumat, 16/12/2011 11:00 WIB

BlackBerry PlayBook Tak Laku, Laba RIM Anjlok 71%
Fino Yurio Kristo – detikinet

Toronto – Research in Motion (RIM) mengumumkan laporan keuangannya untuk Q3 2011. Vendor BlackBerry asal Kanada ini membukukan pendapatan lumayan meski meleset dari proyeksi awal dan menurun dibandingkan tahun lalu.

RIM melaporkan pendapatannya mencapai USD 5,2 miliar di kuartal tersebut, meleset dari target USD 5,6 miliar. Jumlah itu juga menurun dari pendapatan RIM dalam periode yang sama tahun lalu sebanyak USD 5,5 miliar.

Dari total pendapatan di atas, profit RIM terhitung mencapai USD 265 juta dengan penjualan total sebanyak 14,1 juta unit BlackBerry. RIM juga mengklaim jumlah pelanggannya mencapai 75 juta, naik 35% dari tahun lalu.

Jumlah profit tersebut merupakan penurunan cukup drastis dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD 911 juta. Persentase penurunan profit mencapai 71%.

Dikutip detikINET dari Engadget, Jumat (16/12/2011), faktor utama melesetnya target pendapatan RIM adalah buruknya penjualan komputer tablet BlackBerry PlayBook. Dalam Q3 2011, penjualan PlayBook hanya mencapai 150 ribu unit sehingga banyak stok menumpuk di gudang dan menimbulkan kerugian sangat besar mencapai USD 485 juta.

Meski performa keuangan RIM tidak terlalu buruk, pasar memandang miring prospek masa depan perusahaan ini. Terbukti dengan terus merosotnya nilai saham. Menurut MarketWatch, nilai saham mereka kini berada di titik terendah sejak pertengahan 2004.

Akibat nilai saham yang terus merosot, dua bos Research in Motion (RIM) memangkas gaji mereka menjadi USD 1 atau sekitar Rp 9.000 per tahun. Hal ini berlaku selama performa bisnis produsen BlackBerry itu belum membaik.

“Beberapa tahun terakhir adalah masa yang paling berat untuk perusahaan ini,” kata Jim Balsillie, co-CEO RIM saat membahas laba per kuartal dengan para analis.

RIM berjanji akan berupaya sekeras mungkin untuk memulihkan kondisi perusahaan. Salah satunya dengan memproduksi BlackBerry yang memakai OS BlackBerry 10, kemungkinan dirilis tahun depan.

( fyk / ash )

CUPLIKAN BERITA

http://www.detikinet.com/read/2011/12/15/091057/1791620/319/blackberry-lesu-saham-rim-tumbang-di-titik-terendah?i991101105

Kamis, 15/12/2011 09:10 WIB
BlackBerry Lesu, Saham RIM Tumbang di Titik Terendah
Ardhi Suryadhi – detikinet

Jakarta – Performa Research In Motion (RIM) di lantai bursa tengah goyah. Bahkan dalam perdagangan Rabu kemarin, saham produsen BlackBerry itu turun 2,5% sehingga kini harganya berada di angka USD 15 per lembar saham.

Kondisi RIM ini tentu saja terbilang memprihatinkan. Pasalnya, menurut MarketWatch, nilai saham mereka kini berada di titik terendah sejak pertengahan 2004 lalu.

Dikutip detikINET dari Zdnet, Kamis (15/12/2011), para analis menilai bahwa performa negatif saham vendor asal Kanada itu tak lepas dari lesunya penjualan BlackBerry secara keseluruhan.

Memang, di beberapa negara — seperti Indonesia — BlackBerry masih jadi salah satu gadget populer. Namun jika berbicara global, lambat laun handset yang terkenal dengan fitur BBM-nya itu dikatakan kalah pamor dari iPhone dan perangkat Android.

Kondisi itu diperparah dengan anjloknya penjualan BlackBerry PlayBook yang jauh dari harapan lantaran kalah bersaing dengan iPad cs. Akibatnya, RIM pun dilaporkan harus menanggung kerugian USD 485 juta atau sekitar Rp 4,3 triliun dari produk tablet PC-nya itu.

Penyebabnya adalah, PlayBook yang diproduksi jauh lebih banyak dibanding jumlah unit yang terjual. Sehingga stok tablet perdana RIM itu masih menumpuk.

RIM sendiri belum memberikan responsnya secara resmi terkait hal ini. Namun Alex Saunders, Vice President Developer Relations & Ecosystem Development RIM sebelumnya pernah berkilah bahwa kabar peminat BlackBerry yang melempem hanyalah sebuah mitos. Sebab berdasarkan data yang dimiliki RIM, jumlah pengguna BlackBerry terus meningkat tiap tahunnya.

“Pengguna BlackBerry menurun? Itu hanya mitos. Ada 70 juta pengguna BlackBerry yang saat ini aktif, 20 juta lebih banyak dari tahun sebelumnya,” klaim Saunders, di sela ajang BlackBerry DevCon Asia 2011 yang berlangsung di Singapura, beberapa waktu lalu.

( ash / ash )

————–

Jumat, 16/12/2011 10:10 WIB

Saham Anjlok, Bos BlackBerry Digaji USD 1
Trisno Heriyanto – detikinet

http://www.detikinet.com/read/2011/12/16/095847/1792552/319/saham-anjlok-bos-blackberry-digaji-usd-1

Jakarta – Akibat nilai saham yang terus merosot, dua bos Research in Motion (RIM) memangkas gaji mereka menjadi USD 1 atau sekitar Rp 9.000 per tahun. Hal ini berlaku selama performa bisnis produsen BlackBerry itu belum membaik.

“Beberapa tahun terakhir adalah masa yang paling berat untuk perusahaan ini,” kata Jim Balsillie, co-CEO RIM saat membahas laba per kuartal dengan para analis.

Balsillie mengatakan bahwa ia dan Mike Lazaridis selaku co-CEO RIM lainnya hanya akan menerima gaji sebanyak USD 1 sampai mereka bisa mengembalikan kondisi perusahaan.

Kondisi RIM saat ini memang memprihatinkan. Pasalnya, menurut MarketWatch, nilai saham mereka kini berada di titik terendah sejak pertengahan 2004 lalu. Para analis menilai bahwa performa negatif saham vendor asal Kanada itu tak lepas dari lesunya penjualan BlackBerry secara keseluruhan.

“Kami juga yakin para pemegang saham merasa kami (RIM-red) sedang jatuh,” tambah Balsillie, seperti dikutip detikINET dari AFP, Jumat (16/12/2011).

( eno / ash )

—————-

Kamis, 08/09/2011 10:06 WIB

Investor Usulkan RIM Dijual
Rachmatunisa – detikinet

http://www.detikinet.com/read/2011/09/08/100609/1717959/319/investor-usulkan-rim-dijual

Jakarta – Para investor Research In Motion (RIM) mengusulkan agar pembesut BlackBerry tersebut menjual perusahaannya atau melakukan spin off terhadap paten mereka guna menenangkan para pemegang saham.

CEO Jaguar Financial Corp. Vic Alboini, salah satu pemegang saham RIM, kepada Bloomberg menyebutkan bahwa RIM juga harus membentuk komite empat dari lima direktur independen untuk mempertimbangkan opsi ini.

Dilansir Bloomberg dan dikutip detikINET, Kamis (8/9/2011), Alboini menolak menyebutkan berapa porsi saham yang dimiliki Jaguar di RIM. Namun dia mengatakan, usulan tersebut didukung oleh pemegang saham utama yang secara kolektif memiliki saham RIM kurang dari 5 persen.

Ini bukanlah pertama kalinya para investor RIM mencoba mengambil peran lebih aktif. Juni silam, miliuner Stephen Jarislowsky meminta RIM untuk membagi peran Chairman dan CEO.

Seperti diketahui, RIM saat ini memiliki dua nakhoda, yakni Jim Balsillie dan Mike Lazaridis. Keduanya juga sama-sama bertindak sebagai co-chairman. Namun saran Jarislowsky tersebut sejauh ini masih diabaikan.

Hingga sekarang, RIM belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut. Saran ini bisa jadi tantangan terbaru bagi RIM yang harga sahamnya turun sekitar 35 persen di tahun lalu. Saham RIM untuk pangsa pasar smartphone jatuh dari 25,7 persen menjadi 21,7 persen pada April hingga Juli.
( rns / ash )

——

CUPLIKAN BERITA :

———

http://www.detikinet.com/read/2011/12/09/181757/1787608/328/rim-tak-kooperatif-brti-ancam-pasung-blackberry

Jumat, 09/12/2011 18:17 WIB
RIM Tak Kooperatif, BRTI Ancam ‘Pasung’ BlackBerry
Achmad Rouzni Noor II – detikinet

Jakarta – Meski Research In Motion (RIM) mengaku sudah berkomitmen terhadap janji-janjinya terhadap Indonesia, namun Badan Regulator Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menolak mentah-mentah klaim sepihak produsen BlackBerry tersebut.

Terlebih soal pembangunan Network Aggregator yang nyatanya cuma dibangun router, itu pun ditempatkan di Singapura. BRTI menilai RIM tidak menghargai pemerintah dan regulator sama sekali.

Menurut anggota komite BRTI Heru Sutadi, pemerintah sejatinya sudah menyampaikan rasa kekecewaannya itu. “Kita sudah tahu lama mereka (mau) bangun (network aggregator) di Singapura, tapi saat ketemu September lalu, mereka masih muter-muter belum mau buka,” tukasnya kepada detikINET, Jumat (9/12/2011).

Hingga kemudian, desakan pemerintah pun dilanjutkan agar RIM harus mengurus izin penyelenggara jasa internet. Sebab jika tidak, kata Heru, layanan internet BlackBerry dinilai ilegal, baik itu layanan BlackBerry Internet Services (BIS) maupun BlackBerry Messenger (BBM).

“Karena RIM tidak kooperatif, bukan tidak mungkin segera kita akan hentikan BIS dan BBM mereka, jadi BlackBerry akan sama dengan ponsel lain saja,” tegas Heru.

Masyarakat pun diminta untuk berhati-hati jika menggunakan perangkat BlackBerry dengan kondisi seperti ini. Sebab data yang dipertukarkan tidak aman atau tidak dapat dijamin keamanannya.

“Ya datanya kan ke Kanada. Siapa jamin di sana tidak dibuka-buka seperti data Twitter, Facebook dan lainnya,” Heru menandaskan.

Sebelumnya, RIM sudah menegaskan jika disebut cuma bisa berjualan di Indonesia. Namun fakta berbicara, RIM lebih memilih bangun pabrik BlackBerry di Malaysia, tempatkan router di Singapura, dan memasarkan produknya secara besar-besaran di Indonesia.

“Tidak benar jika kami hanya berjualan di Indonesia. Contohnya, kami sudah membuat program akademik yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan penjualan produk,” kilah Gregory Wade, RIM Regional Managing Director.

( ash / ash )

——————-

Cuplikan berita

———————–

http://www.detikinet.com/read/2011/12/14/151757/1791165/328/rim-lebih-peduli-terhadap-developer-dibanding-platform-lain?

Rabu, 14/12/2011 15:17 WIB
BlackBerry Diancam Dipasung
‘RIM Lebih Peduli Terhadap Developer Dibanding Platform Lain’
Ardhi Suryadhi – detikinet

Jakarta – Posisi Research In Motion (RIM) kini tengah digoyang dengan aturan dari regulator di Indonesia. Kritikan dan tuntutan mengalir deras kepada produsen BlackBerry itu. Pun demikian, tak semuanya berupa cercaan.

Seperti yang disampaikan Deddy Avianto, Ketua IdBerry — komunitas pembuat themes BlackBerry pertama di dunia. Vendor asal Kanada itu dinilai sudah cukup banyak memberi dukungan kepada komunitas pengguna, meski hal itu belum optimal dilakukan.

Dukungan itu mulai dari acara BlackBerry Developer Conference yang berlangsung di Bali, Devday di Jakarta, Surabaya, Bandung hingga Hackathon. Dukungan yang mengalir juga sampai ke kalangan kampus.

“Ada juga ajang networking antar developer setiap bulan: Mobile Monday, also sponsored by RIM. Tanggal 5-6 Desember kemarin ada workshop training for trainers di Singapore, dari situ sudah lahir 1st batch certified trainers di Asia Pacifik. Mayoritas dari Indonesia,” beber Deddy kepada detikINET, Rabu (14/12/2011).

Hingga pada akhirnya, komunitas BlackBerry Tanah Air memborong 8 Blackberry Jammy Award pada saat BlackBerry DevCon kemarin, 6 untuk developer dan 2 untuk komunitas.

“Mulai tahun 2012, RIM juga sudah committed untuk menggelar casual meetup/workshop di berbagai kota,” imbuh Deddy.

“Jadi bukan cuma lumayan, dibanding platform lain, RIM sangat serius membantu perkembangan para developer. Terutama untuk para mahasiswa/pemula,” pungkasnya.

Ya, seperti diketahui, salah satu investasi yang dijanjikan RIM untuk terus dijalankan di Indonesia adalah dari sisi pengembangan para developer. Hal ini sejatinya sah-sah saja, mengingat peran developer begitu penting untuk memperluas ekosistem dan dukungan terhadap platform BlackBerry.

Hal ini pun sudah ditegaskan oleh Gregory Wade, Regional Managing Director RIM beberapa waktu lalu dalam sesi perbincangan via sambungan telepon dengan detikINET.

Dimana investasi RIM untuk Indonesia tidak harus dalam bentuk pabrik seperti yang dilakukan di Malaysia. “Untuk di Indonesia banyak model investasi yang telah kami siapkan, seperti menggandeng developer untuk membangun platform BlackBerry, learning center dan lainnya,” kata Greg.

“Pengembangan aplikasi ini juga bisa berefek ke banyak hal, seperti pembukaan lapangan kerja, kreativitas, inovasi, serta lainnya. Dan jangan lupa, kami juga telah membangun semacam Learning Center bekerja sama dengan ITB (Institut Teknologi Bandung),” ia menandaskan.

Ya, komunitas boleh bersuara. Namun ketika terkait aturan pemerintah terkait penyedia layanan telekomunikasi, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) jadi pihak yang menentukan.

Dimana belakangan, muncul ancaman untuk memasung layanan BlackBerry Internet Services (BIS) oleh regulator. Hal itu lantaran RIM dinilai kurang menghargai pemerintah dengan enggan membangun server di Indonesia yang menjadi salah satu basis pelanggan BlackBerry terbesar di dunia.

( ash / rns )

CUPLIKAN BERITA

http://www.detikinet.com/read/2011/09/22/155348/1728372/319/dituding-persulit-bangun-pabrik-kominfo-tantang-rim

Kamis, 22/09/2011 15:53 WIB

Dituding Persulit Bangun Pabrik, Kominfo Tantang RIM
Ardhi Suryadhi – detikinet

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika menolak dituding jadi penyebab gagalnya rencana pembangunan pabrik BlackBerry di Indonesia. Jika merasa dipersulit, Research In Motion (RIM) ditantang kementerian yang dipimpin Tifatul Sembiring itu untuk menyebutkan, syarat apa yang dimaksud.

Menurut Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Kominfo, Gatot S. Dewa Broto, pihaknya selama ini belum pernah melakukan pertemuan khusus dengan RIM untuk membahas soal pembangunan pabrik BlackBerry di Indonesia.

“Pada 2009 kami lebih berbicara soal layanan purna jual, 2010 terkait filtering konten pornografi, dan Januari 2011 soal 4 poin yang dijanjikan RIM. Semuanya tak ada yang khusus membahas pabrik BlackBerry,” tukas Gatot kepada detikINET, Kamis (22/9/2011).

“Nah, jika dibilang kita mempersulit RIM bangun pabrik BlackBerry, mempersulit yang mana dulu?” tukasnya.

Gatot memperkirakan, syarat yang dianggap enggan dijalankan vendor ponsel asal Kanada itu adalah soal pembangunan data center. Namun jikapun hal ini, RIM ketika pertemuan dengan Kominfo pada 17 Januari 2011 lalu sudah menyanggupi permintaan tersebut.

“Kalau dia mempersoalkan datacenter, toh mereka (RIM-red.) saja menyanggupi kok, kenapa dipersoalkan kembali? Meskipun hingga sekarang belum ada kejelasan datacenter tersebut akan dibangun di mana,” lanjutnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian MS Hidayat memaparkan latar belakang mengapa RIM akhirnya memilih Malaysia untuk menjadi tempat produksi BlackBerry secara outsource.

Menurut Hidayat pihak Indonesia melalui Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan sudah dua kali bertemu pimpinan RIM di kantor pusat RIM di Kanada. Kemudian dilanjutkan dengan pertemuan di Indonesia, sampai akhirnya tak menemui titik temu terkait syarat yang disodorkan oleh menteri komunikasi dan informasi (menkominfo).

“Mereka kesulitan menghadapi persyaratan menkominfo, ada berapa persyaratan yang tak jelas,” kata Hidayat kepada detikFinance, Kamis (22/9/2011).

Hidayat mengatakan setelah tak menemukan titik temu soal persyaratan tersebut, pihak RIM mendadak secara sepihak akhirnya memutuskan meng-outsource produksi BlackBerry mereka di Penang Malaysia. Padahal menurut Hidayat pihak RIM sudah menyiapkan rencana investasi skala besar mereka dengan nilai jutaan dolar AS.

Ia menjelaskan dalam tahap awal RIM mengedepankan produksi BlackBerry dengan pola outsource terlebih dahulu seperti yang dilakukan mereka di Penang saat ini. Kemudian dalam jangka panjang akan membangun pabrik dengan investasi skala besar.

“Yang dimaksud Pak Gita, nanti investasi besar mungkin mereka memulai dari sistem outsource dahulu,” katanya.

Hidayat menambahkan apa yang ia lakukan bersama Gita Wirjawan adalah demi mendorong perusahaan multinasional yang memiliki pasar besar di Indonesia untuk membuat proses produksi di dalam negeri. Ia tak rela jika Indonesia hanya akan menjadi pasar saja, apalagi pada tahun 2015 nanti Indonesia masuk dalam masyarakat ekonomi ASEAN atau satu pasar ASEAN.

“Kita mencegah jangan market kita digunakan untuk investasi di negara tetangga,” katanya.

Beberapa waktu lalu, Gita Wirjawan juga sempat mengatakan RIM ragu membangun pabriknya di Indonesia adalah karena permintaan pembangunan data center oleh pemerintah Indonesia.

Tak pelak, dengan dua komentar pejabat di atas, posisi Menkominfo Tifatul Sembiring seakan tersudut. Pun demikian, Gatot menegaskan jika Kominfo coba bersikap positif atas dua ‘serangan’ yang menyudutkan kementeriannya itu.

“Kami coba menanggapi positif saja, tunjukkan regulasi mana yang dimaksud RIM. Kominfo tidak mau selalu menjadi pihak yang disalahkan ketika ada investor asing yang batal masuk Indonesia,” pungkasnya.

( ash / wsh )

————

CUPLIKAN BERITA

——————-

Jumat, 16/12/2011 14:27 WIB

Server RIM di Indonesia, Devisa Hemat Rp 2 Miliar/Bulan
Ardhi Suryadhi – detikinet

http://www.detikinet.com/read/2011/12/16/142757/1792869/328/server-rim-di-indonesia-devisa-hemat-rp-2-miliar-bulan

 

Jakarta – Jika Research In Moton (RIM) benar-benar mau membangun server BlackBerry di Indonesia, maka devisa negara diyakini bisa dihemat sangat besar. Jumlahnya bahkan sampai di kisaran Rp 2 miliar per bulan.

Irvan Nasrun, Ketua Bidang Indonesia Internet Exchange & Data Center Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) berasumsi, taruh lah pengguna Blackberry di Indonesia sudah mencapai angka 4 juta lebih.

Nah, dengan rata-rata penggunaan bandwidth per user sekitar 0,65 kbps maka total bandwidth pengguna BlackBerry di Indonesia sekitar 2,6 Gbps.

“Jadi operator seluler di Indonesia minimal telah mengeluarkan biaya sekitar Rp 2,6 miliar/bulan untuk membeli bandwidth internasional (dengan asumsi harga bandwidth internasional per Mbps sebesar Rp 1 juta),” tukas Irvan kepada detikINET, Jumat (16/12/2011).

Asumsi lainnya adalah, jika penggunaan bandwidth BlackBerry tak terlalu boros. Seperti hanya untuk layanan BBM, chatting, bertukar file, serta untuk mengakses konten-konten lokal, maka penggunaan bandwidthnya diperkirakan lebih rendah, yakni sekitar 1,95 Gbps.

Dengan asumsi harga bandwidth internet 1 Mbps sebesar Rp 1 juta maka biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 1,95 miliar/bulan.

“Jadi dengan adanya server RIM di Indonesia maka akan terjadi penghematan devisa sebesar Rp 1,95 miliar atau hampir Rp 2 miliar per bulan,” Irvan menandaskan.

( ash / rns )

Oleh : H. Gempar Ikka Wijaya

ANALISA BERITA (March 15th, 2003)
Perlunya Standard Back Up Keamanan Dokumen Negara

CUPLIKAN BERITA
Gedung Departemen Keuangan Diduga Sengaja Dibakar (Koran Tempo, 14 Maret 2003)

DESKRIPSI SINGKAT

Markas Besar Polisi menduga ada unsur kesengajaan dalam peristiwa kebakaran gedung pusat analisa informasi keuangan, Departemen Keuangan. Dugaan itu bersumber dari temuan instrumen gas hidrokarbon yang berasal dari bahan minyak tanah di lantai enam gedung.

Kebakatan menghanguskan lantai 6 dan sebagian lantai 7. Nyaris semua dokumen inventaris negara yang tersimpan ludes terbakar. Data-data yang musnah mencakup seluruh data inventarisasi milik pemerintah di seluruh wilayah Indonesia. Seorang pegawai menyatakan dokumen yang musnah berupa data tertulis dan yangtersimpan di komputer.・Semuanya terbakar habis,・katanya.

Kepala Badan Akutansi Keuangan Negara Departemen Keuangan Mukya Nasution mengungkatkan bahwa menurut dia arsip yang terbakar adalah salinan atau berkas laporan tahunan dan triwulan mengenai aset negara dari departemen, lembaga non departemen, dan instansi pemerintah.

DISKUSI ANALISA

Dalam beberapa kasus kebakaran yang selama ini terjadi di Indonesia perhitungan kerugian yang dilakukan masih berkisar pada perhitungan kerugian fisik. Hasil perhitungan yang ditampilkan selalu berujung pada analisis kerugian yang berdampak langsung akibat hilangnya aset fisik. Beberapa analisis memang telah mulai mengarah pada dampak kerugian non fisik, akan tetapi belum menjadi tradisi melakukan perhitungan non fisik pada dampak pasca kebakaran.

Kebakaran terakhir yang terjadi di Gedung Departemen Keuangan adalah salah satu bentuk kebakaran baru yang mengancam lebih banyak aset non fisik dibandingkan dengan kejadian kebakaran yang terjadi sebelumnya. Deretan dokumen yang terbakar mengancam hilangnya data-data dalam dokumen secara permanen. Secara fisik kerugian yang muncul memang tidak begitu besar, akan tetapi kegian non fisik justru bisa menjadi titik terbesar yang muncul dalam kebakaran seperti yang terjadi di Gedung Keuangan. Berapa banyaknya data negara yang hilang akan berpengaruh pada proses kerja negara yang berpotensi berujung pada kekacauan proses kerja aparat negara.

Belum lagi jika dihitung information loss yang sangat mungkin hilang dari hancurnya data-data mentah dalam dokumen negara. Hilangnya informasi yang bisa digali dari data mentah yang musnah akan sangat susah diperhitungkan nilainya.

Sementara itu di lingkungan pemerintah dan lembaga negara belum ada ketentuan yang pasti tentang standar back up dokumen untuk keamanan dari ancaman bahaya serupa. Proses digitalisasi data melalui komputer memang akan memberikan back up awal dari data mentah berbentuk kertas seperti yang sedang dilakukan di lokasi gedung yang terbakar. Akan tetapi back up untuk data digital juga perlu dilakukan beberapa level lagi.

REKOMENDASI

Perlunya pemerintah membuat sebuah standar dokumen untuk proses back up data yang ada di lingkungan mereka dengan segera. Proses pembuatan standar ini sebaiknya dilakukan secara Nasional, di lingkungan pemerintah Pusat dan Daerah.

Pusat back up data ini bisa dilokasikan di beberapa lokasi yang terpisah dari lokasi awal dokumen yang akan dibackup. Hal ini untuk mengantisipasi rusaknya lokasi penyimpanan yang berakibat juga pada kerusakan data di lokasi tersebut.

Analis [ Gempar Ikka Wijaya ]
 www.systemicgroup.com